
sambung lagi ya sahabat.....
masih ku ingat,pernah suatu malam aku kehujanan dan ingin menumpang tidur di sebuah masjid.malang salah seorang pengurus masjid malah langsung mengusirku.sebab dia menggapku sebagai orang gila.tetapi aku tidak.menyalahkan orang itu,sebab mungkin dia melihat keadaan ku yg saaat ini sudah sangat lusuh dan dekil.maklum saja aku memang selalu kepanasan bahkan sering pula kehujanan dalam perjalananku yg tak tentu arah itu.
suatu kali aku pernah di lempari oleh anak anak kecil.murit sekolah dasar yg baru pulang sekolah sambil.meneriaki" orang gila" anaak anak itu dng kompaknya menghujani tubuhku dng krikil,akibatnya aku sempat mengalami luka di lengaan dan wajahku.
pernah pula seorang ibu pemilik kedai nasi yg berusaha mengusirku ketika aku bermaksud membeli sebungkus nasi di warungnya. ibu itu juga menganggapku orang gila. buktinya ketika ku sodorkan uang kepadanya. ibu itu nampak kebingungan mungkin si ibu berfikir kok ada orang gila yg punya uang dan mau membeli nasi.
__ADS_1
begitu lah beberapa pengalaman selamanya aku dalam pengembaraaan yg tak akan bisa aku lupakan seumur hidupku.
hingga suatu ketika tanpa pernah ku rencanakan sedikit pun.sampai.aku di sebuah tempat yg sangat terpencil,tak ada satu pun rumah penduduk.di tempat ini yg ada hanyalah hamparan hutan belantara walau begitu tak sedikit pun ada perasaaan gentar atau takut di dalam dadaku.
aku terus melangkah menyibak semak belukar dan ranting ranting pohon sampai akhirnya ku lihat ada sebuah gubuk kecil di dalam hutan yg belakangan ini ku ketahui sebagai alas gentarawang itu.ini lah kawasan hutan yg menurut legenda para orang tua di tanah banten merupan daerah kekuasaaan pangeran arya dillah,putra sultan hasanudin yg terlahir dari birahi ratu jin pulosari yg menggoda pangeran saat bertapa.
cerita haji deeng memang mirip dng cerita sebuah kaum di zaman nabi daud yg begitu gemar memancing sehingga lupa menyembah tuhan, dan akhirnya mendapat kutukan wujudnya berubah menjadi monyet.
__ADS_1
entahlah, cerita haji deeng itu hanya atau hanyalah sekedar lengenda. aku tak tau pasti.yg tak pernah bisa ku lupakan di gubuk yg terletak di tengah alas gantarawang itulah aku bertemu dng seorang kakek yg bagiku sangat aneh, pakaian nya dekil namun ia selalu mengenakkan kopiyah haji di kepalanya.apakah kakek ini yg di maksud sebagai haji deeeng ???
sekali lagi aku tak bisa memastikannya si kakek hanya memintaku menyebutnya sebagai aki....
sejak pertama kali bertemu dng di kakek bertubuh coklat ini selalu membuatku terkagum kagum.ia tidak hanya membaca semua masa laluku,tapi ia juga bisa mengetahui apa yg ada di dalam hatiku, misalnya saja tentang api dendam yg membara dalam dada ku juga ke inginan ku untuk membalsakan dendam itu kepada orang oramg yg telah menghinaku.
lanjut nanti ya sahabat.... jng lupa like dan komen ya sahabat....
__ADS_1