Kisah Remaja

Kisah Remaja
episode37


__ADS_3

motor yang kami kendarain melaju menuju alun alun kota madya.


disana sudah ramen dengan berbagai macam hiburan.


iben memarkirkan motornya ditempat parkir iben membantuku melepaskan helm dan menggenggam tanganku.


"kita kepasar malamnya yuk" ajak iben langsung aku setujui dengan anggukan dikepala.


"wahh... rame ya mas" kataku


"kan malam minggu sayang" jawab iben


"iya ya" kataku


iben mengajakku untuk membeli aromanis dan minuman dingin. "ini spesial buat kamu" kata iben sambil memberikan aromanis berbentuk hati "ihhh.. tumben so sweet" ledek ku


"hahaha. kebetulan aja" jawabnya asal


"mau naik itu gak?" tanya iben sambil menunjuk biang lala


"ayo" kata ku sambil menarik tangan iben kesana.


kamipun naik bianglala dengan senyum jelas.


"phit. "panggil iben


"iya." kataku


iben langsung menggenggam kedua tanganku


"aku sayang sama kamu. aku nyaman banget sama kamu" kata iben sambik mencium tangan ku


"aku juga sayang." kataku sambil tersenyum

__ADS_1


iben sudah mengarahkan wajahnya dekat dengan wajahku. jarak bibir kami semakin dekat. bianglala tepat dipuncak atas bibir kamu sudah menyatu sudah saling mengecap dengan lembut saling memejamkan mata saking menikmati.


ciuman yang lembut dengan penuh kasih sayang bukan ciuman brutal penuh nafsu.


iben melepaskan ciumannya membiarkanku sejenak mengambil banyak nafas. iben mengusap bibirku dengan jarinya sambil tersenyum


"kenapa manis banget sih rasanya?" tanya iben


"tadi kan habis makan ini" kataku sambil menunjuk aromanis ditangannya


"hehehe. iya ya jadi pengen lagi" godanya sambil mengedipkan sebelah matanya


"ihhh.... genit." kataku sambil menyubit perutnya


"tapi suka kan" katanya sambil tersenyum jahil.


dan iben sudah mendaratkan bibirnya pada bibirku. kami mengulang ciuman lembut ini beberapa kali berhenti sejenak untuk mengambil nafas. ciuman berhenti ketika bianglala diputaran terakhir dan berhenti. iben menuntun ku keluar dengan tetap menggenggam tangan ku.


"hemm... kesana aja yuk" ajakku


"iya ayo" kata iben sambil berjalan menuju kedai jagung bakar.


iben memesan 2jagung bakar rasa pedas manis dan orange jus. kami duduk dikursi pojok sambil ngobrol tentang hari hari dia bertemu ibu ibu genit aku hampir ingin tertawa keras saat iben cerita ada ibu ibu gendut yang minta dipijit sama dia.


"dia pikir aku tukan pijit apa." katanya dengan kesal


"kamu pake kacamata gak yank?" tanyaku


"gak yank. kenapa emang?" jawabnya


"ohhh... kirain kamu pake kacamata sampe sampe dikirain tukang pijit ama dia" ledekku


"kamu mah paling pintar kalo ngeledek aku" katanya samb cemberut

__ADS_1


pesenan kami pun datang. kami mulai menikmati makanan dan minuman kami sambil terus bercerita.


"mas iben" panggil seseorang sambil memegang pundak iben


"ehh... ica" kata iben sambil menggaruk kepalanya yang gak gatal. terlihat gerak gerik iben yang gugup.


"udah lama ya mas" kata perempuan itu


"apa kabar?" tanyanya


"iya ca. baik kog kamu apa kabar?" tanya iben aku mulai merasa risih tapi aku tahan dan tetep seolah cuek dengan terus menikmati jagung ditanganku.


perempuan itu melirikku "sama siapa mas?" tanyanya sontak membuat iben kaget karena merasa gak enak hampir melupakanku


"ehhh.. ini pacar aku ca. kenalin ini phita" katanya sambil menggenggam tanganku


"sayang ini ica. adek kelas aku dulu" lanjutnya memperkenalkan. kami saling menjabat tangan dan tersenyum


"mas aku duluan ya" pamit perempuan itu


"sayang. ica itu.." kata iben menggantung sangat terlihat wajahnya sudah bingung dan gugup


"udahlah mas. semua orang punya masa lalu" kataku yang sudah sangat paham kedekatan seperti apa keduanya.


kami masih melanjutkan makan dengan masib diam sesekali aku lihat iben yang melirikku.


"aku gak papa mas. gak usah seperti itu" kataku sambil memegang tangan iben


iben membalasnya "makasih kamu gak marah atau salah paham sama aku" katanya mencium tangan ku


"untuk apa. seperti kamu punya masa lalu aku juga punya mas" kataku tersenyum.


setelah puas makan jagung kamu kembali jalan jalan mengelilingi pasar malam. disana iben gak pernah melepaskan genggamannya dari tangan ku.

__ADS_1


__ADS_2