KISAH CINTA NAJWA

KISAH CINTA NAJWA
PERTEMUAN YANG TAK SENGAJA


__ADS_3

pesantren libur setiap hari jumaat jadi seharian


ini aku ada di rumah.


mulai dari bangun pagi-pagi dan bantuin semua kegiatan ummi.


mulai dari memasak dan membersih kan rumah,


yang biasa nya di kerjakan ummi sendirian tanpa bantuan siapa pun selama hidup nya betapa tangguh nya sosok ibu di saat dia harus mengerjakan segalanya tanpa sedikit pun keluhan.


dan melakukan semuanya karna semata-mata mencari rodho suami dan kebahagian anak-anak nya.


 


setelah selesai membantu ummi aku pun,


 


pamit ke ummi mau main ke rumah iLa bareng ima dan dila juga.


"ummi ana mau pergi ke rumah iLa" pamit ku.


"iya nak tapi jangan malam-malam yah" titah ummi ku sambil mengelus kepala ku.


"iya ummi ana cuman sebentar kok,...assalamualaikum" ucap ku sambil mencium punggung tangan ummi ku dan lalu pergi menuju ke rumah iLa.


 


saat di tengah perjalanan menuju ke rumah iLa


 


aku terkaget kan oleh ucapan salam dari seorang laki-laki.


"assalamualaikum najwa" ucap laki-laki yang mengaget kan lamunan ku saat benelusuri setiap jalan menuju rumah iLa.


"waalaikumsalam!!" sedikit kaget dan semakin kaget saat aku mengetahui siapa laki-laki itu, yang tak lain adalah uztad dafi.


rasa kaget ku kini berubah menjadi kecanggungan yang amat membuat ku ingin cepat-cepat lari dari tempat itu.


"ehh....oh ustad dafi, kok ada disini uztad?" tanya ku agak terbata-bata.


"oh ana dari rumah RT tadi ada keperluan disana,


najwa mau kemana kok jalan sendirian? melamun lagi" tanya ustad dafi.


" hmmm..,ana mau ke rumah iLa ustad mau main hehehe" jawab ku sambil ketawa canggung dan malu.


"ohh mau main kapan nih main-main ke rumah istad" tawa ustad dafi pun terdengar sangat indah.


membuat ku semakin malu.


"(masyaalloh indah nya ciptaan mu...istighfar dafi sabar,..ingin sekali rasanya aku membawa nya pulang hmm.. astogfirulloh dafi)" dafi sekuat tenaga menenang kan fikiran nya yang tidak bisa dia kontrol saat bersama najwa.


sebenar ustad dafi sudah ada rasa mulai awal dia melihat najwa tapi dia sadar ada perbedaan umur yang amat jauh dengan najwa dan najwa masih sekolah juga jadi dia sedikit menahan rasa nya untuk najwa.

__ADS_1


"hehehe kan rumah ustad jauh mana bisa ana main ke sana?" ucap ku malu-malu dan seketika juga membuyar kan lamunan ustad dafi.


"iya kan ana yang bawa nanti" lanjut goda ustad dafi dan samakin membuat ku tambah merunduk kan kepala.


"hahaha ya sudah sana lanjutin ke rumah iLa nya,


hati-hati takut ada yang nyulik secara ada bidadari jalan sendirian" astaga aku gak tau kalau ustad dafi sangat pandai membuat hati luluh dengan kata-katanya dan senyuman nya yang begitu manis di mata ku.


"hahaha ustad bisa aja ya sudah ustad ana pamit lanjutin jalan dulu assalamualaikum ustad" ucap ku sambil mulai melangkah kan kaki.


"waalaikumsalam" dafi masih terus meluruskan pandangan nya melihat kepergian najwa.


"semoga alloh memberi jalan yang terbaik untuk kita ya habibati" seru dafi sambil tersenyum lalu pergi pulang menuju pesantren.


 


sesampai nya di rumah iLa aku mengetuk pintu rumah nya.


 


"assalamualaikum" aku mengucap salam.


"waalaikumsalam ehh nak najwa" mami iLa langsung memeluk ku wanita yang selama ini aku anggak ibu ku yang ke dua.


dia sangat menyayangi ku seperti dia menyayangi iLa.


dia sangat berterima kasih karna aku yang selalu berusaha membuat iLa seperti sekarang.


"kamu kemana aja nak mami kangen banget sama kamu gimana ke ada ummi mu?" ucap mami iLa.


"alhamdullilah mami juga baik, mami paham kamu kan juga sekolah tapi jangan lama-lama gak liatin mami mu ini, mami kangen kan jadinya"seru mami iLa.


"insaalloh mi ana akan berusaha sering kesini juga" ucap ku.


"ya sudah kamu samperin anak-anak gih itu ada di teras belakang mereka udah dari tadi disini.., mami mau siapin makanan buat kalian dulu" titah mami iLa.


"iya mi ana mau samperin mereka dulu" aku pun berjalan menuju ima, dila dan iLa berada.


 


"assalamualaikum" ucap ku saat ku sudah sampai di tempat mereka berada.


 


"waalaikumsalam" jawab mereka serempak.


"kok lama benget kamu naj" tanya iLa.


"hehehe biasa aku ma mami mu kan lagi melepas ridu dulu"


"hmm kebiasaan setiap ketemu harus ngedrama dulu" kata iLa.


"dihh kan aku anak kesayangan mami bweeee" goda ku ke iLa.


"heh anak kesayangan lah tuh" jawab iLa merajuk

__ADS_1


"sudah-sudah sini naj duduk" ucap ima menengahi.


aku pun duduk di antara mereka, dan fikiran ku mulay kembali ke kejadian tadi di jalan tampa aku sadari senyuman ku terbit.


tampa ku sadari jugayang berada di samping ku mulay menyadari nya juga.


"kamu kenapa naj senyum2 sendiri gitu kesambet apaan kamu?" tanya ima heran.


" ihh apaan sih orang gak ada apa2 kok" jawab ku gelagapan.


"ada apa coba? ohh gak mau cerita2 lagi nih ma temen mu ini" saut si iLa.


"hemm kalian jangan mikir yang aneh2 yah? aku tadi ketemu ustad dafi di jalan pas mau kesini.


"hah terus gimna" antusian dila.


"ya gak gimana-gimana cuman ngobrol biasa aja" jawab ku masih agak menutupi kejadian sebenar nya.


" hemmm kami suka ustad dafi yah naj" terka si iLa yang sontak membuat ku kaget dan juga malu.


"apaan sih iLa gila apa masak aku suka ma istad dafi kamu jangan aneh-aneh deh" aku mencoba mengelak tuduhan dila yang mungkin sebenarnya ada sedikit kebenaran.


"jodoh kan mana yang tau naj" timpal iLa.


"iya tau tapi gak mungkin lah aku terlalu jauh jika di bandingkan dengan nya" tutur ku pada mereka.


"jika tuhan bilang kau berjodoh kau bisa apa naj" ucao ima yang membuat ku tak lagi bisa mengelak.


" ya sudah lah kita sama-sama doain masing2 kita dapet jodoh yang terbaik"ucap ima lagi.


"tumben ima agak bener dah kek ustadzah aja lu im" goda iLa ke ima.


"dih aku mah emang abik dari sono nya lagi" ucap ima gak mau kalah.


obrolan kami pun berlanjut yahh tau lah kalau cewek-cewek sudah kumpul bagaimana kejadiannya.


kami larut dalam canda dan tawa dan lupa akan segala beban fikiran entah sampai kapan kiranya kami tetap bisa bersama-sama seperti ini.


"anak\-anak makanan udah siapa ayok makan" mami iLa memanggil dan membuat kami menyudahi cerita hari ini.


" iya mi.....!!ya udah ayok entar mami keburu marah" ajak iLa.


sesampai nya di ruang makan.


"kalian kalo udah ngumpul lupa waktu yah udah sini makan terus najwa pulang entar di cariin ummi mu" titah mami iLa kepada ku.


"baik mi" jawab ku.


kami pun makan bersama iLa dan mami iLa.


sedang kan papy nya masih di kantor kalau jam segini.


dan iLa juga mempunyai seorang kakak laki-laki yang bernama FAISAL ILMI yang sepantaran ustad dafi umur nya, dia bekerja di pertambangan batu bara sebagai kepala pekerja dan pulang ke rumah pun 1 bulan sekali doang.


jadi aku pun juga jarang ketemu sama kak iLmi meski kita sudah sama-sama kenal dia baik dan juga sosok kakak yang sangan perhatian.

__ADS_1


setelah makan aku pun aku pamit untuk pulang karna takut ke sorean juga.


__ADS_2