Ketika Cinta Dalam Perbedaan

Ketika Cinta Dalam Perbedaan
Keluarga Almira Balqis Adia Putri


__ADS_3

jika perbedaan adalah penghalang,


maka hilangkan lah,


agar kita dapat bersatu.


by Almira


...----------------...


Ini merupakan hari kepulangannya Almira dari solo, tempat dimana dia tinggal selama ini dengan orang tua dari ayahnya yang dia panggil kakek dan nenek, dan tepat pada hari ini pula, umurnya bertambah satu tahun,yang dulunya Almira berumur 18 tahun, maka hari ini Almira berumur 19 tahun.


Perkenalkan dulu, namanya adalah Almira Balqis Adia Sujaya Putri, dia adalah ke 3 dari empat bersaudara. nama ayah Almira adalah Agung Sujaya, dan nama ibu Almira adalah Rianti Balqis sujaya.


"Kakak..........." teriak adik Almira yang bernama Roni.


Roni adalah adik Almira yang masih berumur 14 tahun, nama lengkap dari Roni adalah, Agus Syahroni Sujaya, hobi nya adalah mengganggu sang kakak, kenapa dia suka mengganggu Almira???


karna Almira satu satunya anak perempuan di keluarga sujaya.


"Eh adek kakak udah besar ya, perasaan kemaren kamu masih minum susu deh." canda Almira sehingga membuat adiknya cemberut.


Adira yang melihat itu pun langsung mencubit pipi tembem sang adik dengan gemas. "kakak jangan cubit pipi aku terus dong, kan nantinya gak ada yang mau pacaran sama aku kalau aku jelek, emang kakak mau adiknya yang tampan ini jadi jomblo seumur hidup??" ucap Roni seraya bertanya kepada kakaknya.


"Maaaaaaaaaa" teriak Almira.


"Kakak ngapain teriak sih,berisik tau,udah suara seperti kaleng rombeng lagi." ucap Roni dan menggumam di kalimat akhirnya supaya sang kakak tidak mendengarnya.


Rianti/ibu Almira yang mendengar teriakan anaknya pun tidak memperdulikannya, karna sang ibu tau betul bagaimana kelakuan anak bungsunya kalau sudah berkumpul dengan kakak perempuan satu satu nya itu.


"Maaamaaaaaaa" teriak Almira lagi, hingga rianti yang tadinya acuh pun pergi untuk menemui sang anak yang sudah berteriak teriak tidak jelas.


"Ada apa sayang, baru pulang kok udah teriak aja, kenapa heummm???" tanya sang ibu dengan lemah lembut.


"Adek udah mulai pacaran ma!!!!" sahut Almira seraya menatap Roni.


Rianti yang mendengar ucapan Almira pun langsung menatap anak bungsunya itu dengan tatapan yang mengerikan bagi seorang Roni.


Roni yang mengerti arah pembicaraan sang kakak pun langsung membantahnya. "nggak ma, Roni gak pacaran kok, tadi Roni hanya bohongin kakak doang ma, jangan percaya omongan kakak ma." sahut Roni menjelaskan kesalah pahaman itu.


"Mau adek ada pacar, mau tidak, yang jelas adek nanti malam harus diintrogasi oleh ayah dan Abang Abang, jadi adek jangan pura pura tidur cepat nanti malam, karna besok hari minggu!!!" jelas sang ibu dan meninggalkan kedua anaknya itu.


"Eeeeeeeee" ejek Almira kepada adiknya dengan cara melelet kan lidahnya.


"Habis kamu dek, kamu tau kan gimana kalau ayah, bang Reno dengan bang Kevin interogasi, pasti panjang buaaaangeeet, kakak yang dengarnya aja udah merinding ketakutan nie." kata Almira menakut nakuti adiknya dengan gaya yang dibuat semenakutkan mungkin. Dan setelah itu, Almira pun langsung pergi menuju ke kamarnya untuk beristirahat.

__ADS_1


"Awas lu kak, akan aku balas perbuatan mu yang kejam itu huaaaaaaaaaaa" gumam Roni dan diakhiri dengan kalimat pura pura nangis, supaya sang ibu tidak melaporkan ke ayah dan Abang Abang nya.


"adek gak usah pura pura nangis ya!!!


keputusan mama udah bulat, mama tetap akan lapor ke ayah dan Abang Abang." sahut sang bunda yang tau akan maksud dari tangis anaknya.


"yahhhhhh, gagal deh amannya." gumam Roni dan berjalan kearah kamarnya dengan lesu.


...----------------...


"Adeeeekk, dipanggil ayah tuh!!" panggil Almira ke Roni adiknya.


"Kak, kakak bilangin sama ayah dong, adek lagi sakit nie." sahut Roni dengan suara dibuat seperti orang sakit.


Mendengar seperti itu Almira pum langsung turun ke bawah untuk bilang ke ayahnya "yah, adek bilang dia lagi sakit. Jadi jangan marahi dia dulu." lapor Mira ke ayahnya.


"Coba kamu bilang sama adek mu, kalau dia gak mau turun, uang jajannya ayah potong." tegas sang ayah.


Aku juga kan yang capek, dasar nih si Roni, bikin orang capek aja. Gumam Almira dan berjalan ke arah kamar adiknya.


"Dek hoh hoh, kalau kamu gak keluar hoh hoh, uang jajan kamu di potong sama ayah hoh hoh" kata Mira dengan ngos-ngosan.


Aduh, ayah kenapa ngancem segala, habis dah gua kena marah. batin Roni dan dia pun keluar kamar dan berjalan ke arah ruang tamu untuk menemui keluarganya.


Saat Almira dengan adiknya sudah sampai di ruang keluarga terdengarlah suara sang ayah. "duduk!!." kata sang ayah dengan tegas.


"benar kamu punya pacar dek??" tanya bang reno. oh ya, kenalan dulu!


namanya adalah Reno Adi Sujaya, umur 24 tahun, sifatnya seperti Roni yang masih kekanak Kanakan tapi berbeda kalau adiknya ada berbuat kesalahan seperti sekarang ini, maka Reno akan menjadi tegas serta menakutkan.


"Nggak bang!!" sahut Reno dengan sedikit gemetar.


"Kalau gak, kenapa tadi kakak bilang kalau kamu pacaran??" kata bang Kevin dengan dingin dan tegas. Kenalan dulu!


namanya Kevin Rahmat Sujaya, umur 26 tahun, sifatnya kebalikan dari Reno, bang Kevin tu sifatnya tegas, dingin dan tidak bisa di bantah.


"Tadi adek cuma bercanda sama kakak bang!!ya kan kak??" jawab sekaligus tanya ke Almira Roni dengan kaki yang gemetaran, karna menjawab soal dari kakaknya yang garang.


"Mana kakak tau, kalau tadi kamu bercanda!!" jawab Almira dengan santai.


kakak gak bisa di harepin, gak ngerti apa kode dari aku, aku buat puisi untuk kakak aja deh, siapa tau bisa nga lihin pembicaraan, lagi pun, aku kan emang gak pacaran,jadi untuk apa takut. Batin Roni.


"Lagi pun, kan aku cuma cintanya sama kak Almira doang, ya kan kak??" tanya Roni sambil nge dipin sebelah matanya kearah Almira.


"Eh eh,kok jadi kakak sich!!" sahut Almira dengan bingung.

__ADS_1


Sedangkan orang tua dengan Abangnya, mereka hanya menyaksikan drama yang akan di buat oleh Roni sebentar lagi, karna mereka tau betul gimana sifatnya Roni dan mereka juga tau kalau Roni tidak berpacaran. sesibuk sibuk ayahnya Roni dan Almira, tapi dia masih memperhatikan anaknya, walaupun dari orang kepercayaannya.


Roni akhirnya pun berlutut dibawah kaki Almira.


Almira yang terkejut pun langsung berdiri,dan disaat itulah, Roni memulai aksinya membaca puisi untuk kakak tercintanya itu.


Bulan,


walaupun malam menyelimutimu


tapi kamu tetap terang


Bulan,


janganlah engkau takut sendirian


karna bintang menemanimu


Bulan,


tetaplah engkau bertahan


walaupun awan menutupi mu


karna aku tau,kamu diciptakan hanya untuk menemaniku


Bulan,


cahaya mu menyinari malam ku


karna tanpamu,hampa terasa hatiku


yang sedang dilanda rindu.


Cipta, Roni yang sedang gabut, heheheh.


"prok prok prok" tepuk tangan ibu, ayah dan abangnya Almira.


"Loh loh, kok mama ayah dan Abang malah tepuk tangan sich, atau jangan jangan,kalian udah rencanakan ya." bingung Almira.


"Selamat ulang tahun ya sayang, semoga panjang umur selalu, dan selalu berbuat kebaikan" ucap sang ayah dan di angguki oleh anggota keluarga yang lain.


"Jadi ini semua udah direncanain buat ulang tahun aku ya!!


terima kasih mama, ayah, abang dan adek terlucu ku dan ngeselin ini!!!!." ucap Almira seraya memeluk anggota keluarganya satu persatu, dan diakhiri dengan memeluk Roni sambil mencubit pipi nya.

__ADS_1


__ADS_2