
[ 15 Tahun Lalu ]
Nama : Andrea Dovizio
Umur : 25 tahun
tinggi : 180 cm
Gelar : Pemilik Perusahaan Ternama Bidang Industri
Wajah Tampan . Kulit Putih Layaknya Bangsawan . Sopan .
Andrea sekaligus Pemilik perusahaan industri
ternama menikah dengan Wanita Desa Cantik seperti Bulan Di malam Hari kecantikannya membuat Andrea Jatuh hati .
Akibat Pertentangan Keluarga Bill , Andrea Memutuskan Hubungan Tali kekeluargaan
dan membangun Perusahaan Sendiri Berada di puncak Dunia .
Membuat keluarga Bill mengambil Tindakan..
menghancurkan sedikit demi sedikit Usaha Andrea .
Menculik Arabelle dan Mengancam untuk membunuhnya untuk Menyerahkan Perusahaan Industri Ternama kepada Keluarga Bill Demi Keselamatan Istrinya dan Bayinya
Demi menyelamatkan Istri dan bayi yang di kandungannya Andrea Menyerahkan Seluruh aset Perusahaan Demi Keselamatan Keluarganya.
Setelah Kejadikan Tersebut Keluarganya Pindah Ke desa , Andrea bekerja Sebagai Buruh selama 1 Tahun Dan Arabelle melahirkan Bayi Lucu dan Tampan ,Demi mencukupi kebutuhan keluarga nya Andrea Pergi Ke kota Untuk menjual hasilnya Namun dia mengalami kecelakaan Sebuah truck besar menabrak dirinya .
Selesai
-------------------------------------------------------------------
Suasana Kelas Yang ribut Membuat Eric Tak memperdulikan Nya sampai Guru pun masuk ke kelas Tersebut .
" Anak anak Hari ini Kita Ulangan " Ucap guru
Terdapat murid yang merasa terlalu mendadak tapi bagi Eric itu hal biasa karena Dia selama musim Semi dia Membaca buku dan Memahami Kehidupan dunia ini .
30 Menit Berlalu Ujian Pun selesai Eric yang merasa Lapar Dia beranjak dari Kursi nya Pergi Menuju Kantin Sekolah .
Berjalan Dengan Kedua tangannya Masuk ke Dalam kantung celananya , Eric Yang berjalan Melihat sebuah Adegan di mana anak Lain di bully Mirip Seperti Dulu Eric Datang Kedunia ini .
Anak itu Dengan pasrah Tak berani Melawan hanya Ketakutan yang ada di dalam Benaknya , Semua Anak Yang melihat hanya Terdiam Tak berani Mengganggu Preman Itu.
"Heiii Pecundang
" Aku kan Suruh Yang Rasa Vanila Kenapa Datangnya Coklat
Preman Itu Menumpahkan Sebuah Kotak susu , Ke Atas Kepala Anak itu Dengan Lusuh Ia pun menerima perbuatan nya Dan Tertawa Terbahak-bahak .
Sebuah Tangan Mencengkram pergelangan preman itu , merasa preman itu Terusik ia berusaha Melepaskan cengraman tersebut namun Gagal .
Eric Dengan Wajah gelap Dengan tatapan Dinginnya membuat preman itu Ketakutan kringan kecil Mengalir .
"Sss.Siapa Kau ? Tanyak Preman itu
" Siapa aku ? Aku adalah Aku ? Ucap Eric
Preman itu Yang menyuruh Anak buahnya untuk Memukuli Eric Namun dalam hitungan Kurang Dari 10 Detik semua Preman itu Terjatuh Seperti melihat Kematian .
Semua Murid Dari Kelas yang berbeda Menonton Tak percaya Dan kagum Atas Aksi Eric Ada Yang Berbisik satu sama lain .
Eric yang Tak menghiraukan Itu Pun pergi
Sebuah Suara Cukup Keras Keluar dari pemuda itu .
" Terima Kasih, Nama Aku Shin " Ucap Pemuda
Nama : Shin
Umur. : 17 Tahun
kelas : 2-3
Berat. : 50 Kg
Tinggi : 168
Anak Dari Konglomerat
Eric Yang membalas Senyumannya Memperkenalkan Diri " Panggil Aku Eric " Sambil Meninggalkan Gerombolan Anak Anak siswa Tersebut ..
Shin pun Kagum Dengan Yang di lakukan Eric barusan , Di benaknya Mirip Seperti pangeran Yang ada Di novel dan manga Yang dia baca .
__ADS_1
Sesampainya Di kantin Eric memesan makanan Dan duduk di meja Yang kosong,
Tatapan Semua Betina Tertuju Ke Dirinya Seakan melihan Pangeran Tampan .
Seorang Gadis Mendekati Eric Dan duduk Di sebelahnya Semua Tatapan Wanita Yang ada di Kantin Menjadi Panas.
" Eric Dari Kelas 3-2 .
"Sepertinya Kamu banyak berubah Semenjak Musim semi
" Lebih Tampan Terakhir Kita bertemu
" Veronica Panggil Saja Nica
Eric yang Merasa Terganggu Oleh Kedatangan Nica Menyudahi Makannya Dan Kelas Nya.
Veronica Pun Terkejut atas Perbuatan Eric Semua Laki laki Yang ada Di sekolah Bisa Dia Goda Tapi Tidak Buat Eric Dia pun Tersenyum membuat Nica Semakin Tertarik Kepadanya .
Eric Yang Suka Dengan Ketenangan Membuat dia Pergi Ke belakang Sekolah , Menemukan Sebuah Tempat untuk Istirahat yang cocok .
Pohon Besar Dengan Sejuk Eric Duduk Di bawah Pohon Tersebut Melatih Perkembangan Mana di Dalam tubuhnya .
memancarkan Aura Biru Berkobar seperti Api Dan memusatkan Ke Pikirannya Ke dalam Dirinya Mana Nya Seperti Air Terjun Yang mengalir .
Tak Lama Kemudian Eric Merasa Ada yang aneh , Aura Jahat Cukup Besar Yang bisa Menghancurkan Dunia Eric yang Membuka matanya Melihat Ke satu titik Di bawah Pohon Besar Tersebut .
Lebih 5 Meter Menggali Di bawah Pohon tersebut , Dengan Tangan Yang Di bantu Dengan Aura Di dalam tubuhnya merasa Dia Tak Merasa Kelelahan .
Lama menggali , Sebuah Benda Mirip Lingkaran Kecil Terlihat , Dengan Ukiran Tengkorak Eric yang Penasaran , Mengambil Barang Tersebut Sekita Dia memakai Cincin Nya Sebuah Ingatan Bahaya Akan Munculnya Sebuah Lubang Hitam Ukuran Cukup besar
5 Menit Dengan Pandangan Kehancuran Di Matanya Aura Hitam Pekat yang keluar Dari Dalam Cincin Perlahan masuk ke tubuh Eric Merasa Aliran Mana Nya Berubah Menjadi Sangat Besar .
Serangkai Suara Entah Datang Dari mana
membuat Eric Merasa Terganggur .
" Apa ini ?" Siapa yang Berbicara ? Kata Eric
Saat mendengar Di benaknya .
" Selamat Tuan Atas Terpilihnya Anda Sebagai pejuang
" Pejuang Apa Maksudnya ?
"Perkenalkan Tuan Nama saya ( Zelios ) Saya Dulunya Adalah Raja Neraka Namun Saya Di Hiyanati " Kata Zelios
" 2 Tahun Lagi Akan Ada Bencana Tuan Mengakibatkan Semua Dimensi Bermunculan
Eric Yang Merasa Merinding Seakan isi Perutnya Ampir keluar .
" Apa ada cara Lain Untuk Mengakhiri Peperangan Itu Zee " Tanya Eric
" Ada Tuan , Sebelom Menjadi kuat Tuan Harus Mengelola Sumber Daya Yang ada .
" Cukup Memfokuskan pandangan Tuan
Setelah Zelios Menjelaskan Apa yang dia Suruh Eric Memfokuskan Pandangannya
Muncul Sebuah Hologram Sistem
" Ini Mirip Seperti Game Yang Waktu Musim Semi Aku mainkan Tapi Tempat Penataan Ruang nya sedikit berbeda " Gumam Eric
" Sepertinya Tuan mulai paham Apa yang Saya Jelaskan " Ucap Zelios
------------------------------------------------------
Nama : Eric
Ras : Spesial
Tahap : 1
Gelar : Tidak ada
------------------------------------------------------
[ Status Pendukung ]
Kekuatan ( STR ) : 10
pertahanan ( Def ) :10
Kelincahan ( Agi ) : 999
Serangan Masuk ( Dex ) : 0
__ADS_1
Kecerdasan ( INT ) : 20
Keberuntungan ( Luk ) : 20
Kepemimpinan : 0.00%
------------------------------------------------------
[ Kemampuan Pendukung ]
Kemampuan : All weapons [ Kemampuan Bawaan ]
Kemampuan : [ Pembuatan Senjata Semua jenis ]
Kemampuan : [ Death of the Killer ] Terkunci
Kemampuan : [ God class Godslayer ] Terkunci
Tidak ada yang membantah Ada di sini
"Death Of the Killer Terkunci Dan God class Godslayer ? " Gumam Eric
"Hai Zelios Kenapa Ada Kemampuan Terkunci ? Ucap Eric
" Tuan Harus Membunuh 10.000 Makluk hidup Dan membunuh Dewa Perang , Karena Itu tahap Terakhir Jadi Tuan memulai Dari Paling bawah " Kata Zelios
Gelar
[ Ordinary killer ] : 0/50
[ Medium killer ] 0/250
[Intermediate killer ] 0/750
[ Upper killer ] 0/1200
[ Death Of the Killer ] 0/10.000
[ God class Godslayer ] 0/999999
Seletah Selesai Melihat hologramnya Yang di beri Zelios , Saya Mengerti status yang Perlu di tingkatkan STR Dan Def Karena Status Kelincahan ku tinggi Agi Jadi Poin Penting nya Pindah Ke Luk Dan INT .
" Sial .. Untuk sementa Aku masih lemah Untuk Bencana Yang Akan datang , Mari kesampingkan Itu tujuan ku Berfokus Menjadi Nomer 1 Di dunia Dan Membahagiakan Ibu ku
" Kata Eric
Eric mulai Menepuk nepuk Pakaiannya Yang berdebu " Mari Kembali Ke Kelas Sepertinya Jam istirahat Mulai Habis .
Dia pun berjalan Menuju keruangan kelas Nya Semua Anak murid yang Memulai kelasnya Dengan Penjelasan Guru .
Eric yang terlambat masuk Ke ruangan Membuat Guru Perempuan Itu Menatap ke arahnya , memanggil Eric yang baru saja kembali .
" Eric Dari mana saja Apakah kau Tidak dengar Bell Sekolah
"Maaf kan saya
" Cepat Pergi duduk
Setelah Jam pelajar usai Eric Merapikan Buku - Buku Pelajarannya Dan Beranjak Pulang
Sesampainya Di Gerbang sekolah , Mobil Hitam Dengan Kaca terbuka .
Seorang wanita Di dalam Mobil tersebut Menawarkan Tumpangan , Semua Murid laki laki yang memandangi Eric Mulai panas .
" Eric Mau Ke Taman hiburan " tanyak Nica
"Tidak Terima kasih
[ Ting ]
Ques
- Pulihkan Arabelle
Waktu Tidak ada | Hadiah Poin 10
Eric yang Cukup menghawatirkan Dengan Ibunya Ia Berlari Cepat Dengan Bantuan Kemampuan Sistem Miliknya Eric Sampai Di rumah .
Rumah dengan Ukuran Biasa saja Dengan pintu Kayu Yang Sedikit Usang Mendorong
Perlahan .
Ruangan Tampak Berantakan Dengan Benda Benda Pecah Eric yang Kawatir dengan Ibu nya Mulai mencari Ke beradaan Nya .
Dia Cukup Terkejut Dengan Pandangan Nya , Wanita Tanpa Busana ( Tanpa Pakaian ) Terbaring di Lantai tak sadar diri Dengan Bekas Memar Di Wajahnya
__ADS_1
Bersambung