King'S Death Ring

King'S Death Ring
Chapter 7 : Misi ( 2 )


__ADS_3

Tatapan Eric Menyempit . Sebuah Tugas ( Misi ) Muncul di benaknya Walau Dia Tidak mau membunuh Seseorang , Namun Kehendak Berkata lain .


Sebuah Pukulan Menghampiri Eric Namun Posisi Tubuh nya tidak Berubah , Pukulan demi pukulan Eric bisa Menghindarinya Dengan mudah .


"Siaaal Bocah Ini Kuat "Bergumam


"Jika seperti ini terus ! , aku bakal Kalah !


Hiyaatt !!


Tendangan Menukik Ke Bawah Menghampiri nya , Ia Bermaksud mengakhirinya Dengan Cepet , Namun Eric Tidak Merubah Posisi Tubuhnya Hanya Terseyum Tipis Di wajahnya .


Dussh


Debu Tipis Menyebar Ke arah Perkelahian Mereka , Seakan Seperti Perkelahian Master Beladiri Tingkat Menengah . " Hmm Menarik " Sambil Tersenyum


Tatapan Begitu Tajam Mengarah Pria Tersebut Sontak Ia Mundur Beberapa Langkah , Keringat Tipis Membasahi WajahNya Memposisikan Untuk Menyerang Balik .


Woshh !


Eric Hanya Terseyum Seakaan Dia hanya Mempermainkan Mangsanya Seperti Badut ,


Sebuah Pukulan Telak Mengenai Wajah Pria itu . Membuat Darah Keluar Dari Mulutnya


" Sial ! Sial ! Sial !


" Hai kaliyan Ngapain Berdiam Diri ! Cepet Bunuh Bocah Itu "Sambil memegang perut


"Baa .baiik Bos


Dor Dor Dor


Tembakan Demi tembakan Mengarah Ke Eric,


Dengan Cepet Dia Menghampiri Mereka . Memukulinya Tanpa Ampun, Matanya Seiring Menjadi Seperti Binatang buas yang akan Menerkam Lawannya.


Bruuk !


Semua Orang Menatap Eric Termasuk Veronika Yang Kagum Padanya wajahnya Kini mulai Memerah .


" Aku Harus Kabur , Kalau Tidak Aku akan Mati ! " Ucap Pria Tersebut


Sebuah Pisau Menghampiri Pria itu , Suasana Ruangan Tersebut Begitu Hening . Orang orang Melihat Eric Seperti Pembunuh Proporsional Tidak Ada rasa Takut Menghampirinya Seakan Dia Seperti Sudah Terbiasa Melakukannya.


[ Selamat ]


[ Misi : Membunuh Bawahan [ 20 ✓ ]


[Misi : Membunuh Bos [ 1 ✓ ]


Menerima Hadiah Poin Status [ +5 ]


Kepemimpinan [ 0.02% ]


" Apa ! Kenapa Kepemimpinan Ku naik Setelah Membunuh Mereka . Sewaktu Aku membunuh Redrik Sebelumnya Ini Tidak Naik , Status ! " Kata Eric


[ Status ]


Nama : Eric


Ras : Spesial


Tahap : 1


Gelar : Tidak ada


-------------------------------------------


Poin sisa [ 25 ]


[ Status pendung ]


Kekuatan ( STR ) : 25


Pertahanan ( Def ) : 15

__ADS_1


Kelincahan ( Agi ) : 999


Serangan Masuk ( Dex ) : 10


Kecerdasan ( INT ) : 25


Keberuntungan ( Lux ) : 20


" Mungkin Sisa Poin ku , Masukan Seperti itu 'Heee ! Kenapa Kelincahan ku angkanya 999 Apa kah Itu Rusak " Aku tidak menyadari nya.


Pantas Saja Tubuh Ku Begitu Ringan Seperti Kapas " Gergumam


Ketika Eric Berdiam Diri Untuk Merapikan Status Miliknya sebuah Langkah kaki Mendekat Dan Pelukan Menghampirinya .


" Eric Kau Tidak Papa " Terima kasih , Terima kasih Sudah Menyelamatkan Keluarga ku . Aku Aku Tidak Tau harus Gimana Lagi Jika Tidak Ada Kamu ? Sambil Menangis


" Vero Lepaskan . Banyak Orang Yang Melihat Kita " Ucap Eric


"Tidak.. Aku Mau seperti ini " Wajah Vero Memerah


" Aku merasakan Detak Jantungnya Dan Harum Tubuhnya .


Ke Esok Berlalu


Pagi Masih Gelap, Eric Yang Sudah Bangun seperti biasanya Ia Membersihkan Tubuhnya


dan Memakai Baju Trening sambil membuat Sarapan


Dan Setelah Selesai Sarapan Dia Memakai Sepatu Trening , Berjalan keluar Rumah Melakukan Rutinitas Seperti berolahraga.


Jalan-Jalan Begitu Sepi, Hanya Kendaraan Bermuatan yang Melewati Eric , Sesampainya di Taman Ia Mengambil Headphone Miliknya


Membuka pesan Dan menutup kembali .


-Push -UPS


-CURL-UPS


-SQUATS


-RUNNING


"Hei Liat ada Laki-Laki tampan " Ucap wanita itu


" Kyaaa .. Ganteng banget aku mau pingsan .


Namun Eric Tidak menghiraukan Omongan Tersebut. Dia Memilih Melanjutkan Running ( Berlari )


Pagi yang cerah mengiringi hari ini, sinar Matahari dengan hangat dan penuh kelembutan meresap dalam setubuhnya


Sesampainya di Rumah Membuka pintu nya Dengan Lembut melepas Sepatu Dan berjalan masuk,Melihat Ibunya Dengan Seyuman Hangat Menandakan Kedatangan Orang Yang Dia sayang .


" Buu Apakah Kau sudah Makan ? Tanyak Eric


" Hemm Iya " Sambil Merajut Sebuah Kerajinan


" Oh Iya.. Ibu Aku sudah Menemukan Rumah Yang layak Kita Tempati , Tempatnya Lumayan Bagus . Jika Ibu setuju Aku Bakal Membelinya .


" Dan aku Hari ini Libur Sekolah Apakah Kita Akan Melihat Rumahnya Dulu Sekaliyan Mencari Baju Bagus buat Ibu ? Kata Eric


" Tidak Usah sayang.. Ibu sudah Tua Cukup Di Tabung buat Masa Depan Kamu nanti .


" Tidak Usah Hawatir Bu .. Anggap saja Ini Hadiah buat Aku Karena Sudah merawatku sejak Dari Kecil .


" Tidak Ku sangka Anak ku Sudah Mulai Dewasa " Sambil Tersenyum


Kota Distrik 4 Dengan Kota Begitu ramai Pengunjung . Banyak Turis Macam negara


Karena suasana nya Begitu ramai Eric Dan ibunya Pergi Menuju Ke sebuah Mall Besar .


Eric Yang Mampir Ke sebuah Toko Baju .


Bisa Di bilang Bermerek Dan Kain nya Sangat bagus, Membuat Kesan Toko itu Seperti VVIP


dengan Lantunan Music .

__ADS_1


Eric Dan Ibunya masuk Ruangannya Begitu Bagus Dengan Tertata Rapi. Harum wangi Dari Sudut ke Sudut , Mereka Memilih Baju Dengan Berbagai merek yang ada Sama Seperti Ibunya Memilih Baju .


Kriingg


Sebuah Nada Dering berbunyi


" Bu Aku angkat Telfon Sebentar " Ucap Eric


" Hemm " Sambil Tersenyum


Eric Berjalan Ke Sebuah Sudut Toko Mengangkat Telfon miliknya , Kini Panggilan Veronika


~ Eric Di mana , Hari ini Libur sekolah aku Pingin mengajak Mu Berjalan-Jalan .


~ Aku lagi bersama Orangtua ku " Kata Eric


~ Dimana ?" Apakah aku boleh Mendatangimu " Dengan nada Semangat


~ Aku lagi Di Mall Kota Distrik 4 .


~ Aku akan mendatangimu " Kata Vero


Eric yang Menghela Nafas Kecil , Kini Situasinya Berbeda " Dasar Betina "Gumam Eric


Eric Yang menyudahi pembicaraan nya dengan Vero Kini Menuju ketempat ibunya


1 Jam Memilih Pakaian dan Berputar putar


Kini Antrian Begitu Panjang . 30 Menit Berselang kini Giliran Eric Untuk membayar Barang Miliknya .


"Semua Nya 50 Juta Kak , apakah bayar Tunai / Kartu kredit


Eric Yang mengeluarkan Kartu Hitam Dengan


Lambang Berlian Di tengahnya membuat ,


Penjaga Toko itu Kaget Karena Kartu Pembayaran Yang di miliki Eric Hanya Tiga saja Di penjuru dunia . Karena itu Kartu Pembayaran Milik nya


Tidak memiliki Batas


Setelah Selesai Membayar kini mereka meninggalkan Tempat Tersebut , Dan Menuju


Kesebuah Restoran Untuk mengisi Perutnya


Sebuah Musik Jazz Membuat Tempat itu


Semakin Mewah , Kini Eric Duduk Bersama ibunya Dan memesan makanan .


Seorang Gadis Dengan Pakaian Modis , membuat Pengunjung Restoran menatapnya


"Akhirnya Aku menemukan mu


" Bagaimana Bisa kau menemukan ku , Perasaan aku tidak Memberi Tau mu tentang Lokasi ku " Eric Sambil Terkejut


" Ya sudah Lah Lupakan " Sambil Tersenyum


Kini pesanan Mereka datang . Meja Dengan Di penuhi Berbagai macam Makanan ,Membuat Suasana Menjadi tenang dengan Lantunan Music Clasic .


Mereka pun selesai , Beranjak Dari Kursinya Dan Menuju Kasir Pembayaran . Petugas Seperti biasanya Kaget Di dalam Hatinya Seperti Mereka Berhadapan dengan Tamu terhormat


Kediaman Keluarga Bell


Sebuah Pintu Berbunyi Seorang Pria Dengan Kaca mata Bulat Sambil membawa berkas


" Permisi Pak Ini laporan Hari Ini " Ucap Pria Berkaca mata


Setelah Membaca Isi Laporan tersebut Membuat Pria Dengan Janggut putih marah


" Siallan Minggu lalu Bawahan Ku terbunuh , Sekarang Orang Kepercayaan ku " Dengan nada Kesal


" Saya mendapatkan Bukti Dari seseorang , Yang membunuh Lukas Semalam , Itu Dari Keluarga Berto Namanya Eric Apakah Anda kenal ?


" Yahh ... aku mengenalinya Sudah Sekiyan Lama Aku Menundukkan Perusahaan Lain termasuk Sepupu ku Berto Kini Lalat Kecil ini membuat Ku Marah " Sambil Mengepal Tangan


" Davide ! Hugo . saya perintahkan Untuk Membawa Bocah tersebut Mau Hidup / Mati !!

__ADS_1


" Siap " Sambil Menunduk


Bersambung


__ADS_2