
lanjut ya gaes....
ketika.dia pergi ke pasar seorang diri, tapi apa yg terjadi kemudia...? sumiati tidak.hanya menghinaku dng sebutan"si kliman gila" tetapi dia juga sempat meludahi muka ku dan mengancam akan melempar ku dng batu.
ah, betapa menyakitkan penghinaaan itu, yg lebih menyakitkan lagi, aku juga mulai sering mendengar bisik bisik tetangga yg ternyata juga menganggapku gila alisa kurang waras, tetapi aku sendiri tidak merasa telah gila atau kurang waras. lantas kenapa semua orang menganggapku gila..?
aku tak bisa menemukan jawabannya, sebab aku merasa tidak ada yg salah dng diriku, yang ku lakukan hanyalah memendam amarah dan dendam, semua ini memang cuma bisa ku simpan di dalam hati.
__ADS_1
karena tudingan gila itulah akhirnya ruang bergaulku di desa sepertinya tertutup sama sekali. karena itu lah selanjutnya hari hariku sering ku isi dng membantu ayah menggarapa sawah, namun di samping itu diaam diam aku mulai menjalani kebiasaan yg sudah lama tertanam semenjak aku tinggal di pondok.pesantren yakni meritualkan amalan amalan ilmu gaib yg ku pelajari dari kitab kitab kuning yg pernah ku baca, ibarat kata waktu itu bagiku tak ada hari tanpa wirid, puasa, atau lelaku lainnya.
hampir setiap malam aku selalu mengunci diri di dalam kamar, dng kesibukan menjalani ritual, sementara itu pula aku merasa telah mendapat kan teman teman baru dari alam gaib yg bisa menerima diriku dan juga ku ajak dialog kapan pun aku mau tidak seperti teman teman kampungku yg selama ini selalu menghina dng sebutan si kliman gila.
tanpa ku sadari, akibat menjalankan laku laku batin yg berat itu.rupanya aku semakin menyimpang dari normal kapan dan dimana saja. aku sering melihat temanku dari dunia gaib dan aku bisa asik ngobrol dng mereka. hal ini juga yg semakin melekatkan predikat gila.pada diriku sebab akh sering bicara sendirian.
padahal.aku tidak.merasa demikian,kalau selama ini aku ngobrol dng teman teman ku dari alam lain. itu semata mata ku lakukan demi keinginan untuk meredam rasa dendamku terhadap semua orang yg telah menggapku gila. aku berharap teman teman ku dari alam.gaib itu bisa menjadi teman tetapi yg ku perolah justru sikap ayah, ibu, serta semua keluargaku yg juga ikut menuduhku sebagai orang gila.
__ADS_1
keadaan ku benar benar tersudut ibarat kata orang sekampung sudah menuduhku sebagai orang gila, kenyataaann ini membuatku tak tahan lagi dalam gendang telingaku seperti selalu tergiang ngiang cemoohan " si kliman gila" yg di ucapkan oleh anak anak kecil,para gadis, teman maupun tetangga. karena itulah sambil.meredam dendam yg kian membara akhirnya aku memilih pergi meninggalkan kampung halaman ku.
dng membawa tas lusuh berisi beberapa potong pakaian, dan dng uang di kantong yg sangat cekak. aku terus pergi meninggalkan kampung halamanku. waktu itu tujuan ku hanya satu yakni ingin mencari orang sakti yg bisa menurunkan ilmu kepada ku. sehingga aku bisa membalaskan dendam kepada mereka yg telah menghina diriku. dng alasan ini. maka aku memutuskan untuk mengembara ke wilayah ujung kulon banten.
dalam pengembaraaan ini. aku sama sekali tidak pernah naik angkutan umum, atau bentuk alat tranportasi lainnya. semua jalan ku susuri hanya dng langkah kaki ku. dan aku seperti tak pernah mengenal lelah, siang malam aku terus berjalan dan bila mengantuk aku bisa tidur dimana saja.
bersambung.... lanjut nnti ya sahabat mati lampu hehhehehe
__ADS_1