
Pemilik Apartemen yang Selalu Diganggu Hantu
"Jadi, apartemenku kini telah dihantui oleh anak yang telah meninggal dan ia berusaha membunuhku," ujar Adam Ellis.
Pengalaman tidak menyenangkan ini ia alami sejak tanggal 7 Agustus lalu. Pada awalnya, hantu anak itu kerap muncul di mimpi Adam. Kemudian, lama-kelamaan ia semakin terbiasa mengalami kelumpuhan saat tidur. Adam juga sampai menggambarkan hantu yang selalu mengganggunya agar membuat orang percaya.
Pengalaman seram ini juga ditambah, ketika seorang wanita bertanya padanya tentang panggilan untuk hantu yang sering mengganggu Adam. Nama hantu itu David.
Menurut laporannya, Adam juga merasa melihat hal ganjil lainnya seperti bangku yang bergoyang sampai tanaman yang jatuh dari rak. Bahkan, kucingnya pun setiap malam berperilaku aneh di depan pintu seolah-olah ada orang yang masuk.
Karena merasa terus terganggu, Adam sempat pindah ke apartemen di atasnya. Akan tetapi keanehan masih terus terjadi.
"Jika David akan membunuhku setidaknya aku bisa memberikan bukti tentang kehadirannya," tulis Adam dalam twitternya. Benar saja, Adam yang sempat mengalami kelumpuhan tidur masih bisa menggerakan tangannya dan mengambil ponselnya untuk memotret David.
__ADS_1
Esoknya, Adam kaget dengan hasil foto yang ia tangkap. Kebanyakan foto bewarna gelap, tetapi masih ada sejumlah foto yang menunjukan hantu kecil itu.
Adam yang merasa bingung dengan hal yang dialaminya, selalu melaporkan hal ini melalui akun twitternya. Secara mendadak orang-orang langsung tertarik dengan hal yang dialami Adam.
saat ini, dirinya sudah mendapat puluhan ribu pengikut yang bersedia merespon pengalamannya. Ada yang percaya dan ada juga yang tak percaya tentang pengalaman Adam.
Doni baru menempati apartemen baru yang telah dicicil sejak satu tahun terakhir. Setelah tinggal tiga hari, Doni merasa ada yang aneh. Setiap pukul 02.30 pagi, seolah-seolah ada orang-orang yang ngobrol di dalam apartemennya. Saat itu, Doni tinggal sendiri. Malam itu, Doni sedang tidur dengan nyenyak sampai mendengar suara hentakan kaki.
Dirinya terkejut dan terbangun lalu melihat sekitar. Hanya gelap dan tidak ada siapapun. Kemudian, dirinya mencoba tidur lagi. Tepat pukul 02.30 pagi, suara aneh mulai terdengar. Doni mendengar suara wanita dan pria berdebat, tapi dalam ruangan. Doni mencoba melihat ponselnya dan menyangka itu tetangga. Namun, seingatnya, tetangga terdekat sedang pulang kampung.
__ADS_1
Rasa penasaran pun membawanya mengikuti asal suara. Saat mencapai ruang kerjanya, Doni melihat dua sosok hitam sedang berdiri. Mata keduanya merah dan mengeluarkan suara seperti manusia. Doni pun tidak bisa bergerak sampai salah satu sosok sadar akan kehadirannya. Doni pun kemudian pingsan saat mata merah menyala itu melihat ke arahnya.
Paginya Doni terbangun saat ibunya datang untuk menengoknya. Setelah itu Doni menjual apartemen yang baru ditempati tiga hari.
Teman" nonton tengah malam
Aku baru saja pindah ke apartemen baru yang dibelikan orangtua. Awalnya tidak ada yang salah dengan apartemen yang tidak terlalu besar ini. Aku juga memakai apartemen sebagai lokasi tidur, karena lebih banyak habiskan waktu di kampus. Namun, suatu malam bikin aku gak mau lagi tidur di sana.
Malam itu aku tidak bisa tidur, kebetulan besok juga libur. Aku putuskan untuk menonton serial televisi favorit sampai ngantuk. Menjelang pukul satu pagi, aku belum merasa ngantuk tapi mulai mendengar suara aneh. Aku mendengar langkah kaki dari pintu masuk apartemenku. Padahal aku bisa melihat dengan jelas pintu itu dan sudah kukunci.
Aku pun berusaha tenang dan berpikir positif. Beberapa menit kemudian aku merasa kasurku bertambah beban. Bebannya seolah-olah ada orang lain yang ikut duduk di atasnya. Padahal saat itu aku sendiri dan sudah hampir jam 2 pagi. Saat itu aku mendengar suara bisikan yang semakin lama semakin keras.
Rasa takut kalah dengan penasaran, hingga aku melihat ke arah datangnya suara. Benar saja ada sosok pria yang tersenyum lebar tanpa mata sedang menghadapku. Aku panik dan berteriak lalu lari keluar apartemen. Satu kata yang kudengar saat itu, "Jangan pergi", tapi aku tetap kabur. Malam itu aku menginap di kos temanku. Sampai paginya aku bercerita dan akhirnya apartemen itu dijual lagi.
__ADS_1