Kisah Kasih Hana

Kisah Kasih Hana
Bab 6.Dibully teman


__ADS_3

Tidak terasa waktu begitu cepat sebentar lagi hana akan melaksanakan semester untuk kenaikan kelas ,hari hari seperti biasanya di sekolah hana hanya bermain dengan annisa tidak ada teman yg mau berteman dengan dirinya ,sampai adistia teman semasa sekolah dasar pun sekarang berubah menjadi menjauh dari dirinya.


pagi ini ibu susi wali kelas hana memasuki ruangan kelas untuk menyampaikan pemberitahuan tentang semester minggu depan kepada anak muridnya.


"pagi anak anak sapa bu susi sambil duduk dibangkunya.


"pagi bu jawab serempak anak anak di dalam kelas itu.


"ibu mau mengingatkan kalian kembali kalau senin depan kita sudah ulangan semester kenaikan kelas apa kalian sudah mendapatkan no ujian kalian masing masing tanya ibu susi kepada murid muridnya


"sudah bu jawab para murid


"kira kira apa ada yg belum mendapatkan no ujian tanya bu susi kembali


hanya hana yg mengangkat tangan keatas menandakan bahwa dia belum mendapatkan no ujian ,seisi kelas melihat hana dengan tatapan merendahkan.


"lagian ga mampu bayar uang sekolah pake masuk sekolah di sini mending jualan koran aja sana ucap gea menghina dan teman teman lainnya pun tertawa ..


"hahahahahahahaha suara tertawa dari beberapa murid


"tenang... tenang... bu susi menenangkan para muridnya


"gea kamu tidak boleh berbicara seperti itu kalau kamu tidak bisa membantu setidaknya kamu mempunyai rasa iba atau prihatin sedikit terhadap teman kamu sendiri ucap bu susi memperingatkan anak didiknya itu.


"mengerti gea ibu susi berbicara dengan tegas


"baik bu jawab gea jutek


hana yg mendengar hinaan teman teman hanya terdiam dan hampir menangis sampai sampai dia sempat berfikir apa sebaiknya dia tidak usah sekolah saja agar orang tuanya tidak kesusahan.


"hana nanti kamu ke ruangan ibu ya perintah ibu susi kepada hana


"baik bu jawab singkat hana


"sudah hana kamu jangan dengerin kata kata gea dia kan memang gag punya hati anggap saja angin lalu ucap annisa mencoba menenangkan sahabatnya itu


"baik anak anak sekarang buka buku kalian hlm 57 ibu akan menjelaskan sedikit

__ADS_1


jam pelajaran pun di mulai anak anak diam mendengarkan penjelasan dr bu susi.dan jam pelajaran pun berganti namun anak anak di kelas masih dengan suasana tenang tanpa ada keributan mereka mendengarkan semua penjelasan yg di terangkan oleh guru mereka dan mengerjakan tugas yg sudah di berikan.


bel berbunyi menandakan jam istirahat telah tiba para murid pun bergegas mulai pergi ke kantin.


"na kita temui bu susi dulu saja baru ke kantin ajak annisa


"tidak usah nis ,kamu ke kantin saja aku gag laper ko jadi aku ga ke kantin kata hana kepada temannya.


gea yg mendengarkan perkataan hana itu pun mulai mencoba untuk menghina hana kembali ia berjalan menuju meja hana yg diikuti oleh teman sebangkunya yg bernama putri.


"bilang aja gag punya uang buat ke kantin ucap gea yg sudah berdiri di depan hana dan annisa


"buat jajan aja gag bisa pantes no ujian juga belum dapat ledek purti juga.


"apa perlu aku jajanin kamu biar kamu gag kelaperan,


nnti udah kurus makin kurus lagi gara gara di sekolah gag pernah makan ledek gea kembali


"hahahahahahahaha..... gea dan teman pun tertawa.


"tapi kamu harus mau aku suruh baru aku jajanin gmn usul gea


"salah dia banyak banget kata gea kasar.


"pertama suruh siapa dia masuk sekolah sini dan masuk kelas unggulan pula bikin kelas kita jelek aja ,


"kedua dia sok pintar banget jadi orang kata gea kembali


"cuma di kelas kita aja kan yang ada anak miskin dan jelek kaya dia gini...


"kamu lihat coba sana di kelas lain ada gag anak miskin kaya dia lagian kamu mau aja temenan sama dia tambahkan putri.


"paling dia berteman sama si miskin biar bisa nyontek nanti pas ujian ucap gea kembali


annisa yg sudah kesal dengan semua perkataan gea dan temannya hampir saja ingin menarik rambut gea tapi hana langsung mencegahnya.


"udah nisa jangan di dengerin aku gapapa ko ucap hana menenangkan sahabatnya itu.

__ADS_1


hana pun mengajak annisa untuk keluar dar kelasnya dan berjalan menuju ruang guru.


gea dan putri pun merasa senang karena telah menghina hana dan mereka pum berjalan menuju kantin.


"nisa besok besok kamu gag usah belain aku ,aku gapapa ko kata hana


"si gea kalau di diemin begitu makin ngelunjak tahu lagi jg mau kamu miskin atau ga emang apa urusan sama dia, dia bantu jg ga cuma bisa hina aja dia aja masih minta uang sama orang tuanya tapi belagu banget kata annisa kesal


hana yg mendengar perkataan sahabatnya itu pun terharu dan memeluk sahabatnya itu.


"makasih ya nis kamu baik banget sama aku ..


"iya sama sama na udah kamu tenang aja ..


"beruntung aku masih ada yg mau berteman dengan ku aku ga tahu kalau nisa bukan teman aku pasti kesepian sekali di sekolah ini guman hana dalam hati


"kamu ga kekantin tanya hana


"nanti saja aku temanin kamu dulu ketemu bu susi


mereka pun berjalan menuju keruangan guru sesampainya di sana hana meminta annisa menunggunya di depan ruang guru dan annisa pun menyetujuinya,hana pun masuk ke ruangan guru setelah mengucapkan salam dan di berikan izin untuk masuk.


"ada apa ya bu susi memanggil hana tanya hana


"ini hana untuk kamu ibu susi mengeluarkan no ujian hana dari lacinya.


"loh ko sama ibu bukannya orang tua hana belum membayar uang ujiannya ke bagian tata usaha.


"iya gapaa hana ibu tadi sudah berbicara sama bagian tata usaha untuk memberi kamu keringan jadi tolong sampaikan sama orang tua kamu kalau biayanya bisa dicicil jelas bu susi


"yang penting kamu belajar dan kerjakan ujiam dengan baik jangan memikirikkan yang lain supaya kamu mendapatkan nilai yang bagus seperti semester yang lalu kata bu susi kepada hana.


"terimakasih banyak ya bu susi sudah mau membantu hana ucap hana dengan sangat bersyukur


"iya sama sama hana...


Hana pun berpamitan kepada wali kelasnya itu dan bergegas menemui temannya yg sudah menunggunya di depan ruangan guru.

__ADS_1


hana pun menceritakan hal baik itu kepada annisa dan annisa pun senang mendengar berita dari hana dan annisa pun mengajak hana untuk ke kantin hana sempet menolak namun annisa pun memaksa dan akhirnya hana pun menyetijuinya.


__ADS_2