
Pagi itu,setelah Hany memberikan putri nya untuk minum susu,Hany pun pergi keluar bersama Tiara, untuk membelikan beberapa sayur dan barang lain nya.sepulang dari pasar,dia pun memulai aktifitas seperti biasa di dapur.tak lama kemudian,di sela kesibukan nya itu,terdengar ada suara panggilan di ponsel nya.
"siapa yang pagi-pagi yang menghubungi ku?"batin nya sambil melangkah ke kamar.
"ini kan nomor Mas Gery,kenapa dia menghubungi ku?"ucap nya,sambil memperhatikan ponsel nya.Hany merasa bingung sekali,apakah dia harus menjawab telepon dari mantan suaminya itu atau tidak.
"sudahlah,untuk apa aku mengangkat nya.dia juga enggak peduli keada Tiara,paling ada mau nya saja dia mencari ku,,"Hany pun meletakan kembali ponsel nya di atas meja.
"sayang..Mama akan buatin susu ya untuk Tiara,Tiara tunggu sebentar ya,"setelah membuatkan susu untuk Tiara,Hany yang mendengar ponsel nya terus saja berdering.karena merasa penasaran,dia pun putuskan untuk mengangkat nya saja.
"Iya Mas,ada apa?"
"kenapa lama sekali mengangkat nya?"
"aku tadi.."
"katakan,dimana alamat tempat tinggal mu sekarang?"ucap Gery,yang sedang memotong pembicaraan Hany.
"kamu akan kemari Mas?"tanya Hany lagi.
__ADS_1
"kirimkan saja alamat mu!"ucap Gery lagi,dengan nada tinggi nya.
"iya Mas,nanti akan aku kirimkan,"jawab Hany lagi.setelah berbicara dengan mantan suami nya itu,Hany pun mengirim pesan singkat,yang berisi tentang alamat kontrakan nya.merasa sudah mendapat telepon dari mantan suami nya tadi,Hany pun merasa sangat bahagia.
"sayang..sebentar lagi,Papa mu akan datang kemari.dan kamu akan bertemu dengan nya sebentar lagi,apa kamu senang ?"ucap Hany,yang sedang bicara dengan putrinya.
"kenapa Mas Gery kemari?apa dia sudah sadar akan kesalahan nya?"batin Hany,sambil bermain dengan Tiara.
...----------------...
20 menit kemudian,terlihat ada sebuah mobil yang berhenti di depan kontrakan Hany.
"Hany!"panggil Gery yang sudah di depan kontrakan.
"Mas Gery..,"ucap Hany,yang terus saja menatap pria itu.terasa asing sekali rasanya bagi Hany,ketika bertemu dengan pria yang ada di depan nya.
"oh,jadi ini tempat tinggal mu?"ucap Gery,sambil terus melihat ke arah bilik kontrakan.
"iya Mas..,"jawab Hany singkat.
__ADS_1
"beberapa hari yang lalu..kamu datang ke rumah untuk mencari ku,apa itu benar?"tanya Gery,dengan wajah masam nya.
"iya Mas,aku datang.."
"cukup!aku sudah tau apa tujuan mu,"belum sempat Hany menyelesaikan ucapan nya,Gery sudah lebih dulu memotong pembicaraan itu.
"apa ini Mas?"tanya Hany,sambil menatap koper yang ada di depan nya.
"ini uang untuk mu,total nya senilai 50 juta,pakailah untuk biaya hidup kalian.tapi ingat,jangan pernah kamu temui aku lagi,apalagi membawa anak itu,"ucap Gery sambil membalikan badan nya.
"tunggu Mas!apa maksud mu bicara seperti itu?Tiara ini putri mu,apakah salah jika dia ingin menemui mu suatu saat nanti?"
"dengar Hany,aku tidak ingin kamu menyebut nya sebagai putri ku lagi.uang itu untuk biaya hidup kalian,dan untuk balasan nya,kamu harus bisa menutup mulut mu mengenai aku dihadapan putri mu.jangan pernah katakan,jika aku adalah ayah nya,"setelah mengucapkan kata-kata itu,Gery pun melangkah kaki nya,untuk keluar dari kontrakan.
"tunggu Mas!!"ucap Hany,yang mulai menghampiri Gery.
"ambil ini!aku tidak sudi,menerima uang dari mu.aku pikir,kamu datang kemari karena menyesali perbutan mu kepada kami.tapi apa ini?kamu bukan nya menyesal,tapi malah membuat ulah lagi."
"hentikan Hany!jika kamu memang tidak mau menerima uang ini,itu tidak masalah.tapi ingat,lain kali..jangan pernah menginjakkan kaki mu di rumah ku lagi.dan gara-gara kedatangan mu waktu itu,aku dan Liora bertengkar sampai habis-habisan!"ucap Gery,lalu pergi meninggalkan Hany.
__ADS_1
"aku benci kamu Mas,benci!"dengan penuh amarah dan berurai air mata,Hany pun masuk ke dalam kontrakan nya.