
GAMBARAN HATI
Sebuah kisah kutuliskan dalam lagu
Kuceritakan gambaran hatiku
Sungguh sakit aku tak mampu
Saat dirimu pergi tinggalkan ku
Hancur semua tiada lagi yang tersisa
Dirimu berubah dan kini berpaling muka
Saat sayang-sayangnya kau t'lah mendua
Kau berikan hatimu untuknya
Perih luka yang engkau berikan
Namun ku bersabar walau ku tak bisa
Sakit kuterima kenyataan
Diriku engkau sisihkan, dirimu tak setia
Bila dirimu tak bisa
Terima kekuranganku
Berikanlah aku waktu
Untukku membuktikannya
Ku percaya aku bisa
Buat dirimu bahagia
Segala upaya kucoba
Walau batinku tersiksa
Kini engkau telah pergi
Tinggalkan sejuta luka
Ku hanya bisa berdoa
Agar dirimu bahagia
Kau dambakan perpisahan
Yang tak pernah kuinginkan
Seiring berjalan harus aku terima
Perih luka yang engkau berikan
Namun ku bersabar walau ku tak bisa
Sakit kuterima kenyataan
Diriku engkau sisihkan, dirimu tak setia
Bila dirimu tak bisa
Terima kekuranganku
Berikanlah aku waktu
Untuk ku membuktikannya
Ku percaya aku bisa
Buat dirimu bahagia
Segala upaya ku coba
Walau batinku tersiksa
__ADS_1
Kini engkau telah pergi
Tinggalkan sejuta luka
Ku hanya bisa berdoa
Agar dirimu bahagia
Kau dambakan perpisahan
Yang tak pernah ku inginkan
Seiring berjalan harus aku terima
Kau dambakan perisahan
Diriku kau buang begitu saja
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
PECAH SERIBU
Ha-ah-ah-ah-ah
Hu-uh-uh-uh-uh
Bimbang, ragu
Sementara malam mulai datang
Hasratku ingin bercermin, tapi
Ibarat bunga
Aku takut banyak kumbang yang hinggap
Aku tak mau
Patah, patah, tangkaiku patah
Aku tak mau
Bimbang, ragu
Sementara malam mulai datang
Hasratku ingin bercermin, tapi
ho-oh-oh
(La-la-la-la-la-la-la-la)
(La-la-la-la-la-la-la-la) ho-oh
Hanya dia
(Dia, dia, dia, dia, dia)
(Dia, dia, dia, hanya dia)
Hanya dia
Yang ada di antara jantung hati
Tempat bermanja, tempatnya rindu
Tempat curahan hati yang damai
Entah apa
Bagaikan kayu basah dimakan api
Api curiga, api cemburu
Api kerinduan yang membara
Oh, angin, kabarkan
Melati di depan rumahku menantimu
__ADS_1
(Ha-ah-ah-ah)
Bimbang, ragu
Sementara malam mulai datang
Hasratku ingin bercermin, tapi
Ibarat bunga
Aku takut banyak kumbang yang hinggap
Aku tak mau
Patah, patah, tangkaiku patah
Aku tak mau
Bimbang, ragu
Sementara malam mulai datang
Hasratku ingin bercermin, tapi
ho-oh-oh
(La-la-la-la-la-la-la-la)
(La-la-la-la-la-la-la-la) ho-oh
Hanya dia
(Dia, dia, dia, dia, dia)
(Dia, dia, dia, hanya dia)
Hanya dia
Yang ada di antara jantung hati
Tempat bermanja, tempatnya rindu
Tempat curahan hati yang damai
Entah apa
Bagaikan kayu basah dimakan api
Api curiga, api cemburu
Api kerinduan yang membara
Oh, angin, kabarkan
Melati di depan rumahku menantimu
(Ha-ah-ah-ah)
Bimbang, ragu
Sementara malam mulai datang
Hasratku ingin bercermin, tapi
Ha-ah-ah
Ha-ah-ah
Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti
Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti
Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti
Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti
...----------------...
Masih mau lagi nggak 🙄😂😂
__ADS_1