
JANGAN SALAH MENILAI
Mungkin kau selalu menduga
Diriku tak pernah memahamimu
Bahkan kau selalu curiga
Ada yang lain dan kuduakan cintamu
Jangan kau salah menilaiku
Dengan semua sikap diamku ini
Jauh di dalam lubuk hatiku
Terukir indah, terukir indah namamu
Sayang
Mengapa masih saja kau ragukan diriku?
Ketulusan hatiku
Kupersembahkan hanya untukmu
Sayang
Andaikan kau bisa melihat hatiku
Kau akan menyadari
Betapa ku sangat mencintaimu
Jangan kau salah menilaiku
Dengan semua sikap diamku ini
Jauh di dalam lubuk hatiku
Terukir indah, Terukir indah namamu
Sayang
Mengapa masih saja kau ragukan diriku?
Ketulusan hatiku
Kupersembahkan hanya untukmu
Sayang
Andaikan kau bisa melihat hatiku
Kau akan menyadari
Betapa ku sangat mencintaimu
Sayang
Mengapa masih saja kau ragukan diriku?
Ketulusan hatiku
Kupersembahkan hanya untukmu
Sayang
Andaikan kau bisa melihat hatiku
Kau akan menyadari
Betapa ku sangat mencintaimu
Kau akan menyadari
Betapa ku sangat mencintaimu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
NIRMALA
Diciptakan seorang insan
Lembut hati bak redup pandangan
Pabila berkata
Seluruh alam menyaksikan kesyahduan
Bagai tersentuh rasa percaya
Tika terdengarkan
Aduhai
__ADS_1
Telah jauh berkelana entah di mana
Ada rasa hanya kuntum kasihnya
Khabar itu merelakan perjalanannya
Ada jiwa hanya kuntum kasihnya
Biar panas membakar
Biar ranjau mencabar
Telah mekar hati seindah purnama
Dipujuk segala rajuk
Sepi rindu adakala
Meracun imannya
Biar panas membakar
Biar ranjau mencabar
Hati mekar seindah purnama
Siapa menyapa bagai pelita
Arah yang menghilang tika gelita
Duhai kasih bulan saksi
Tatap tidak ditatap
Kotakan di dada yang terdetik
Temukan sang cinta
Angin pun mula bercerita
Semesta nyata terpedaya
Kekasih tak berbahasa
Getir fikir derita mengharap
Suara
Tangis bagai gerimis
Hati bak tasik pedih
Cuba cari hakikat
Temukan azimat
Diam tak berirama
Gusar tambah gementar
Tak tertanggung rasa
Nun dari sana
Telah turun berbicara
Sang kesuma bidadari syurgawi
Sesungguhnya berkasihlah
Di antara manusia
Perindah segala kata-kata
Bahagia itu janjinya
Mengapa kita sengketa
Rentaslah jalan terbuka
Tanpa dusta
Telah teguh di garis karma
Telah jauh berkelana entah di mana
Ada rasa hanya kuntum kasihnya
Khabar itu merelakan perjalanannya
Ada jiwa hanya kuntum kasihnya
Biar panas membakar
Biar ranjau mencabar
__ADS_1
Telah mekar hati seindah purnama
Dipujuk segala rajuk
Sepi rindu adakala
Meracun imannya
Biar panas membakar
Biar ranjau mencabar
Hati mekar seindah purnama
Tangis bagai gerimis
Hati bak tasik pedih
Cuba cari hakikat
Temukan azimat
Diam tak berirama
Gusar tambah gementar
Tak tertanggung rasa
Tangis bagai gerimis
Hati bak tasik pedih
Cuba cari hakikat
Temukan azimat
Diam tak berirama
Gusar tambah gementar
Tak tertanggung rasa
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
SADIS
Terlalu sadis caramu
Menjadikan diriku
Pelampiasan cintamu
Agar dia kembali padamu
Tanpa perduli sakitnya aku
Tega niannya caramu
Menyingkirkan diriku
Dari percintaan ini
Agar dia kembali padamu
Tanpa perduli sakitnya aku
Semoga Tuhan membalas smua yang terjadi
Kepadaku suatu saat nanti
Hingga kau sadari sesungguhnya yang kau punya
Hanya aku tempatmu kembali
Sebagai cintamu oh
Hanya aku tempatmu kembali
Semoga Tuhan membalas smua yang terjadi
Kepadaku suatu saat nanti
Hingga kau sadari sesungguhnya yang kau punya
Hanya aku tempatmu kembali
Hingga kau sadari sesungguhnya yang kau punya
Hanya aku oh
Sebagai cintamu
🐛🐛🐛
Bye
__ADS_1