
Di sebuah pedesaan yang damai, terdapat dua makhluk yang dikenal dengan kecerdasan luar biasa: Bebek Bertie dan Ayam Andy. Mereka hidup bersama dalam sebuah peternakan yang nyaman, yang mereka bagikan dengan berbagai hewan lainnya. Hidup bersama membuat mereka memiliki persahabatan yang kuat dan persamaan pemikiran yang mengagumkan.
Namun, peternakan mereka memiliki satu masalah besar - seorang pemburu yang selalu mencoba menangkap hewan-hewan di sana. Pemburu ini adalah sosok misterius yang selalu menggunakan berbagai trik licik untuk menangkap hewan-hewan tak berdosa di peternakan tersebut.
Ketika Bertie dan Andy menyadari ancaman ini, mereka memutuskan untuk bekerja sama untuk menjebak si pemburu dan mengusirnya dari peternakan sekali dan untuk semua. Mereka tahu bahwa hal ini tidak akan mudah, tetapi mereka memiliki kecerdasan dan semangat yang tak tergoyahkan.
Hari pertama rencana mereka adalah merancang rencana licik yang akan membuat si pemburu merasa tahu bahwa hewan-hewan di peternakan tersebut telah meninggalkan tempat itu. Bertie, yang memiliki kepandaian besar dalam membuat rencana, mulai bekerja pada rencana tersebut. Andy, sementara itu, menyediakan hiburan dengan bernyanyi dan menari di depan gudang, mengalihkan perhatian si pemburu.
Malam itu, ketika si pemburu mendengar nyanyian gembira dan melihat tarian yang riang dari jendela gudang, ia yakin bahwa hewan-hewan itu telah meninggalkan tempat itu. Dia dengan cepat pergi ke peternakan yang lain dalam mencari hewan-hewan yang lebih mudah ditangkap. Rencana pertama mereka berhasil, dan Bertie dan Andy merasa puas dengan diri mereka sendiri.
Hari kedua, mereka memutuskan untuk menggunakan trik yang lebih rumit. Bertie menggali lubang yang dalam di tanah dan menutupinya dengan dedaunan. Sementara itu, Andy berjalan-jalan di dekat lubang tersebut dan berteriak, "Hei, pemburu! Saya melihat hewan-hewan di sini!" Dan dengan segera, ia melompat ke dalam lubang yang telah digali Bertie.
Si pemburu mendengar teriakan itu dan dengan cepat berlari ke arah suara tersebut. Namun, ketika ia mencapai lokasi, dia hanya melihat lubang kosong. Ia mencoba mengintip ke dalam, tetapi Andy dengan cepat berkata, "Mereka kabur melalui terowongan bawah tanah!" Si pemburu mulai mencari-cari masukan ke terowongan itu, tetapi tentu saja, tidak ada terowongan. Rencana ini membuat si pemburu merasa frustrasi dan membingungkan, dan akhirnya, ia meninggalkan peternakan itu dalam keadaan frustasi.
Bertie dan Andy tertawa dengan senang atas kesuksesan rencana kedua mereka. Mereka menyadari bahwa mereka sedang membuat si pemburu semakin gila dan tidak sabar. Tapi mereka juga tahu bahwa mereka harus lebih hati-hati dalam rencana-rencana berikutnya.
Hari ketiga, mereka memutuskan untuk menggunakan ilusi suara yang menakjubkan. Bertie mengejar si pemburu dengan suara ribuan bebek yang berisik, membuatnya percaya bahwa dia memiliki kesempatan besar untuk menangkap mereka semua. Sementara itu, Andy bersembunyi di balik semak-semak dan membuat suara ayam yang sangat keras, seolah-olah banyak ayam berada di sekitar si pemburu.
__ADS_1
Si pemburu, yakin bahwa dia memiliki hewan-hewan itu dalam jangkauan tangannya, meraba-raba ke semak-semak dengan cepat. Namun, setiap kali dia berusaha menangkap sesuatu, itu hanya merupakan dedaunan atau ranting. Dia semakin frustrasi dan bingung, dan akhirnya, ia memutuskan untuk meninggalkan peternakan itu dalam kekecewaan.
Rencana ketiga mereka berhasil melebihi harapan mereka, dan mereka merasa semakin dekat dengan mengusir si pemburu dari peternakan mereka. Bertie dan Andy merasa senang dengan hasilnya dan berterima kasih atas kecerdasan mereka yang unik.
Hari keempat, mereka mengadakan pertemuan dengan hewan-hewan lain di peternakan tersebut untuk merancang rencana akhir. Mereka ingin membuat si pemburu benar-benar percaya bahwa peternakan ini ditinggalkan oleh hewan-hewan itu. Mereka semua sepakat untuk berperan dalam rencana besar ini.
Bertie memimpin pertemuan, "Kita harus membuat si pemburu percaya bahwa peternakan ini terlalu berbahaya untuk dijelajahi, bahwa hewan-hewan di sini adalah hewan-hewan buas yang akan menyerangnya. Kita akan membuat dia takut dan tidak ingin kembali ke sini lagi."
Mereka mulai merancang detail rencana tersebut. Mereka akan mengatur berbagai adegan palsu, seperti bekuasaan peternakan yang berbahaya, suara-suara mengerikan di malam hari, dan munculnya hantu-hantu peternakan. Mereka tahu bahwa mereka harus membuat si pemburu benar-benar takut.
Hari kelima, rencana besar itu mulai dilaksanakan. Pertama-tama, mereka menciptakan suara-suara mengerikan di malam hari. Suara-suara seram mengisi udara, dan si pemburu tidak bisa tidur sepanjang malam. Dia merasa bahwa peternakan ini adalah tempat yang angker dan penuh dengan bahaya.
Malam itu, peternakan itu menjadi tempat yang sangat ramai. Bertie dan Andy bersama dengan teman-teman mereka merancang sebuah adegan mengerikan untuk mengecoh si pemburu. Mereka mengepakkan sayap mereka dan menari dengan keras di udara, menyebabkan berbagai warna cat berkilauan yang mereka kenakan berkilauan dan mengeluarkan cahaya yang misterius. Lampu saku yang mereka bawa dengan sengaja ditempatkan di beberapa lokasi strategis untuk menciptakan penampakan yang menakutkan.
Seiring malam semakin larut, peternakan itu terasa seperti dunia yang aneh dan mistis. Suara-suara aneh mengisi udara, dan hantu-hantu berkilauan melayang di sekitar peternakan. Si pemburu yang bersembunyi di semak-semak, ketakutan dan tidak bisa percaya apa yang dia lihat. Dia benar-benar yakin bahwa peternakan ini adalah rumah bagi hantu-hantu yang haus darah.
Namun, sesungguhnya, itu semua hanyalah penampilan dramatis yang disajikan oleh hewan-hewan peternakan yang cerdik. Mereka mengecoh si pemburu dengan cara yang spektakuler, dan rencana besar mereka mulai mencapai puncaknya. Si pemburu, seakan-akan telah menghadapi makhluk-makhluk gaib yang sangat kuat, tidak bisa lagi menghadapinya. Dia memutuskan untuk melarikan diri dan meninggalkan peternakan itu dalam keadaan panik.
__ADS_1
Bertie dan Andy melihat si pemburu berlari menjauh dari peternakan itu, dan mereka merasa kemenangan yang besar. Mereka berdua merasa bahwa mereka telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam melindungi peternakan mereka dan teman-teman mereka. Dalam beberapa hari ke depan, peternakan itu kembali menjadi tempat yang damai dan bahagia.
Tetapi cerita ini belum berakhir. Beberapa minggu kemudian, ketika semuanya sudah tenang, Bertie dan Andy merasa bahwa mereka harus mengirimkan pesan pada si pemburu agar dia tahu bahwa dia telah dijebak. Mereka ingin mengungkapkan kecerdasan mereka dengan cara yang lucu dan menghibur.
Mereka memutuskan untuk mengirim surat palsu kepada si pemburu. Surat itu tampak seperti surat aneh yang datang dari hantu-hantu yang menghuni peternakan. Bertie menulis surat itu, sedangkan Andy membantu merancang ilusi suara untuk menyertainya.
Surat itu berbunyi, "Kepada Sang Pemburu yang Terhormat, Kami, para hantu yang menghuni peternakan, ingin mengucapkan terima kasih atas kunjungan Anda yang singkat. Kami tahu bahwa Anda adalah pemburu yang tangguh, tetapi kami juga cerdas dan licik. Kami telah menjebak Anda dengan trik-trik kami yang luar biasa. Semoga Anda memiliki perasaan yang lucu saat Anda menyadari bahwa Anda telah menjadi bahan tertawaan kami. Selamat tinggal, dan jangan pernah mencoba kembali!"
Surat itu ditandatangani dengan cahaya berkilauan palsu yang sangat dramatis. Kemudian, Bertie dan Andy membuat suara-suara misterius yang melayang di udara, seolah-olah para hantu itu tengah berterbangan di atas peternakan. Surat itu diletakkan di pintu si pemburu, dan mereka segera kembali bersembunyi di semak-semak.
Si pemburu, ketika menemukan surat itu dan mendengar suara-suara misterius, merasa bingung dan takut. Ia merasa seperti sedang mengalami mimpi yang aneh dan tidak bisa memahami apa yang terjadi. Setelah beberapa saat, ia akhirnya menyadari bahwa semua itu adalah trik yang dimainkan oleh hewan-hewan di peternakan. Wajahnya memerah, dan ia merasa sangat malu.
Malam itu, Bertie dan Andy mendengar teriakan si pemburu dari jauh. "Kamu, bebek cerdik! Dan kamu juga, ayam yang nakal! Kalian benar-benar menjebak saya dengan baik!" Mereka berdua tertawa dengan gembira, tahu bahwa mereka telah berhasil memberikan pelajaran kepada si pemburu.
Dari saat itu, si pemburu tidak pernah kembali ke peternakan itu. Bertie, Andy, dan teman-teman mereka hidup dalam kedamaian dan kebahagiaan. Mereka merasa puas bahwa mereka telah melindungi rumah mereka dan telah menunjukkan bahwa kecerdasan dan kreativitas bisa mengalahkan bahkan ancaman terbesar.
Cerita tentang Bertie dan Andy, bebek dan ayam yang cerdik, segera menjadi legenda di peternakan tersebut. Mereka menjadi inspirasi bagi hewan-hewan lain untuk bekerja sama, berpikir cerdas, dan tidak takut untuk melawan ancaman. Dalam banyak kesempatan, mereka mengadakan pertemuan dan menceritakan kisah lucu mereka tentang bagaimana mereka berhasil menjebak si pemburu.
__ADS_1
.