
Di sisi lain belahan dunia air bagian timur, terdapat sebuah pulau yang hilang dari jangkauan dunia.
Pulau ini awal nya merupakan pulau pribadi milik bangsawan dari negara J yang di gunakan sebagai markas bawah tanah tempat penyimpanan sekaligus pembutan senjata ilegal dan laboratorium tempat para jenius pilihan melakukan experimen seputar dunia kedokteran.
Pada pertengahan abad ke 21 pulau ini di nyatakan hilang akibat letusan gunung yang menyebabkan pulau ini terbelah menjadi 3 bagian , sebagian permukaan pulau menurun terendam air laut. Jika di lihat dari atas sekilas wilayah ini hanya terlihat seperti terumbu karang besar yang muncul di permukaan, beberapa tahun setelah nya pulau ini seolah membaik dan kembali seperti semula. Pepohonan tumbuh dengan lebat dan subur, para binatang yang mampu bertahan dari ledakan gunung berapi mulai beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
Pulau ini tergolong pulau lepas tanpa ikatan dari negara mana pun maka pulau ini pun mulai luput dari mata peta dunia.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
Beberapa tahun silam, seorang gadis kecil bernama Sea Wilson terapung di atas sebuah perahu karet dan terdampar di pulau tersebut dalam keadaan pingsan.
Sekawanan orang hutan yang melintas sedang mencari makan pun membawa nya ke wilayah mereka.
Penampilan Sea yang kala itu awut awutan di anggap mirip dengan spesies mereka untuk itu mereka para orang hutan tak ragu untuk membawa Sea ke wilayah mereka.
Sea yang mulai sadar dari tidur panjang nya mencoba menganalisa keadaan sekitar. Walau ini bukan pertama kali ia tidur di hutan namun ia tetap saja merasa takut.
Perlahan ia mulai mengumpulkan memori tentang hal terakhir yang terjadi dalam hidup nya.
__ADS_1
Sebuah kecelakaan yang membakar mobil dengan ke dua orang tua di dalam nya, Pemakaman sang ibu dan tanda tangan pengalihan kuasa sementara soal ahli waris agar paman dan bibi nya bisa dengan leluasa menarik sejumlah uang perusahaan untuk mengobati sang Ayah yang sedang kritis. Yang mana kuasa tersebut akan di kembalikan saat Sea berusia 19 tahun.
Tidak ada waktu untuk menangis, Sea mulai mempelajari keadaan sekitar. Ia baru sadar jika ia terbaring di sebuah pohon besar yang rimbun dengan dedauan yang membatasi pandangan nya.
Perlahan ia menuruni dahan demi dahan dan ia melihat sekawanan orang hutan yang besar nya hampir 2X lipat dari yang biasa ia lihat.
"di bilang monyet tapi besar di bilang gorila tapiiiii"
Sea mulai menduga-duga tentang jenis mamalia di sekitar nya.
Saat asik mengamati tiba-tiba mata nya bertemu tatap dengan mata induk orang hutan, induk orang hutan itu langsung memanjat pohon tempat di mana Sea nangkring.
Ya ini bukan kali pertama Sea di endus oleh hewan liar. Dulu orang tua nya sering mengajak nya ke dunia luar mengunjungi aneka satwa liar untuk di jinakan atau sekedar di nikmati keindahan nya.
Ia juga di ajarkan bagaimana cara bersikap saat bertemu dengan hewan dalam situasi tertentu "jangan panik" itu yang melekat dalam ingatan nya. "Dalam hal apa pun hindari kepanikan maka semua akan baik-baik saja" begitu lah kalimat yang sering di katakan ke 2 orang tua nya.
Berbekal pengalaman, insting dalam jiwa nya di dunia hewan ia mulai bisa menyesuai kan diri di pulau tersebut. "aku akan bertahan, sampai aku menemukan cara untuk kembali" tekat Sea dalam hati.
Memutuskan untuk bertahan, Sea pun mulai belajar mencari makan. Membedakan apa yang boleh dan tidak untuk di makan. Ia di perlakukan seperti bayi orang hutan yang tak berdaya oleh kawanan tersebut.
__ADS_1
Sea menjelajah mempelajari medan sekitar saat ia ikut keluar mencari makanan, kawasan orang hutan terletak tak jauh dari bibir pantai, tak jauh dari kawasan ini terdapat air terjun setinggi puluhan kaki dengan danau indah pada dasar air yang menjadi tempat tinggal para ikan gembul, lucu dan juga berbahaya.
Dari atas pohon tempat Sea tinggal, ia dapat melihat sekelompok gajah sedang bermain di tepi sungai yang merupakan anak air dari danau tersebut. Tak jauh dari kawanan gajah ada 2 ekor harimau yang sedang mengintai ingin berburu. Saat harimau memulai penyerangan kelompok gajah memberi perlawanan yang berakhir dengan terhempasnya harimau ke tengah sungai dan di embat buaya yang sangat besar.
Begitulah hari yang Sea lewati, menyaksikan sekelompok hewan mempertahan diri dan kelompok nya.
Melihat burung elang hitam beterbangan di atas langit, Sea mencoba menarik perhatian melalui pergerakan untuk berkomunikasi. Sedikit banyak Sea mengerti apa yang elang hitam itu sampai kan.
"kau cukup angkuh sebagai seekor burung tapi tak apa, kita tetap bisa berteman"
Sejak hari itu Sea mulai menyelinap dan menjelajah pulau tersebut, ia meninggalkan tanda agar ia bisa kembali ke kawasan orang hutan. Bagaimana pun kawasan orang hutan adalah rumah nya tempat dimana ia harus kembali.
Tak terasa sekian tahun sudah Sea menjelajah, Sea kecil kini sudah menjadi Sea remaja. Sedangkan pulau beserta isi nya menjadi wilayah dan abdi setia nya. Ya, Sea lah sang gadis rimba yang bisa menaklukan para penghuni pulau dan mengendalikan mereka.
...****************...
wihhhh kern ya bisa menyatu dengan rimba...
jangan lupa beri dukungan untuk karya ini ya Reader's.
__ADS_1