Kembalinya Sang Gadis Rimba

Kembalinya Sang Gadis Rimba
pembajakan


__ADS_3

Di waktu yang bersamaan dengan Mouvan yang menyadari hilang nya jet yang membawa keluarga nya.


Sea melihat sebuah jet pribadi melintas di atas pulau, jet tersebut nampak mengitari pulau seolah sedang mencari tempat untuk mendarat.


"setelah sekian tahun, baru ini aku lihat ada jet pribadi terbang di atas sini. Apa jangan-jangan ada vila pribadi di pulau. Tapi aku sudah menjelajah hampir ke setiap sisi pulau selama bertahun-tahun dan tidak menemukan apa pun"


Sea yang sedang mengamati jet dari atas pohon tinggi bersama Ello (nama elang hitam sahabat Sea) memberikan instruksi kepada Ello untuk terbang mencari tau letak jet tersebut di darat kan.


Ello yang mengerti atas titah Sea pun mengepakan sayap nya, "puihhh dasar elang songong, terbang ngak liat-liat. Sayap tu jaga jangan kena muka awas aja ntar kalau pulang" rutuk Sea yang tanpa sengaja terkena hembusan kepakan sayap.


Ello terlihat semakin menjauh, kemudian Ello memberi gerakan memutar di satu titik menandakan jika ia menemukan jet tersebut. "bagus Ello, jika si kaya ini punya daging di vila nya. Semua daging akan jadi milik mu". Cicit Sea yang meyakini ada vila tersembunyi di pulau tersebut.


Sea mulai bersiul memanggil Mou si macan tutul, Mou yang datang dengan beberapa ekor kawanan nya langsung menekuk ke 2 kaki belakang dengan posisi tegak di bagian depan tanda siap menerima perintah.


Sea mengusap secara bergantian kepala para macan tutul itu dan mensejajarkan tinggi nya dengan Mou, "Mou kau lihat Ello" ucap Sea sambil menujuk ke arah di mana Ello terbang. Mou yang seolah paham dengan maksud Sea memberi respon dengan pergerakan jika ia mengerti kata-kata Sea.


"bagus, bimbing aku kesana sahabat ku", Mou mengerang beberapa kali seolah memberi tau kawanan nya yang lain tentang apa yang Sea perintahkan.


2 ekor berlari jauh ke depan seolah mengawasi jalan, 2 di sisi kiri dan 2 di sisi kanan dengan jarak aman untuk melindungi Sea, sedangkan Mou sendiri tepat di samping Sea dan beberpa lain nya berjalan di belakang Sea.


Sea berjalan sepanjang hari menuju ke arah Ello berada, ia menembus semak semak belukar, mendaki bukit, meretas membuka jalan yang di penuhi oleh ranting semak belukar yang rimbun pada tanah miring tersebut.


Sesampainya di sisi bukit curam atas bukit tempat di mana jet itu di darat kan, Sea bersembunyi di sebalik gugusan bebatuan yang besar dan tinggi . Lutut nya mendadak lemas saat ia mendengar suara letupan senjata api.


Mou yang seolah mengerti jika Sea sedang dalam suasana hati yang tak baik pun mengusap kan kepala nya ke punggung Sea.


Walau dalam kodisi takut dan panik Sea masih bisa bersikap tenang, ia mengamati apa yang sebenar nya terjadi dengan jet yang di darat kan di tempat seperti ini. "apa ini pembajakan pesawat" ucap nya lirih.


Setelah beberapa letupan pistol berselang, 2 pria berpakaian seperti bodyguard keluar dari badan jet tersebut. Kemudian mereka mengenakan atribut khas yang terlihat seperti sayap kelelawar. Mereka melompat dari atas jet mengarah ke lembah curam dan terus melayang jauh sampai tak terlihat ke arah lautan.


Merasa tak ada pergerakan yang aneh dari dalam jet, Sea meminta Mou untuk memeriksa keadaan.

__ADS_1


Dengan cekatan Mou masuk ke dalam badan jet, pintu yang tak kembali di tutup memudahkam Mou untuk masuk kedalam nya. Tak lama kemudian Mou berlari keluar dan menghampiri Sea.


Mou mendorong punggung Sea agar ia memajukan langkah nya. "kau mau aku ke sana Mou, apa kah aman". Mou mengerang dengan suara yang agak di tekan seolah ia sedang mencemaskan sesuatu.


Mengerti akan sikap Mou, Sea berlari masuk kedalam jet. Mata nya melebar melihat pemandangan beberapa jasad yang sudah tak bernyawa tergeletak di dalam jet. "ya tuhan ini benar-benar pembajakan"


Sea terus berjalan memeriksa setiap sudut berharap ia menemukan sesuatu yang berguna, "benar-benar manusia memang bisa lebih kejam dari binatang".


Samar Sea mendengar suara lirih seseorang, ia menajamkan telinga nya dan mendapati seorang wanita paruh baya sedang kesakitan tergeletak di lantai.


"nyonya, kau bisa mendengar ku" panggil Sea berusaha berkomunikasi dengan wanita paruh baya tersebut.


Wanita paruh baua tersebut berusaha bicara walau tertatih "o ob ob at". Perlahan Sea mencerna apa yang berusaha di ucap kan wantia tersebut.


"obat ya obat, nyonya kau butuh obay di mana obat mu".


Wanita itu menunjuk sebuah tas yang tak jauh dari kaki nya, perlahan Sea meletakan tubuh wanita itu dan bergegas mencari obat di dalam tas yang di tunjuk.


Sea membantu wanita itu menimum obat dan membantu nya naik ke atas sofa. Setelah membaik, wanita tersebut malah menangis meraung-raung memanggil manggil suami nya dan menyebut satu nama lain. Ia histeris sampai yak bisa mengendalikan diri dan pingsan.


Sea meminta Mou dan kawanan nya membantu nya mengumpulkan jasad jasad yang berserakan dalam satu titik. Dari pakaian yang di gunakan Sea bisa menebak sebagai apa mereka di sini.


"Pria berjas maroon ini pasti bos di sini suami dari nyonya tadi sedangkan gadis cantik ini pasti anak mereka".


Sea kembali mengamati keadaan sekitar, "jika pembajakan kenapa perhiasan ini masih melekat di tubuh gadis ini".


Tak puas dengan itu Sea menggeledah tubuh tuan tua tersebut. Ia menemukan benda pipih persegi, ia mencoba menekan tombol satu-satu nya yang ada di benda tersebut. Benda itu menyala dan menunjukan sebuah gambar.


"apa ini"


Sea mengusap permukaan benda tersebut dan menemukan beberapa gambar kotak kotak dengan lambang tertentu, dan ia mengenali beberapa tanda tersebut.

__ADS_1


"amplop dan gagang telepon" dan ia mulai membuka-buka dan menemukan beberapa riwayat panggilan dan teks "apa ini telepon masa depan, ya tuhan berapa abad aku terkurung di sini".


Tangis Sea pecah mengingat hal ini "Ayah bagaimana kabar mu, apa kau baik-baik saja atau kau sudah pergi menemui ibu"


Sambil terisak Sea mengeser-geser layar pada ponsel tersebut. Tanpa sengaja jari lentik nya membuka sebuah galeri, Sea melihat gambar dan video di dalam sana. "keluarga yang luar biasa"


"uh" Sea memalingkan wajah nya ke sumber suara. Rupa nya wanita tersebut sudah tersadar, Sea mendekat membantunya duduk dan memberinya minum.


Wanita itu menatap sayu ke arah tumpukan jasad yang tak jauh dari ia duduk, ia menatap dengan tatapan mendalam. Seolah belum mengerti dengan apa yang terjadi.


"maaf nyonya, bisa kah kau kata kan sesuatu".


Wanita tersebut terkejut mendengar suara asing, seolah kesadaran nya sudah kembali sepenuh nya ia pun memberondong Sea dengan banyak pertanyaan.


"siapa kau, bagaimana kau bisa ada di sini, kenapa kau di sini, dari mana kau berasal, dan apa yang kau lakukan, apa kau yang mengumpulkan mereka"


Sea menghembus nafas panjang sambil memejam erat mata nya. Saat Sea hendak menjawab, wanita tersebut sedang tergagap dengan mata melebar sembari menunjuk ke arah sekumpulan mayat


"Ha Ha i i itu tu ha ha"


Brugggg....


...----------------...


kira kira Ha ha ha apa yang di lihat si nyonya ya...


Jadi penasaran othor 😀😀😀.


hai readers yang baik, tinggalkan jejak pada karya ku agar selalu mendapat pemberitahuan up date terbaru.


berikan like, komen, hadiah dan dukungan nya.

__ADS_1


terimakasih.


__ADS_2