
Episode Sebelumnya
Sasha tidak berlarian sendirian mi. Sasha bersama teman baru mi. Kenalin mi, ini teman - teman Sasha. Ini namanya Sharon, ini Shandy dan ini Simon. Ya udah ma, Sasha main lagi yah. "Sasha memperkenalkan teman - teman barunya dan bermain lagi".
Prolog : Saat Sasha pergi, Simon menggerakkan bangku. Sandra yang melihat bangkunya goyang berpindah tempat, Sandra pun ketakutan dan cepat - cepat pergi tapi di tahan Sonya.
Sandra kenapa kamu ketakutan ? Kamu lihatkan tidak ada siapa - siapa. Aku takut mentalnya salah. "Sonya melihat Sandra ketakutan setelah kepergian Sasha".
Sonya, maafkan aku. Sepertinya aku tidak bisa membantumu. Ini bukan masalah psikologis, tetapi ini masalah spiritual. Maafkan aku Sonya. Aku pamit dan jagalah kesehatanmu agar bayi di perutmu sehat. "Sandra yang ketakutan memberi beberapa nasihat lalu berpamitan pulang kepada Sonya".
Baiklah hati - hati Sandra. Pak Abdul gimana dengan kamar Sasha ? "Sonya yang bingung atas kepergian Sandra lalu ke kamar Sasha setelah kepergian Sandra dan menanyakan kepada Pak Abdul kondisi kamar Sasha".
Sebentar lagi kamar non Sasha selesai bu. Apa dekorasinya ada yang mau ibu Sonya tambahkan ? "Pak Abdul yang mengerjakan sambil menjawab pertanyaan Sonya".
Tidak pak Abdul. Buatlah sesuai keinginan Sasha. Setelah kamar Sasha selesai, dapatkah bapak mendekor satu kamar kosong untuk bayi saya ini pak ? "Sonya pun meminta Pak Abdul mendekor satu kamar lagi untuk bayinya yang akan lahir".
Iya bu saya bisa. Untuk desain kamar satu lagi, ibu kasih tau ajah gambarannya pada saya. "Pak Abdul pun menyetujui permintaan Sonya mendekor satu kamar lagi untuk bayi Sonya yang akan lahir".
Prolog : Sementara itu Sasha yang berlarian bersama teman - teman baru yang tidak dapat di lihat orang lain bermain ke rumah pohon di taman rumahnya. Rumah pohon itu tempat berkumpulnya atau lebih tepatnya tempat kematiannya Sharon, Shandy dan Simon. Di dekat rumah pohon itu ada ayunan dan papan jungkat jungkit. Sasha dan Simon menaiki jungkat jungkit sementara Sharon dan Shandy naik ayunan. Sasha pun berbicara dan tertawa sendiri. Mang Idrus yang sedang membersihkan taman tidak sengaja melihat Sasha. Akhirnya Mang Idrus berjalan ke rumah untuk memberitahu Sonya tentang Sasha.
Bu Sonya maaf mengganggu. Ada yang mau mang idrus sampaikan kepada bu Sonya. "Idrus pun memulai perbincangan".
Ada hal apa yang ingin mang Idrus sampaikan ? katakanlah. "Sonya pun menyuruh mang Idris untuk mengatakan apa yang ingin di sampaikannya".
Mang Idrus baru siap membersihkan taman. Tadi di taman Mang Idrus melihat neng Sasha bermain tetapi sambil berbicara dan tertawa sendiri. Mang Idrus takut kalau neng Sasha sedang diikutin makhluk halus. Ini cuma saran mang idrus yah bu, sebaiknya kita panggil mbah Mijan untuk mengusir para makhluk halus itu jika ada. "Mang Idrus pun menyampaikan apa yang dilihatnya dan memberi saran untuk memanggil Mbah Mijan si orang pintar untuk mengusir makhluk tak kasat mata itu".
Baiklah mang idrus, besok kita panggil mbah Mijan itu. Makasih yang mang idrus atas laporan dan sarannya. "Sonya yang cemas akan tingkah Sasha itu berterima kasih pada mang idrus dan menyetujui saran mang idrus".
__ADS_1
Prolog : Sementara itu Sasha yang masih bermain di taman mendengar Sharon, Shandy dan Simon menyanyikan sebuah lagu kematian. Bunyi lagu itu ( Bermain bersama di alam kematian, aku mau kamu mau kita sama - sama kesana, bermain gembira bersama - sama). Sasha yang mendengar dan bingung akhirnya pun bertanya.
Kalian tau dari mana lagu ini, bukannya kalian adalah orang asing ? "Sasha yang penasaran pun bertanya".
Ini lagu kematian kami saat kami ditembak di tempat ini. "Sharon, Shandy dan Simon pun serentak menjawab pertanyaan Sasha".
Kenapa kalian bisa di tembak di tempat ini ? lalu dimana keberadaan jasad kalian ? Dan dimana kuburan kalian ? "Sasha pun bertanya untuk mengatasi rasa penasarannya".
Kami sedang bermain di tempat ini. Kemudian ada segerombolan perampok masuk ke runah kami ini. Rumah kami di rampok dan seluruh anggota keluarga kami ditembak satu persatu. Jasad kami masih berada di sekitar rumah ini. Kuburan kami tidak memilikinya. "Sharon pun menceriatakan tentang mereka kepada Sasha".
Hmmm..... kasian sekali. Jadi bagaimana cara kembali ke alam kalian ? "Sasha yang merasa kasihan pun bertanya mencoba membantu mereka".
Kami harus menemukan jasad kami terlebih dahulu dan kuburkan secara layak. Tapi masalahnya kami sendiri tidak tau dimana para perampok itu menyembunyikan jasad kami. "Sharon, Shandy dan Simon pun menjawab dengan serentak dan terlihat raut muka sedih di wajah mereka".
Baiklah aku akan berusaha membantu kalian semampuku. Sudah jangan bersedih lagi. Ayo kita pulang ke rumahku dulu dan bermain di kamarku. "Sasha pun mengajak Sharon, Shandy dan Simon pulang bersamanya".
Mami, Sasha pulang. Wah indah sekali jadinya kamarku. Sharon, Shandy, Simon lihatlah kamar baruku, indah bukan ? Terima kasih mi, terima kasih Pak Abdul. Sasha akan bermain di kamar ini. "Sasha yang tiba dirumah dan tidak menemukan keberadaan ibunya Sonya lalu menuju kamarnya dan menemukan Sonya sedang bersama Pak Abdul di kamarnya lalu melihat sekeliling kamarnya penuh takjub hingga menceritakan pada temannya yang tak kasat mata hingga membuat Sonya dan Pak Abdul kaget".
Wah Sasha sudah pulang. Bagaimana kamarnya ? Bagus tidak ? Ucapkan terima kasih kepada pak Abdul lalu beristirahatlah, mami akan menuju kamar sebelah untuk mendekorasi kamar untuk adek bayi. "Sonya pun mengalihkan suasana agar Pak Abdul tidak bertanya apapun dengan bertanya pada Sasha pendapatnya tentang kamar barunya lalu mengajak pak Abdul kekamar sebelah untuk mendekor kamar calon adiknya itu".
Sudah mi sangat bagus sesuai pesanan Sasha. Sasha akan beristirahat mi.Pak Abdul terima kasih yah. "Sasha pun berterima kasih pada pak Abdul lalu beristirahat di kamar barunya itu".
Iya neng Sasha, selamat menikmati kamar barunya neng Sasha. "Pak Abdul pun menerima ucapan terima kasih dari Sasha dan keluar kamar Sasha bersama Sonya menuju kamar kosong di sebelah".
Prolog : Sasha pun tidur di kamarnya. Sonya dan Pak Abdul pun keluar menuju kamar kosong di sebelah kamar Sasha. Sharon, Shandy dan Simon akhirnya kembali ke rumah pohon tempat tinggal mereka. Akhirnya Sonya dan Pak Abdul pun tiba di kamar kosong. Sonya dan Pak Abdul pun membersihkan kamar itu sebelum mendekor kamar itu.
Pak Abdul, ayo silahkan masuk. Ini kamarnya. Bapak bisa bantu saya membersihkan kamar ini terlebih dahulu sebelum bapak mendekor kamar ini ? "Sonya dan Pak Abdul pun masuk kemudian membersihkan kamar dan Sonya meminta bantuan pak Abdul untuk membersihkan kamar".
__ADS_1
Iya bu Sonya, saya akan membantu ibu membersihkannya. "Pak Abdul pun menerima permintaan Sonya untuk membantu membersihkan kamar itu".
Prolog : Saat Sonya dan Pak Abdul sedang asyik - asyiknya membersihkan kamar, terdengar suara jeritan Nenek Mira yang di dorong dari tangga dan terjatuh hingga membuat nenek Mira Shock dan menjadi Struk setelah berteriak. Yang mendorong nenek Mira adalah sosok perempuan. Sonya dan Pak Abdul pun langsung bergegas berlari menuju sumber suara. Pak Abdul dan Sonya pun langsung membawa nenek Mira menuju rumah sakit Permata Harapan. Sasha pun terbangun dari tidurnya tidak mendapati seorangpun berada di rumah. Sasha pun menuruni anak tangga rumahnya menuju dapur untuk mengambil minum karena kehausan. Saat berjalan menuju dapur, Sasha mendengar suara piano berbunyi membentuk sebuah lagu yang sama seperti yang dinyanyikan Sharon, Shandy dan Simon. Sasha mengira itu mereka. Sasha pun menghampiri bunyi suara itu. Ketika Sasha tiba pada sumber suara yang di dengarnya, Sasha tidak mendapati keberadaan teman - temannya melainkan sosok perempuan yang tadi mendorong nenek Mira. Sasha tidak tau apapun yang terjadi saat dirinya tidur.
Maaf kakak siapa ya ? kenapa kakak bisa berada di rumahku ? "Sasha pun ketakutan dan memberanikan diri untuk bertanya pada sosok tak kasat mata itu
Aku Arumi. Aku ingin mencari anakku yang mati di rumah ini. Apa kamu melihatnya ? "Sosok Arumi menjawab Sasha sambil memainkan piano di rumahnya itu".
Pergilah, anakmu tidak berada disini. "Sasha pun memukul - mukul sosok yang menakutinya itu agar pergi dari pianonya".
Kembalikan anakku... "Suara Arumi sosok yang menakutkan itu mengejar Sasha hingga ke tangga".
Anakmu tidak ada disini. Pergilah... "Sasha yang diseret - seret Arumi pun berteriak minta tolong dan menyuruh Arumi untuk pergi".
Prolog : Sasha yang diseret - seret Arumi pun berusaha untuk menyelamatkan dirinya dan berteriak meminta tolong. Sharon, Shandy dan Simon yang mendengar teriakan Sasha pun akhirnya datang dan menolong Sasha yang telah keluar banyak darah akibat seretan dan benturan yang di buat sosok Arumi itu. Arumi pun pergi karena diisengin Sharon, Shandy dan Simon. Mereka pun menggendong Sasha ke kamarnya. Saat mereka menggendong Sasha, ibu Sasha pun pulang dan kaget melihat Sasha terbang dan terluka padahal sebenarnya Sasha di gendong oleh Sharon, Shandy dan Simon. Sonya ibu Sasha yang melihat kejadian itu akhirnya pingsan.
Nyonya.... nyonya kenapa ? mang idrus tolong.... tolong...... nyonya pingsan. "Mpok Ipah dan Mbak darsih yang telah selesai dari pekerjaannya hendak pulang berjalan sambil berbincang. Langkah mereka seketika berhenti melihat majikannya yang pingsan di pinggir taman itu. Mpok Ipah dan Mbak Darsih pun serentak berteriak memanggil Mang Idrus yang sedang berada di luar sambil memapah Sonya".
Ada apa kalian berteriak ? Ayo bantu aku mengangkat nyonya ke kamarnya. "Mang Idrus yang mendengar teriakan Mpok Ipah dan Mbak Darsih bergegas masuk dan terkejut melihat Sonya pingsan langsung menghampiri Sonya dan meminta Mpok Ipah dan Mbak Darsih membantu mengangkat Sonya ke kamar".
Hak Cipta Dilindungi Oleh : Blogger, Mangatoon, Noveltoon, dan ********
04
__ADS_1