KEPENGEN VIRAL

KEPENGEN VIRAL
Jangan Salah Menilai Nirmala Sadis


__ADS_3

JANGAN SALAH MENILAI


Mungkin kau selalu menduga


Diriku tak pernah memahamimu


Bahkan kau selalu curiga


Ada yang lain dan kuduakan cintamu


Jangan kau salah menilaiku


Dengan semua sikap diamku ini


Jauh di dalam lubuk hatiku


Terukir indah, terukir indah namamu


Sayang


Mengapa masih saja kau ragukan diriku?


Ketulusan hatiku


Kupersembahkan hanya untukmu


Sayang


Andaikan kau bisa melihat hatiku


Kau akan menyadari


Betapa ku sangat mencintaimu


Jangan kau salah menilaiku


Dengan semua sikap diamku ini


Jauh di dalam lubuk hatiku


Terukir indah, Terukir indah namamu


Sayang


Mengapa masih saja kau ragukan diriku?


Ketulusan hatiku


Kupersembahkan hanya untukmu


Sayang


Andaikan kau bisa melihat hatiku


Kau akan menyadari


Betapa ku sangat mencintaimu


Sayang


Mengapa masih saja kau ragukan diriku?


Ketulusan hatiku


Kupersembahkan hanya untukmu


Sayang


Andaikan kau bisa melihat hatiku


Kau akan menyadari


Betapa ku sangat mencintaimu


Kau akan menyadari


Betapa ku sangat mencintaimu


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


NIRMALA


Diciptakan seorang insan


Lembut hati bak redup pandangan


Pabila berkata


Seluruh alam menyaksikan kesyahduan


Bagai tersentuh rasa percaya


Tika terdengarkan


Aduhai

__ADS_1


Telah jauh berkelana entah di mana


Ada rasa hanya kuntum kasihnya


Khabar itu merelakan perjalanannya


Ada jiwa hanya kuntum kasihnya


Biar panas membakar


Biar ranjau mencabar


Telah mekar hati seindah purnama


Dipujuk segala rajuk


Sepi rindu adakala


Meracun imannya


Biar panas membakar


Biar ranjau mencabar


Hati mekar seindah purnama


Siapa menyapa bagai pelita


Arah yang menghilang tika gelita


Duhai kasih bulan saksi


Tatap tidak ditatap


Kotakan di dada yang terdetik


Temukan sang cinta


Angin pun mula bercerita


Semesta nyata terpedaya


Kekasih tak berbahasa


Getir fikir derita mengharap


Suara


Tangis bagai gerimis


Hati bak tasik pedih


Cuba cari hakikat


Temukan azimat


Diam tak berirama


Gusar tambah gementar


Tak tertanggung rasa


Nun dari sana


Telah turun berbicara


Sang kesuma bidadari syurgawi


Sesungguhnya berkasihlah


Di antara manusia


Perindah segala kata-kata


Bahagia itu janjinya


Mengapa kita sengketa


Rentaslah jalan terbuka


Tanpa dusta


Telah teguh di garis karma


Telah jauh berkelana entah di mana


Ada rasa hanya kuntum kasihnya


Khabar itu merelakan perjalanannya


Ada jiwa hanya kuntum kasihnya


Biar panas membakar


Biar ranjau mencabar

__ADS_1


Telah mekar hati seindah purnama


Dipujuk segala rajuk


Sepi rindu adakala


Meracun imannya


Biar panas membakar


Biar ranjau mencabar


Hati mekar seindah purnama


Tangis bagai gerimis


Hati bak tasik pedih


Cuba cari hakikat


Temukan azimat


Diam tak berirama


Gusar tambah gementar


Tak tertanggung rasa


Tangis bagai gerimis


Hati bak tasik pedih


Cuba cari hakikat


Temukan azimat


Diam tak berirama


Gusar tambah gementar


Tak tertanggung rasa


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


SADIS


Terlalu sadis caramu


Menjadikan diriku


Pelampiasan cintamu


Agar dia kembali padamu


Tanpa perduli sakitnya aku


Tega niannya caramu


Menyingkirkan diriku


Dari percintaan ini


Agar dia kembali padamu


Tanpa perduli sakitnya aku


Semoga Tuhan membalas smua yang terjadi


Kepadaku suatu saat nanti


Hingga kau sadari sesungguhnya yang kau punya


Hanya aku tempatmu kembali


Sebagai cintamu oh


Hanya aku tempatmu kembali


Semoga Tuhan membalas smua yang terjadi


Kepadaku suatu saat nanti


Hingga kau sadari sesungguhnya yang kau punya


Hanya aku tempatmu kembali


Hingga kau sadari sesungguhnya yang kau punya


Hanya aku oh


Sebagai cintamu


🐛🐛🐛


Bye

__ADS_1


__ADS_2