KEPENGEN VIRAL

KEPENGEN VIRAL
Gambaran Hati Pecah Seribu


__ADS_3

GAMBARAN HATI


Sebuah kisah kutuliskan dalam lagu


Kuceritakan gambaran hatiku


Sungguh sakit aku tak mampu


Saat dirimu pergi tinggalkan ku


Hancur semua tiada lagi yang tersisa


Dirimu berubah dan kini berpaling muka


Saat sayang-sayangnya kau t'lah mendua


Kau berikan hatimu untuknya


Perih luka yang engkau berikan


Namun ku bersabar walau ku tak bisa


Sakit kuterima kenyataan


Diriku engkau sisihkan, dirimu tak setia


Bila dirimu tak bisa


Terima kekuranganku


Berikanlah aku waktu


Untukku membuktikannya


Ku percaya aku bisa


Buat dirimu bahagia


Segala upaya kucoba


Walau batinku tersiksa


Kini engkau telah pergi


Tinggalkan sejuta luka


Ku hanya bisa berdoa


Agar dirimu bahagia


Kau dambakan perpisahan


Yang tak pernah kuinginkan


Seiring berjalan harus aku terima


Perih luka yang engkau berikan


Namun ku bersabar walau ku tak bisa


Sakit kuterima kenyataan


Diriku engkau sisihkan, dirimu tak setia


Bila dirimu tak bisa


Terima kekuranganku


Berikanlah aku waktu


Untuk ku membuktikannya


Ku percaya aku bisa


Buat dirimu bahagia


Segala upaya ku coba


Walau batinku tersiksa

__ADS_1


Kini engkau telah pergi


Tinggalkan sejuta luka


Ku hanya bisa berdoa


Agar dirimu bahagia


Kau dambakan perpisahan


Yang tak pernah ku inginkan


Seiring berjalan harus aku terima


Kau dambakan perisahan


Diriku kau buang begitu saja


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


PECAH SERIBU


Ha-ah-ah-ah-ah


Hu-uh-uh-uh-uh


Bimbang, ragu


Sementara malam mulai datang


Hasratku ingin bercermin, tapi


Ibarat bunga


Aku takut banyak kumbang yang hinggap


Aku tak mau


Patah, patah, tangkaiku patah


Aku tak mau


Bimbang, ragu


Sementara malam mulai datang


Hasratku ingin bercermin, tapi


ho-oh-oh


(La-la-la-la-la-la-la-la)


(La-la-la-la-la-la-la-la) ho-oh


Hanya dia


(Dia, dia, dia, dia, dia)


(Dia, dia, dia, hanya dia)


Hanya dia


Yang ada di antara jantung hati


Tempat bermanja, tempatnya rindu


Tempat curahan hati yang damai


Entah apa


Bagaikan kayu basah dimakan api


Api curiga, api cemburu


Api kerinduan yang membara


Oh, angin, kabarkan


Melati di depan rumahku menantimu

__ADS_1


(Ha-ah-ah-ah)


Bimbang, ragu


Sementara malam mulai datang


Hasratku ingin bercermin, tapi


Ibarat bunga


Aku takut banyak kumbang yang hinggap


Aku tak mau


Patah, patah, tangkaiku patah


Aku tak mau


Bimbang, ragu


Sementara malam mulai datang


Hasratku ingin bercermin, tapi


ho-oh-oh


(La-la-la-la-la-la-la-la)


(La-la-la-la-la-la-la-la) ho-oh


Hanya dia


(Dia, dia, dia, dia, dia)


(Dia, dia, dia, hanya dia)


Hanya dia


Yang ada di antara jantung hati


Tempat bermanja, tempatnya rindu


Tempat curahan hati yang damai


Entah apa


Bagaikan kayu basah dimakan api


Api curiga, api cemburu


Api kerinduan yang membara


Oh, angin, kabarkan


Melati di depan rumahku menantimu


(Ha-ah-ah-ah)


Bimbang, ragu


Sementara malam mulai datang


Hasratku ingin bercermin, tapi


Ha-ah-ah


Ha-ah-ah


Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti


Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti


Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti


Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti


...----------------...


Masih mau lagi nggak 🙄😂😂

__ADS_1


__ADS_2