
"Naura fikir dia sudah kuat ternyata masih terasa hancurnya"
"Naura fikir dirinya sudah ikhlas namun masih terasa sakitnya"
"saat Naura benar benar merasa dia sudah tak lagi peduli ,namun hatinya masih merasakan bagaimana rasa sakitnya"
"mengawali dengan rasa keraguan terhadap pilihan ,ternyata jauh lebih menyakitkan di banding di duakan dengan awal meyakinkan"
"Naura tidak meminta banyak dia hanya ingin Bara mengakuinya "
"tetapi dia salah ,Bara hanya memanfaatkanya"
"memang tidak mudah berada diposisi Naura"
"tetapi apa sulit hanya mengakui"
"memang benar ,cinta itu rumit"
"dan juga ada yang bilang ,jangan bilang cinta ,jika tidak bisa setia"
"bahkan saat Naura sakit dia masih mengharapkan Bara"
"tetapi Naura juga sadar jika Bara memang tidak sungguh sungguh terhadapnya"
"dan begitu mudah mengatakan (cukup berakhir sampai di sini)"
"sulit untuk menerima, namun itu pilihanya"
"jika hanya mendua ,setidaknya jangan mengukir luka"
"memang mengatakan itu mudah,tetapi sulit untuk menjalani"
"Naura sudah cukup sabar untuknya ,walau keraguan terukir dalam baginya"
"mengakui,menjalani,dan menyayangi"
__ADS_1
"tidak mudah untuk di lakui"
"namun mengapa balasanya menyakiti?"
"jika cinta membutakan mata ,setidaknya hati jangan di tutup luka"
"Naura memang terluka ,namun wajahnya masih terlihat baik baik saja"
"Bara memang mengakhiri dengan baik"
"namun luka di hati Naura terlihat tidak baik"
"Saat melihat Amel dan Bara bersama memang sakit "
"tetapi tidak akan terbiasa jika terus di hindari"
"saat itu Naura hanya bisa memendam, namun siapa peduli dengan Naura yang sifatnya kekanakkanakan"
"namun sikap inilah yang membuatnya berbeda"
"namun kenyataannya itu hanya sandiwara"
"ntah apa yang membuat Naura begitu percaya hingga dia lupa, bahwa sebelumnya dia juga pernah terluka."
"Naura memang sudah biasa terluka,namun ini adalah luka yang paling sempurna"
"hingga membuatnya trauma, dan tidak begitu yakin dengan adanya setia"
"saat itu Naura mencoba untuk mengenal lingkungan di sekitarnya"
"sampai dia menemukan sahabat kembar yang bernama Faira dan Fania"
"saat itu dia belum siap untuk bercerita ,karena Naura belum begitu paham terhadap sesama"
1 bulan kemudian
__ADS_1
"Naura nampak bahagia dan tidak peduli lagi dengan yang namanya cinta"
"setiap ada yang menyukainya Naura selalu menolaknya,karena dia ingat dengan jelas bagaimana dia terluka"
"sudah mulai memahami terhadap sesama ,kami memang sering saling bertengkar tetapi kami bersahabat dengan baik"
"Naura mulai percaya diri dan menceritakan kisahnya antara Naura dan Bara "
"lalu mereka menanggapi dengan peekataan (kamu begitu bodoh ,dan percaya dengan kata kata manisnya itu,apa kamu tidak berfikir dulu sebelum mengatakan setuju berpacaran dengannya? kamu begitu menderita karena cinta palsunya dan dia begitu bahagianya setelah menciptakan luka)"
"Naura sadar jika itu memang kesalahanya"
"tetapi dia juga merasa jika itu pilihanya,walau dia terluka setidaknya dia mengerti ,berfikir terlebih dahulu sebelum bertindak"
"dan pahami terlebih dahulu sebelum menerima"
"Naura memang sudah lebih bahagia dari sebelumnya ,namun dia juga mengerti ,dengan kata sebelum mengerti cinta pastikan sudah akrab dengan luka"
"dan kata itu berguna dalam kisahnya"
"percaya memang mudah ,tetapi untuk di percaya belum tentu semudah yang di lihat"
"Naura sudah mulai terbiasa dengan sikap Bara yang selalu membuatnya terluka"
"Namun dalam menghadapinya Naura nampak selalu baik baik saja"
"walau sebelumnya tidak mudah untuk melakukanya"
"Naura berfikir mengapa harus terus mengharapkanya "
"jika dia sudah tak lagi setia"
"Naura mulai melupakan kenangan denganya secara perlahan"
"dan Naura mulai menghilangkan perasaan yang sudah tak lagi berguna untuknya"
__ADS_1
"Naura hanya akan memiliki satu tujuan untuk memperbaiki kisahnya agar selalu terkenang bahagia"