KENANGAN DI KERETA

KENANGAN DI KERETA
Chapter 2 : Proses Edit


__ADS_3

Chapter 1 : Teman Baru


Prolog : Aku Sasha Risa Kencana. Saat ini aku berusia 7 tahun. Karena kepindahan pekerjaan orangtuaku, aku dan keluargaku pindah ke rumah nenekku yang sebatang kara. Setiba di rumah nenekku yang besar, luas, dan jauh dari deretan rumah orang lain, aku pun memilih kamarku sendiri.


Papi, apa kita telah sampai ? Benarkah ini rumah nenek ? Rumahnya sangat besar. Tetapi papi, kenapa Sasha rasa rumah nenek ini jauh dari orang – orang ? “Sasha dan keluarganya yang baru tiba di rumah nenek Mira ibu dari papinya merasa takjub dengan bentuknya dan berceloteh dengan polosnya”.


Iya princess, kita telah sampai di rumah nenek Mira. Rumah ini peninggalan Alm. Kakek Khrisna. Kakek Khrisna berpesan jika Sasha lahir, tinggallah di rumah kakek. Rumah kakek di wariskan untuk anak pertama papi. “Satya ayahnya Sasha pun menjawab celotehan polos putri sulungnya itu”.


Tuan Satya sudah datang ? Sini mang Asep bawa barang – barang den Satya dan neng Sonya. “Mang Asep supir nenek Mira membawakan koper Satya, Sonya, dan Sasha”.


Satya sudah datang. Masuklah. Wah cucu oma sekarang sudah besar. Sini masuk dan pilih kamar yang cucu oma suka. “Nenek Mira menyambut anak, menantu dan cucunya itu. Kemudian memeluk cucu pertamanya itu dan menggendonya untuk memilih kamar mana yang disukai cucunya itu”.


Oma berhenti, Sasha mau kamar yang ini oma. Turunin Sasha, Sasha akan membersihkan kamar Sasha ini terlebih dahulu. “Nenek Mira pun menurunkan Sasha dari gendongannya kemudian membiarkan Sasha untuk membersihkan kamarnya”.


Baiklah cucuku sayang. Bersihkanlah sesuai keinginan Sasha. Oma akan kedapur untuk menyiapkan makanan kesukaan Sasha. “Nenek Mira pun keluar dari kamar Sasha menuju dapur”.


Prolog : Mira meninggalkan Sasha di kamar yang telah dipilih Sasha ke dapur. Satya dan Sonya yang telah memilih kamar mereka kemudian mencari keberadaan putri kecilnya itu. Satya dan Sonya pun terkejut menemukan Sasha pingsan di kursi meja piano kamar Sasha itu. Satya dan Sonya yang panik pun menelepon dokter.


Via Telepon ON


Satya : Apa benar ini nomor dokter Malik ?


Dr.Malik : Iya benar saya dokter Malik.


Ssaty : dokter, bisakah anda segera datang ke Jl. Hilir mudik silih berganti no. 13 komplek Taman Syurga ?


Dr. Malik : Baiklah tuan, saya akan segera datang.


Satya : Terima kasih dokter.


Via Telepon OFF


Prolog : Satya menutup ponselnya. Mira yang membawa makanan untuk Sasha terkejut mendapati Sasha telah di baringkan di ranjangnya. Dokter Malik pun tiba. Mang Asep mengantarkan Dr. Malik ke kamar Sasha. Dokter Malik pun memeriksa Sasha.


Dok, bagaimana keadaan putri saya ? “Satya yang masih panik pun bertanya pada dr. Malik”.


Putri tuan hanya demam dan shock. Saya telah menyuntik putri tuan dengan obat. Sebentar lagi putri tuan akan sadar. Ini resep obat untuk putri tuan. “dr. Malik yang telah selesai memeriksa Sasha pun menulis resep dan memberikan resep itu kepada Satya dan menjelaskan diagnosa putrinya”.


Terima kasih dok. Saya akan pergi menebus obatnya. Ini bayaran untuk dokter. “Satya mengambil resep obat dari tangan dokter kemudian memberi bayaran dokter lalu bergegas pergi menebus obatnya di apotik terdekat”.


Sasha semoga cepat sembuh. Nyonya Sonya, Nyonya Mira, saya pamit undur diri dahulu. “dr.Malik pun berpamitan lalu pulang”.


Prolog : Satya pergi menebus obat, dr.Malik pun kembali ke rumah sakit, Sonya dan Mira pun menjaga Sasha. Akhirnya Sasha pun sadar dan melihat ibunya tidur di kursi sebelah kanan tempat tidur Sasha dan nenek Mira tidur di sebelah kiri.


Mami, Oma, kenapa kalian tidur disini ? Sasha kenapa bisa tidur disini Mi ? “Sasha yang sadar sambil memegangi kepalanya kemudian melihat ibu dan neneknya kemudian berceloteh hingga Sonya dan Mira terbangun”.


Sasha sudah bangun ini makanan kesukaan Sasha yang sudah Oma masak. Makanlah terlebih dahulu. “Nenek Mira yang terbangun langsung menyuruh Sasha untuk makan”.


Nyam... Nyam... Nyam... Nyam... Terima kasih oma. Masakan oma sangat lezat. “Sasha pun mengambil makanan pemberian neneknya lalu memakannya dengan lahap”.


Prolog : Satya yang telah selesai menebus obatnya bergegas pulang. Satya pun telah tiba di rumahnya dan melihat Sasha sedang makan dengan lahapnya. Satya yang masuk kamar pun langsung memeluk Sasha.


Papi, Sasha sedang makan. Jangan dipeluk kuat – kuat. Sasha kekurangan oksigen. “Sasha yang sedang melahap makanannya terkejut dan menghentikan aktivitas makannya saat Satya memeluknya dengan erat kemudian meminta papinya melepaskan pelukannya itu”.


Oh maafkan papi Princess. Oh iya setelah selesai makannya, minumlah obat ini dan beristirahatlah. Besok lagi kita lanjutkan bersih – bersihnya. “Satya melepaskan pelukannya kemudian memberikan bungkusan yang berisi obat yang di tebusnya tadi kemudian menyuruh Sasha meminumnya setelah selesai makan”.


Oh ayolah honey, jangan membuat putri kita ketakutan seperti itu. Honey membuatnya ketakutan. Baiklah ayo kita kembali beristirahat di kamar. Ibu juga istirahat di kamar. “Sonya pun menggoda Satya yang kepanikan itu kemudian mengajaknya kembali ke kamar mereka. Sonya juga meminta Mira istirahat ke kamarnya”.


Prolog : Sasha, Mira, Sonya, dan Satya pun tidur lelap. Pagi pun telah tiba. Saatnya melanjutkan pekerjaan yang tertunda semalam. Keesokan pagi aku bangun untuk melanjutkan bersih – bersih. Aku tinggal di sebuah rumah yang sangat besar dan luas. Rumahku berwarna putih semua. Rumahku memiliki 6 kamar dibawah dan 6 kamar di lantai atas. Di setiap kamar memiliki kamar mandi. Tetapi walaupun di setiap kamar memiliki kamar mandi, tetap ada 1 kamar mandi di lantai bawah dan 1 kamar mandi di lantai atas. Aku tinggal bersama nenek Mira, ayah Satya dan ibuku Sonya. Pembantuku mbok Ipah, pembantu cuci pakaian sama setrika mbak darsih, tukang kebun mang Idrus dan supir nenek mang Asep, supir papi pak Iwan pulang hari. Mereka bekerja hanya dari jam 07.00 pagi hingga jam 05.00 sore setiap harinya.

__ADS_1


Princess, mulai besok papi akan bekerja di luar negeri tepatnya di Amerika. Papi akan pulang setiap 6 bulan. "Satya memberitahukan kabar kepergiannya kepada Sasha putri sulungnya itu akan bekerja di luar negeri".


Iya papi setiap pulang bawa hadiah untuk Sasha yah. "Sasha pun dengan manjanya meminta hadiah kepada ayahnya Satya".


Jadi apakah Princess papi sudah membersihkan kamar inj? "Satya pun bertanya pilihan kamar Sasha kemudian menemani Sasha ke kamar tersebut untuk membantu Sasha".


Sudah pi, hanya saja dekorasi kamarnya yang belum sesuai. "Sasha pun menunjuk kamar yang belum memiliki dekorasi itu kepada ayahnya Satya”.


Baiklah ayo kita masuk dan papi akan menemani Princess Sasha untuk merapikan dan membersihkan kamar itu. "Satya pun mengambil koper yang di pegang Sasha putri sulungnya itu lalu membawanya ke kamar pilihan Sasha lalu mengecek kamar apakah ada kerusakan atau tidak dan sebagainya".


Papi kamar ini luas bukan ? Sasha mau kamar ini di cat dengan warna lembut dan cerah pi. Atap kamarnya berwarna biru langit dan diberi hiasan awan dan bintang - bintang. Terus dinding yang kiri berwarna biru, dinding depan warna putih, dinding kanan warna kuning, dan dinding kiri warna hijau muda. Dekorasi dinding kamar gambar kupu - kupu yah pi. Kamar mandinya warna merah yah pi. Pianonya biarkan tetap di situ pi jangan di pindah. "Sasha pun mengutarakan keinginan kamarnya seperti apa kepada ayahnya Satya".


Baiklah Princess, papi akan menghubungi arsiteknya untuk mengerjakan semua keinginan princess cantikku. "Satya pun menuruti permintaan Sasha putri sulungnya itu lalu mengambil ponsel dari sakunya kemudian menelepon arsitek yang berada di bawah kewenangan Satya".


Via Telepon ON


Satya : Hallo selamat pagi pak Abdul, dapatkah bapak ke rumah saya ? Ada yang harus bapak kerjakan. Nanti kita buat kontrak untuk pengerjaannya.


Abdul : Selamat pagi juga pak Satya, saya akan segera datang. Beritahu saya di mana alamatnya pak, saya akan mencatatnya.


Satya : Jl. Hilir mudik silih berganti no. 03 komplek sesakkan hati.


Abdul : Siap pak, saya akan segera datang.


Via Telepon OFF


Sudah princess, sebentar lagi pak Abdul akan datang. Nanti jelaskanlah desainnya kepada pak Abdul. "Satya yang telah menutup ponselnya pun memberitahukan kepada Sasha putrinya perihal kedatangan arsitek Pak Abdul dan menjelaskan model desainnya kepada pak Abdul setelah kedatangannya".


Terima kasih pi, Papi memang yang terbaik. "Sasha pun berlarik memeluk Satya ayahnya itu tanda berterima kasih".


Prolog : Saat Satya dan Sasha berpelukan, Sonya yang sedang mengandung pun berlari menghampiri mereka dan mengatakan jika nenek Mira terjatuh dari tangga. Satya dan Sonya pun langsung membawa nenek Mira ke rumah sakit dan meninggalkan Sasha di rumah sendirian. Sasha pun membawa kue ulang tahunnya sendirian ke meja makan. Sebelum meniup lilinnya Sasha meminta agar memiliki teman. Sasha pun meniup lilin. Kemudian mendengar suara benda jatuh dari kamarnya. Sasha pun meninggalkan kuenya lalu menuju ke kamarnya di lantai atas. Setelah memasuki kamar, di saat itulah Sasha melihat ada anak laki - laki bersembunyi di lemari kamarnya. Anak laki - laki yang bersembunyi di lemari itu menyuruh Sasha tutup mulut hingga satu anak laki - laki dan satu anak perempuan datang bertanya pada Sasha dimana keberadaan satu anak lagi.


Baiklah. "Sasha yang masih dalam keadaan bingung menuruti perkataan Anak laki - laki yang bersembunyi itu".


Hei, apa kamu melihat teman kami ? "Seorang anak laki - laki dan Seorang anak perempuan datang lalu serentak bertanya pada Sasha di mana keberadaan teman mereka itu".


Dia tidak ada disini. "Sasha berkata tidak tau tetapi sambil menunjuk lemari itu menandakan teman mereka ada di lemari itu".


Ternyata kamu disini. Keluarlah. "Si anak perempuan berlari ke lemari kemudian menemukan anak laki - laki yang bersembunyi itu".


Ah aku ketahuan. Baiklah aku keluar. Ayo kita pergi. "Anak laki - laki yang bersembunyi keluar lalu mengajak kedua temannya keluar dari kamar Sasha".


Kalian mau kemana ? boleh aku ikut bermain ? "Sasha pun bertanya pada mereka yang hendak keluar dari kamarnya".


Boleh. Ayo ikut. "Ketiga anak tersebut akhirnya mengajak Sasha bermain".


Namaku Sasha, nama kalian siapa ? "Sasha bertanya nama mereka sambil berlari ke lantai bawah bersama mereka".


Namaku Sharon, ini Simon dan ini Shandy. Apa kami boleh ikut makan kue ulangtahunmu Sasha ? "Mereka bertiga pun memperkenalkan diri dan meminta kue ulang tahun milik Sasha".


Iya boleh. Ayo kita makan. "Sasha pun memotong kue dan membaginya pada mereka".


Prolog : Sasha, Sharon, Shandy dan Simon pun memakan kue mereka di meja makan. Mereka berbincang - bincang sambil tertawa dan bercanda sambil menyanyikan sebuah lagu khas pemanggilan ketiga anak tersebut tanpa di sadari Sasha arti lagu tersebut. Satya dan Sonya yang baru sampai di depan rumah pun mendengar jika anaknya berbicara dan tertawa sendirian dari jendela depan. Satya dan Sonya yang memiliki kunci rumah sendiri pun akhirnya masuk ke dalam rumah.


Sasha sedang apa sayang ? "Sonya ibunya Sasha pun bertanya kenapa putrinya duduk di meja makan sendirian".


Makan kue ulang tahun Sasha lah ma. "Sasha pun menjawab dengan juteknya".


Baiklah mami dan papi ke kamar bentar mau mengganti pakaian. "Sonya dan Satya pun berpamitan menuju kamarnya".

__ADS_1


Prolog : Saat Satya dan Sonya berjalan menaiki anak tangga, mereka pun mendengar kembali Sasha berbicara dan tertawa sendiri. Sonya pun memutuskan untuk memanggil temannya Sandra seorang psikolog untuk memeriksa putrinya. Satya pun berkemas untuk keberangkatannya besok ke bandara. Pagi pun telah datang.


Princess bangunlah sudah pagi. Papi akan berangkat ke bandara diantar mami. "Satya membangunkan Sasha".


Iya pi, Sasha akan mandi dulu. Papi tunggulah di meja makan. "Sasha pun bangkit dari ranjang empuknya lalu ke kamar mandi. Satya pun keluar dari kamar Sasha menuju meja makan".


Prolog : Di kamar mandi saat Sasha hendak membuka pakaian, Sharon, Shandy dan Simon pun masuk. Sasha yang terkejut pun teriak dan menyuruh Simon dan Shandy keluar dulu. Satya yang mau melangkahkan kakinya keluar pintu kembali masuk mendengar teriakan Sasha dan mengetuk pintu kamar mandi.


Sasha kenapa teriak ? Kamu kenapa princess ? "Satya mengetuk pintu kamar mandi dan menanyakan keadaan putrinya itu".


Tidak apa pi. Tadi ada kecoa lewat. Sasha cuma kaget pi. "Sasha pun mengalihkan jawabannya kepada seekor kecoa yang tidak bersalah dan tidak ada di kamar mandi tersebut".


Oke baiklah papi akan menunggu princess di meja makan. "Satya pun keluar dari kamar Sasha dan berjalan menuju ruang makan keluarga di lantai bawah".


Oh Sharon, katakanlah kepada teman - teman lelakimu untuk tidak masuk ke kamar mandi saat aku sedang mandi ataupun buang air seni. "Sasha pun berbincang pada Sharon".


Oh baiklah Sasha, aku akan memberitau mereka. Sasha, kenapa kamu tidak pernah bertanya soal kami berasal dari mana. Apakah kamu tidak penasaran ? "Sharon pun penasaran kenapa Sasha tidak takut kepada kami dan asal kami dari mana".


Aku tidak akan bertanya jika kalian tidak ingin memberitahukannya padaku. "Sasha masih berbincang sambil memainkan showernya dan menyabuni apa yang perlu di sabuni".


Kami mati di rumah ini. Apa kamu takut dan tak ingin berteman dengan kami Sasha ? "Sharon pun menceritakan rahasia mereka kepada Sasha".


Tidak. Aku senang punya teman yang baik seperti kalian. Aku akan berjanji menjadi teman abadi kalian. "Sasha pun berjanji sambil mengeringkan pakaiannya dengan handuk lalu keluar kamar mandi dan hendak siapan".


Prolog : Sementara itu Satya, Sonya dan Mira yang cemas karena Sasha tidak kunjung turun, Sonya pun naik ke kamar untuk menghampiri Sasha putrinya itu. Saat iya sampai di depan pintu kamar Sasha, Sonya mendengar Sasha berbicara dan tertawa sendiri. Sonya yang takut mengetuk pintu kamar dan masuk ke kamar Sasha.


Sasha sayang, apa kamu sedang bertelepon ? Ayo kita makan. Semua telah menunggu Sasha. "Sonya bertanya pada Sasha dan langsung mengalihkan mengajak makan dengan pikiran yang berkecamuk dan penasaran".


Iya mi ayo. Sasha sudah selesai kok. "Sasha pun mengikuti maminya berjalan menuju ruang makan".


Prolog : Sasha dan Sonya pun berjalan menuju ruang makan. Di ruangan makan telah ada Satya dan nenek Mira menunggu Sasha dan Sonya turun. Sasha dan Sonya yang baru sampai ke ruang makan pun duduk di kursi meja makan.


Princess, lama sekali turunnya. Papi, mami dan nenek Mira khawatir karena Sasha tidak turun - turun. Ini makanlah sudah papi ambilkan. "Satya menghidangkan makanan untuk Sasha putrinya itu dan terlihat khawatir pada Sasha putrinya itu".


Iya maaf pi, mi, nek. Sasha tadi bingung mau pakai pakaian yang mana jadi agak lama selesainya. Makasih pi. "Sasha mengambil piring yang diberikan Satya kemudian memakannya sambil meminta maaf pada semua yang mengkhawatirkannya".


Enak Sha ? Mbok Ipah belum datang, jadi mami yang memasaknya. Apakah enak ? "Sonya pun bertanya pada Sasha putrinya itu".


Enak mi. "Sasha pun masih menyantap makanannya dengan lahap".


Prolog : Ditengah acara makan keluarga itu, datanglah Pak Abdul arsitek yang telah di panggil untuk mendekor kamar Sasha. Tidak hanya pak Abdul, Sandra Psikolog teman Sonya, Mbok Ipah, Mang Idrus, mbak darsih dan pak Iwan pun datang. Pak Abdul langsung ke kamar Sasha untuk memulai dekor sesuai pesanan Sasha, Pak Iwan mengantar Satya ke Bandara, Mang idrus, mbok ipah dan mbak darsih melakukan tugasnya, dan Sonya pun menemani Sandra untuk menemui Sasha. Sasha yang telah selesai makan berlari - lari bermain bersama Sharon, Shandy dan Simon.


Sasha.... Sasha dimana ? mami mau kenalin dengan teman mami. "Sonya yang mengajak Sandra berkeliling rumahnya mencari Sasha".


Sonya, dimana keberadaan putrimu itu ? tetapi kenapa dengan Sasha hingga aku sampai di panggil. "Sandra yang masih berkeliling rumah mencari Sasha bersama Sonya dan bertanya soal kenapa dirinya di panggil".


Itu aku ingin kamu berbincang dengan putriku. Sejak pindah ke rumah ini Sasha selalu tertawa dan berbicara sendiri. Aku hanya takut jika mentalnya ada masalah. "Sonya memberitahukan alasan memanggil Sandra sahabatnya itu".


Prolog : Akhirnya Sonya dan Sandra menemukan Sasha yang sedang berlarian di ruang tamu sendirian kemudian Sonya dan Sandra menghampiri Sasha.


Sasha sayang, kenapa Sasha berlarian sendirian ? "Sonya pun bertanya pada Sasha sambil duduk dan menyuruh Sandra juga duduk di sofa ruang tamu itu".


Sasha tidak berlarian sendirian mi. Sasha bersama teman baru mi. Kenalin mi, ini teman - teman Sasha. Ini namanya Sharon, ini Shandy dan ini Simon. Ya udah ma, Sasha main lagi yah. "Sasha memperkenalkan teman - teman barunya dan bermain lagi".


Hak Cipta Dilindungi Oleh : Blogger, Mangatoon, Noveltoon, dan ********


 


03

__ADS_1


 


__ADS_2