
Hari ini aku dan dark akan berkencan!, ya bukan kencan juga sih kami hanya akan bermain di land.
Untung saja dark mendapatkan tiket dua buah ke sana. Saat aku tanya kenapa ia tidak mengajak lain. Ia hanya tersenyum ..."Ayolah , Arni . Kita bisa bersama kan hari itu"
"Bodohnya..dia" seruku tersenyum pelan mengenggam erat tiket itu ....
_
Besoknya..
"Ah..jam nya!!" seru ku panik. Tanpa sadar aku ada di depan lemari pakaian sedari tadi.
Kenapa sih, padahal hanya jalan biasa bersama teman!!, Memalukannya..
"Dark..pasti akan menertawakan ku"
_
Akhirnya setelah beberapa saat aku berhasil memilih pakaian. Ya pakaian santai dan pendek memang terbaik!!
Aku menunggu di tempat kita janji. Tetapi dark belum datang. Yah seperti biasa dia terlambat.
Sembari menunggu aku berkeliling. Oh benar benar land tempat yang bagus.
Cuman seperti hari biasa , lumayan sepi..
Tap
Tiba tiba ada sebuah tangan yang menyentuh pundak ku. Itu Liu!!
Aku segera memeluk tubuh imutnya, astaga ini keberuntungan dapat bertemu boneka ini di tempat ini.
Liu terlihat sedikit malu karena dipeluk di tempat umum. Kami duduk di kursi dekat sana.
Liu menatap Arni dari atas dan bawah.
Sambil tersenyum polos ...."Kau mau kemana, mau kesini juga?"
Segera aku menjawab.."Iya bersama dark"
Dadanya bergetar kencang sekali, memang ya hanya bersama dark saja sudah membuatku sangat gila sampai tidak bisa bergerak.
Apakah aku bisa..menjadi pacar dark yang baik nanti ya?
_
Liu tiba tiba saja menepuk pundak ku, dan mulai menatapku dengan sayu. Pita berumbai yang ia pakai mulai jatuh mengikuti raut wajahnya.
Wajahku tiba tiba memerah. Tadi ia sama sekali tidak sadar mengatakan itu....."T--tidak apa apa kok"
Liu yang sempat sendu hanya tersenyum lagi..dan perlahan pergi.
"Mah, semoga menyenangkan ya?"
Aku juga tersenyum,.."Iya"
_
Dark akhirnya datang setelah Liu pergi. Ia terlihat terburu buru. Lihatlah bahkan pakaiannya sama sekali tidak terurus.
Deg
Bu--bukan kencan juga, dasar Arni kenapa sih kamu??
Dark tersenyum melihat ku lalu segera menarik tanganku .."A--apa??"
Dark tidak menjawab dan menarik tanganku untuk masuk kedalam land. Aku terdiam..
Tangan dark terasa hangat...,
_
"Hoho, dark kau harus mentraktirku makanan ya!!" seru ku menatap jahat pada dark.
Dark terlihat lesu.., bayangkan ia kalah dalam permainan dengan Arni.
Dengan wajah lesu ia melihat ku,
"Ya..jadi apa perintahmu nyonya?"
Tentu saja sangat menyenangkan, ini saatnya mempermainkan dark. Hihi, dia belum tau aku jago dalam permainan.
Aku segera mengatakan "Rumah hantu"
Tapi dengan segera aku sadar bahwa aku sebenarnya takut dengan hantu, uh apa sih yang dia pikirkan.
Akhirnya sampai, i---iini saatnya. aku harus bersikap berani , nanti dark akan menertawakan ku jika mengatakan bahwa aku takut!!
Dark berhenti di depan rumah hantu dan berbalik serta mulai mendekatiku.
Deg
"Kau takut ya?" serunya mengoda, Aku langsung menyangkal. Kali ini lihat saja akan kubuat dark kalah!
"Tentu saja tidak, aku ini pemberani tau" seruku, tanpa sadar tanganku bergetar dan keringat mulai membasahi tubuhku.
Dark hanya terdiam dan berbalik lagi, benar kan dark sangat tidak peka..
Ugh..menyebalkan,!
_
Deg
Deg
Moga mogahan tidak seram kali lah , tolonglah hantu yang baik hati!!
Kami masuk, tidak ada peserta lain hanya aku dan dark.
Aku berjalan disampingnya agak menjauh , Suasananya kelam padahal baru pertama masuk. Dark terlihat biasa biasa saja.
Deg
Rasanya sudah sangat lama, dan.. Suasananya semakin mencengkam.
Aku mengigit bibirku berusaha tidak memperlihatkan ketakutanku. Bisa jadi nanti dark akan menertawakan ku.
Deg
Tanganku mengigil , kakiku mulai tidak bisa berjalan. Padahal baru sebentar"
....."...uh.."
Kakiku melemah dan terjatuh , eh..siapa?
Ada yang menangkap ku..., aku membuka mataku yang ketakutan.
Deg
Mimpi,..bukan, itu dark. dia menatapku dengan marah . Apa dia marah?
Dia Berusaha menarikku agar berdiri , tetapi kakiku terlalu lemah ..
Dan..
Brak
Kami terjatuh, bisa kulihat dark ada di depanku. Astaga..dadaku..dadaku"
Kulihat mulutnya mulai mengeluarkan suara, aku kaget tetapi sangat senang mendengar itu..
__ADS_1
"Kau ini, bilang dong kalau tidak bisa, dasar aku khawatir tau!" seru dark ia terlihat cemas dan perlahan menggendongku ke punggungnya..
Punggungnya nyaman, ....
"Dark..aku menyukai mu..", aku sadar mengatakan itu.., aku ingin mengatakannya .
Agar kau tau perasaan ku..
_
_
Blush\\ , oh aku bisa mendengar sesuatu yang memerah tadi. Ah sudahlah, untuk kali ini aku yang kalah dark.
Tanpa sadar ada suara yang tidak lama menyahut, suara yang sangat kukenal.
Dan itu membuatku senang sekali..
"Aku juga.."
Ini bukanlah kencan cuman jalan jalan biasa, tetapi bersamamu dark.. membuat hari hariku terasa lebih berwarna.
_
_
_
Hari ini aku akan menemani Tara belanja di mall. Tapi..uugh..
Rasanya pergi bersama pacar itu, sungguh memalukan. Aku memegang pipiku yang memerah..
Apa aku memakai baju biasa ya, atau kan aku laki laki..
Aku memeriksa lemari pakaianku, dan perlahan menghembuskan nafas lemah. Aku baru tau sama sekali tidak punya Pakaian lelaki.
Tap
"Ada apa Liu, kau mau kemana?'', tiba tiba Lia muncul. Aku segera mengelengkan kepala dengan malu.
Ini memalukan, tetapi mungkin Tara akan menyukainya kalau aku memakai pakaian itu.
"A--aku butuh pakaian ...mu Lia" seruku bersuara kecil. Ugh seharusnya aku sedikit membesarkan suaraku.
Lia menarikku, dan mulai masuk kedalam kamarnya.."Cari aja ya"
Aku melihat sekeliling kamar Lia, kamar Lia begitu keren..
Tidak ada boneka atupun baju berumbai miliknya.
Terdapat banyak peralatan olahraga, seperti bola, badminton ataupun permainan laki lainnya.
Tapi..Liu segera menemukan sesuatu yang aneh di atas lemarinya. ada sebuah baju yang terbungkus rapi, berwarna pink.
Sangat berlawanan untuk ukuran Lia, yang sama sekali tidak ada ketertarikan untuk itu.
Aku segera menunjuk benda itu , " Lia apa itu..?"
Brak
"Li..Lia Chan??" , aku segera menuju tempat Lia . Lia terlihat sedikit Ling lung dan tertawa.
"Tidak ada apa apa, oh ya baju yang mana mau kamu pakai?"
"Oh....menurut Lia Chan saja ...."
_
_
Ha--hari ini aku dan Tara akan jalan jalan dimall. Kenapa aku gugup begini??
Aku melihat sekujur tubuhku, ugh apa Tara akan menyukai penampilannya.
Deg
Kulihat Tara yang berjalan ke arahnya, ia tersenyum . Aku ikut membalasnya.
Tara berhenti seketika ketika melihat ku dan kemudian menunduk.
Aku merasa khawatir dan segera menegurnya.." Tara chan??"
Tara tidak menyahut dan malah menarik kerahku..kemudian..
Cup
_
"Maaf Liu Kun, aku..aku" Tara segera menunduk meminta maaf, dia sama sekali tidak sengaja mengecup bibir Liu.
Liu hanya tersenyum dan tidak berniat menyalahkannya. yah ia kan tidak sengaja.
Tara dan Liu pun berangkat.
Liu memegang bibirnya, panasnya. Kenapa ia merasa panas ketika dicium Tara ya..?
Sementara gadis disebelahnya hanya bisa memerah.." Liu keren sekali"..
Ia sama sekali tidak menyangka lelaki imut itu dapat menjadi sekeren itu. Hampir saja ia mempermalukan dirinya..
_
Diperjalanan, Tara segera membeli pakaian yang diinginkannya, akhirnya pulang..
Yah..entah kenapa aku tidak ingin berpisah dengan Tara ..., mungkin ini cinta ya?
Aku melewati sebuah gedung besar, oh itu bioskop. Lia sering sekali pergi kesana dengan Reno dan dark.
Aku juga..ingin kesana bersama Tara"
_
Syukurlah, bisa kesini. Tapi.. ngapain ya?
Tara menarik tanganku dan menuju tempat kasir. banyak sekali pilihan film.
Tara dengan cekatan memilih salah satu film dan segera menarikku ke sebuah tempat belanja..
Tara segera membeli sebuah minuman kemudian menyodorkan kepadaku,
"Ka.kau mau?"
"Iya" seruku segera meminumnya, hm enak juga ya.
Bisa kulihat Tara yang hanya berdiam, oh wajahnya memerah.
Kami akhirnya menonton di bioskop, selama dibioskop...Tara terlihat senang ketika melihat adegan kedua orang berciuman.
Aku melihatnya, bahkan di film lelaki selalu terlihat gagah. Dan aku malah terlihat lemah dihadapan Tara.
Cium..
aku memperhatikan Tara selama perjalanan pulang. Tidak sadar aku menarik tangannya ke hadapanku.
Wah.. wajahnya memerah, cantik sekali..
Aku ingin menjadi seorang lelaki yang gagah, dan lelaki yang berani. Dihadapan Tara..
Aku tidak sadar apapun, mungkin ini pertama kalinya...
Cup,..aku berada selangkah lebih dekat dengannya..
__ADS_1
_
_
_
_
Aku menatap gaun yang dibungkus rapi dihadapanku. Gara gara Reno kemarin aku harus berjalan bersamanya..
Apalagi kencan!!, dasar apa sih yang dipikirkan orang itu. padahal aku mau mendaki gunung hari ini.
Aku memakai gaun itu dan melihat aneh di cermin. Benar kan jelek sekali aku memakainya.
Tok
aku mengetuk pintu Liu, mungkin Liu bisa membantuku. Tetapi oh ya Liu pergi dengan Tara.
Ah sudahlah sendiri saja kali!
_
Aku duduk dengan cemberut di samping halte. Reno mengajakku bukan lebih tepat ia memaksaku. Bayangkan..
Ugh.. memalukannya!!
Aku segera memilin rambutku, apa aku sudah cukup cantik untuk itu .
Plak
Ah kenapa sih , aku malah merapikan diri untuknya. Dasar Lia ada apa sih dengan kamu!!.
Namun aku kembalikan terdiam , dan melamun sendiri melihat diriku di pantulan kaca air.
Oh ya..aku dan Reno sudah berpacaran , yah aku memang tidak setuju..
Tetapi..tidak buruk juga sih, ..
_
Cup
Aku kaget dan segera menampar wajah itu, aku segera berdiri dan menatap Reno dengan kesal.
Wajahku entah kenapa memerah panas,
Reno terlihat tersenyum ramah, ugh akhir akhir ini Reno sering kali membuat jantung ku meledak.
Reno memegang tanganku, dan kemudian memaksaku berjalan didekatnya.
_
"Oh, kalian, lagi kencan ya?" tanya dark , kami bertemu di perjalanan. Dark sedang mengendong Arni yang terlihat tertidur di punggungnya.
Reno hanya menatap datar, dan menarikku pergi.
Tentu saja dark marah, aku berusaha menghentikan Reno. Tetapi ia tetap berjalan menjauh.
Kemudian..
_
Brak
_
"Hari ini kau milikku",
"A..apaan sih??" seruku sedikit marah, mengatakan hal itu. Mooh..kenapa sih?
Reno menatapku lagi lekat lekat dan mencium bibirku lagi. Entah sudah beberapa kali dicium olehnya..
Hangat..dan manis.
_
Reno menatap ku lama, aku segara menendang lututnya. Segera Reno mengadu kesakitan.
"Apaan sih?" tanyaku sedikit garang,
Reno hanya menatapku seperti biasa,
"Mah kau cantik kok"
Deg
Aku memegang dadaku, "A..aku ?"
Reno berhenti berjalan kemudian melihat ku lebih dekat,
"Kau sangat cantik sampai aku tidak mengenalimu "
Deg
Reno, sihir apa yang kau gunakan. Dadaku terasa panas hanya karena mendengar mu..
_
"Hahaha, " seruku ketika melihat reno terlihat mual setelah menaiki roller coaster ,
Reno hanya diam dengan wajah datarnya, dan menarikku lagi. Aku ingin menolak. Tetapi ia menarikku keras.
"Hah, tidak mau loh, menjijikan" seruku segera melebarkan langkahku menolak masuk kedalam sana.
Huh, aku ingin mencoba permainan lain .
Namun, sial . coba saja aku tidak memakai gaun hari ini.
Akhirnya aku dan Reno memasuki pass foto. Disana ada sebuah tombol foto dan banyak pakaian disana.
"Ja..jadi aku harus pakai ini?!" seruku marah, Reno hanya mengangguk.
"Hah tidak mau, sudahlah aku pergi!" seruku . Reno menyebalkan selalu saja memaksaku.
Srek
"A..--",..Aku bisa merasakan tubuh Reno memelukku. kemudian ia berbisik di telinga ku. Meminta maaf berkali kali.
Aku memegang kedua dadanya, dekat sekali..Kemudian dia melepaskan pelukannya.
Tetapi aku masih menariknya, wajah kami sangat mereka dekat. Bisa kurasakan nafasnya.
"A..aku..su..su--"
Brak
aku mendorong reno dan segera berlari keluar. Bisa kudengar suara Reno memanggilku.
Namun, rasa ini mengalahkan ku, dadaku berdebar kencang. Aku malu tetapi juga tidak mau terlihat olehnya.
Srek
Reno berhasil mengejarku, ia terlihat kelelahan. Namun ia tersenyum senang ketika melihat ku.
Reno..
Apa aku..benar benar sudah menyukaimu..?
"Lia..jangan lari lagi ya?"
_
__ADS_1
_
"Iya ..."