
Di gunung yang tinggi dan tertutup awan, tinggalah suku naga yang tinggal di Land of the Dragon. Suku naga ini memiliki pelindung yang disebut sebagai sang Great Dragon. Ling pada awalnya adalah salah satu kandidat terkuat pengganti Great Dragon bersama-sama dengan Zilong. Sayang, sekuat apapun Ling mencoba, Great Dragon selalu memilih Zilong. Bahkan sang Great Dragon mengangkat Zilong sebagai anak angkatnya.
Land of the Dragon memiliki pintu masuk yang disebut sebagai Sky Arch. Saat ini Ling masuk ke dalam Land of the Dragon yang dipenuhi dengan jebakan demi menghabisi sang Great Dragon yang pernah menjadi gurunya dulu.
Dalam perjalanan menuju Great Dragon Palace, Ling mengingat masa lalunya yang penuh kemarahan dan perasaan tidak puas. Dia ingat betul bagaimana dia dipermalukan oleh sang Great Dragon, hingga akhirnya dia jadi membenci Zilong yang merupakan kakak seperguruannya.
Ling yang penuh dendam dan haus akan kekuatan akhirnya berlatih sendirian. Beberapa tahun kemudian dia dikenal sebagai assassin terbaik dengan julukan Cyan Finch. Musuh-musuh yang mendengar namanya akan bergetar ketakutan atau melarikan diri. Tapi sekuat apapun Ling, dia selalu merasa ada yang kurang.
Suatu hari dia bertemu dengan Black Dragon, seorang suku naga yang berkhianat dan diusir dari Land of the Dragon. Dia membeberkan rencana untuk menghabisi Great Dragon dan menguasai Land of the Dragon. Ling yang merasa memiliki musuh yang sama, setuju pada rencana tersebut.
__ADS_1
Saat tiba di altar Great Dragon, Ling diam tidak bergerak. Sang Great Dragon yang melihat kehadiran Ling mengangguk dan menghela nafas. Belum habis nafas dihirup, Ling sudah maju dan meloncat ke arah Great Dragon. Seketika muncul bayangan Dragon Spear yang menangkis serangan Ling.
Sosok di balik Dragon Spear tersebut adalah Zilong yang merupakan musuh utamanya. Momen ini sangat ditunggunya, sebab dia ingin membuktikan kalau Great Dragon salah dan dia lebih berhak ketimbang Zilong.
Defiant Sword dan Dragon Spear beradu keras menimbulkan gelombang kejut yang sangat kuat. Serang demi serangan dilancarkan, tapi Zilong tetap bergeming sambil menahan semua serangan Ling. Dalam pertarungan tersebut Ling sadar kalau Zilong bukanlah lawan lemah yang dulu dia hadapi.
Frustrasi dengan ini, Ling mengerahkan semua kekuatannya untuk mengeluarkan serangan terkuatnya. Zilong yang melihat hal ini bukannya mundur malah mengejar Ling dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dragon Spear hampir mengenai Ling, tetapi Zilong memutuskan untuk menahan serangannya.
Dengan penuh kebingungan Ling menarik pedangnya dan melarikan diri. Zilong yang melihat hal tersebut tidak mengejar Ling, sebab kehadiran Ling merupakan tanda kalau Black Dragon juga mulai bergerak.
__ADS_1
Perhatian!
Hero yang masuk dalam role Assassin ini memiliki kemampuan unik yang belum pernah dimiliki oleh hero manapun di game MOBA besutan Moonton ini.
Ling bisa memanjat dan melompat tembok demi tembok yang berada di dalam battlefield.
Dengan kemampuannya tersebut, Ling bisa dibilang menjadi salah satu hero yang cukup unggul dari segi mobilitas.
Selain itu, Ling memiliki kelebihan yakni kebal terhadap semua jenis Crowd Control yang ditimbulkan dari skill ultimatenya.
__ADS_1
Hero yang masih ada hubungan saudara dengan hero Zilong ini memiliki senjata andalan, yakni sebuah pedang panjang.