Kisah Si Pejuang Cinta

Kisah Si Pejuang Cinta
introspeksi diri ku


__ADS_3

 


Mendekati jam makan siang, tak bisa lagi kutahan keinginanku untuk melakukan riset atas penemuanku itu. Setelah celingak celinguk memastikan aku satu satunya penghuni di rest room ini, aku menatap cermin dihadapanku. rambut hitam sebahu agak bergelombang dgn tekstur rambut mengembang yg kalau seperti sapu ijuk, sehingga rambutku mirip sirai singa keluar ke segala arah tidak beraturan jika dipotong model shaggy. sejak itu ku pastikan model rambut yg paling bagus untukku adalah bob sebahu.


 


wajahku rata rata campuran seperti peranakan tionghoa dan jawa,mata tajam agama kecil seperti kucing, hidung mungil yg puncak nya hanya mencapai dua koma lima sentimeter, bibir atas dan bawah tebal,aku ingat sewaktu kecil ketiga kakak ku yg semuanya perempuan sering mengejek ku si "mulut bebek" kerena jika ku monyongkan bibir ini, maka jika dilihat dari samping, dia akan mengalahkan keberadaan puncak hidung mungil ku. "untunglah aku tidak memiliki hidung yg lebar ", bathin ku sambil menarik narik ujung hidung agar lebih mancung dan memonyongkan mulut, aku tertawa tawa melihat bayangan di cermin lalu mengalihkan perhatian ke postur tubuhku, tinggi seratus enam puluh \(160\) sentimeter yg tidak pernah bertambah sejak kelas dua sma dan berat badan empat puluh delapan. \(48\) kilogram

__ADS_1


"Ah, dibanding kan dengan cerita cerita di buku chicklit, sebenarnya tampilan gw lumayan manis kok, gw ngga gemuk,ngga berkawat gigi, kulit kuning langsat tanpa jerawat, apalagi kalau senyum, ah manis juga euy, "aku berusaha menenangkan diriku



ya senyum, aku terhenyak, betapa seluas senyum bisa mengubah wajahku dengan cepat menjadi lebih menarik dan manis. Lima detik kemudian bagaikan seorang foto model bergaya di depan kamera aku berpose dengan berbagai gaya senyuman, pertama kucoba gaya senyum kaget ala model sampul majalah remaja tahun sembilan puluhan.dengan kedua telapak tangan di pipi,mata terbelalak dan mulut terbuka lebar tentu saja senyum ini tidak cocok diaplikasikan dalam kehidupan nyata ku.kedua, senyuman bersahaja ala \\*miss world\\* raut muka membayangkan seolah olah akulah wanita tercantik di dunia sambil berpikir perdamaian dunia sudah terwujud diseluruh penjuru bumi dan tidak ada kelaparan. aku tertawa kecil melihat diriku, senyum artifisial ini sama sekali tidak pas dengan ku yg apa ada nya dan bukan miss world pula


__ADS_1


untuk sementara aku mencatat senyum ala HDR dan selebriti patut dicoba untuk mendongkrak wajah standar ku ini.


malam hari di dalam kamarku, aku mengingat bahwa dua bulan lagi, umurku akan bertambah satu tahun, DUA PULUH DELAPAN TAHUN? ya tuhan , aku sontak teringat dengan data statistik usia menikah di keluarga ku,


 


 

__ADS_1


kaka pertama menikah tiga bulan sebelum beru ur 23 tahun,kakak nomor ketiga menikah di umur 27 tahun lebih 4 bulan, sedangkan kakak nomor dua menikah 1 bulan sebelum berumur 32 tahun dan di keluarga kamu hanya aku dan adikku yg belum menikah dan tinggal dengan orang tua kami, dan aku harus sudah mempunyai pacar kalau tidak aku akan memecahkan rekor (menikah di usia tiga puluh tahun lebih ) dikeluargaku yg sebelumnya dipegang oleh kakak kedua ku


__ADS_2