Klim Zero Zero Six

Klim Zero Zero Six
Volume 1 Chpatr 1


__ADS_3

[Renkarnasi]


Code name Zero zero six, telah gugur di medan perang, cepat hubungi pusat dan meminta bantuan untuk bertahan di barisan depan, kita telah kehilangan monster perang kita.


Di saat kedamaian dunia tidak terlihat dan kehangatan sebuah keluarga telah memudar, aku di lahirkan untuk menjadi pasukan monster untuk negara ku.


Aku di besar kan di medan pertempuran, kematian, darah, ledakan bahkan potongan daging manusia berserakan di mana mana.


Dari aku kecil hingga menjadi pasukan monster untuk negara ku, aku tidak pernah merasakan sebuah hubungan, di saat aku ingin membunuh musuhku, dia berkata "aku memiliki keluarga, tolong jangan bunuh aku, dan aku memiliki anak yang masih membutuhkan sosok ayah" dia mengatakan hal itu? Dia menceritakan ke sosok monster tanpa perasaan yang tidak mengenal kehangatan, sebuah lelucon.


Keseharian ku hanyalah membunuh dan memimpin di barisan depan.


Keberhasilan ku hanya di nikmati pejabat tinggi di negara ku, aku hanya alat peperangan, bahkan tempat tinggal ku lebih buruk dari tempat sampah.


Di saat pasukan yang di bawah pimpinan ku terdesak dan harus mundur aku mengorbankan diri untuk menahan pasukan musuh yang mencoba menerobos pertahanan.


Aku gugur saat itu juga karena ledakan besar, tubuh ku hancur tak tersisa.


Kematian ku adalah akhir dari negara ku.


Pada akhirnya negara yang ku lindungi telah hancur.


Sedangkan aku? Aku di tarik ke dunia lain setelah selesai melihat kehancuran negara ku sendiri akibat kerakusan pejabat pejabat korup, mereka menjual informasi kepihak lawan dan meminta jaminan agar keluarga nya baik baik saja saat negara nya hancur.


Lucu memang dengan pejabat tinggi yang di percayai rakyat tapi otak nya lebih sempit dari tikus tikus sampah.


Jika aku di lahirkan kembali ke dunia lain? Aku ingin kehidupan normal tanpa peperangan, aku menginginkan sebuah kehangatan keluarga seperti musuh musuh ku bilang.


Tapi..........


Aku di lahirkan di keluarga pembunuh yang selalu menyamar menjadi profesi dokter, pelayan dan lainnya.


Cukup sial, tapi aku tidak ingin tau lebih dalam tentang keluarga ku, aku ingin hidup seperti orang normal.


Di kehidupan ku yang baru?.. Tapi aku tidak kehilangan ingatan ku di dunia sebelumnya?


Apa ini yang di sebut Reinkarnasi ?


Sebelum aku di lahirkan ke dunia baru, aku di perlihatkan beberapa gambaran tentang keluarga ku saat aku lahir nanti, sepertinya aku di lahirkan di sebuah negara yang memiliki konflik yang amat panjang.


Aku sendiri tidak terlalu mau ikut campur tentang itu, aku hanya ingin hidup normal.


5 tahun berlalu sejak kelahiran ku, aku di besarkan keluarga Steven lebih lengkap nya Steven Wiliam, dia adalah ayahku sekaligus pembunuh, dan Steven Alexsi ibuku dia adalah mata mata kelas S dan begitu juga ayah ku.


Tepat minggu depan umur ku genap 6 tahun, ibu dan ayah ku ingin memasukkan ku ke dalam akademi.


Sepertinya aku akan kembali ke bangku sekolah untuk belajar?..


Selama 5 tahun berlalu aku belajar banyak tentang dunia ini, dari segi sihir dan bela diri nya, aku bahkan terkejut kalo dunia dengan sihir itu beneran ada.


Awal yang ku pelajari adalah sihir, karena? Kalo bela diri aku udah sangat ahli waktu aku masih menjadi pasukan monster.


Menurut yang ku baca, sihir bisa di bilang sebuah perkumpulan energi sekitar yang di satukan menjadi sebuah mantra yang dapat di kendalikan, Hmmm?.


Dan dari hasil 5 tahun aku bisa membunuh anak nakal dari jarak jauh dengan kekuatan sihir yang ku pelajari secara tidak langsung, dan sepertinya sihir yang aku lakukan adalah sihir pribadi ku, karena di buku tertulis tidak ada orang atau mustahil mendapatkan sihir yang dapat menghancurkan organ dalam dengan sekali sebut nama organ nya.


Sihir yang ku buat ini aku masukkan ke sihir tinggkat SS bisa di bilang sihir yang jarang aku gunakan.


Dalam 5 tahun aku berhasil menguasai 1000 sihir tingkat D dan 800 sihir tingkat C dan juga 400 sihir tingkat B 150 sihir tingkat A dan 50 sihir tingkat S dan juga sihir SS yang ku buat sendiri ada sekitar 25


Total semua sihir yang ku pelajari 2425.


Cukup sedikit, karena menurut buku sihir, sihir aktif di dunia ada 10 ribu dan ada 4 ribu sihir yang langkah dan ada juga 1 ribu sihir yang tidak akan ada orang yang menguasainya.


Total ilmu sihir di dunia ini ada 15 ribu?


Aku sedikit bingung? Kenapa ada seseorang yang menghitung jumlah sihir yang ada?, bukankah itu sedikit susah, mungkin saja karena ada sihir yang bisa menghitungnya.


Aku akan menceritakan sedikit tentang keluarga ku sekarang, aku dan kedua orang tua ku tinggal di negara musuh, bisa di bilang mereka sedang menyamar untuk sebuah tugas, mereka di juluki dua bayangan iblis.


Karena setiap orang yang bertemu dengannya saat bertugas, maka keselamatan hanyalah sebuah mimpi.


Mereka berdua adalah pembunuh berbakat.


Tapi yang aku harapkan, aku tidak mau seperti mereka, aku mau hidup normal, ya walaupun aku mempelajari sedikit sihir.


Kalo tidak salah saat masuk akademi akan ada beberapa Test? Apakah sihir termasuk Test?.


Seminggu berlalu, aku ayah dan ibu bersiap untuk mendaftarkan aku ke akademi.


Seperti biasa, di meja makan bersama mereka adalah momen yang tidak pernah ku rasakan di kehidupan sebelumnya, mereka menyayangi ku dan selalu mengkhawatirkan aku.


Wiliam dan Alexsi? nama kedua orang tua ku.


Di sini kami menggunakan nama depan sebagai nama keluarga, sedangkan nama belakang adalah nama panggilan.


Aku adalah Steven Klim, anak dari keluarga pembunuh kelas kakap dari negara sebelah.


"Klim ayo cepet berangkat, nanti telat".


"baik bu".


"Klim, ingat ya, kalo ada anak nakal, balas dengan pukulan".


*Tukkk pukulan kecil di bagian kepala ayah


"kamu ngajarin apa sih ayah ke klim?"


"di sekolah jangan bandal ya".


"tenang aja bu, aku pasti jadi anak baiknya ibu dan akan menjadi anak keras nya ayah kalo ada yang bandel".


*Hehehe suara tawa ku bersama ayah.


Sfx: Selamat datang untuk para murid baru di akademi kami, Test ujian masuk akan di lakukan di aula A dan untuk orang tua di harapkan untuk menunggu anak anaknya di aula B.


"oky klim, sampe sini ya, ayah dan ibu akan menunggu kamu di ruangan sebelah".


"oky ayah".


Dua Test di lakukan, pertama uji coba kemampuan, bisa di bilang kita di ujian pertama ini akan di suruh mengeluarkan kemampuan terbaik kita, sedangkan aku sudah menyembunyikan semua kekuatan ku, seperti aura energi sihir dan aura tekanan bela diri.


Di saat ujian, aku seperti merasakan aura aura meremehkan ku, terutama guru penguji yang membimbing ku.


"Steven , kamu tidak bisa melakukan apa apa?".


"maksudnya guru?".


"kamu tidak mempunyai aliran mana yang di sebut energi sihir dan juga tidak memiliki tekanan bela diri".


"hahaha dia anak lemah tuh guru, mending guru ngajar kami aja, dari pada ngajarin anak yang tidak memiliki bakat" kata kata dari salah satu anak.


"maksud kamu apa? Kita di sini kan ingin belajar! Bukan ingin pamer kekuatan, kekuatan kamu ga bisa membantu kekuatan tempur negara jangan merasa paling jago" ada anak laki laki yang tiba-tiba membalas perkataan nya.


Kalo kamu mau tau aku merespon nya seperti apa? Aku hanya tersenyum ke mereka berdua, tapi sepertinya yang ngatain aku lemah, marah, kenapa ya?.


Sudah sudah anak anak, kalian akan di bagi dua kelas, ada kelas A dan B itu tergantung kemampuan kalian.


Setelah ujian tahap satu dan tahap dua selesai, aku masuk ke kelas B, sepertinya kelas B khusus anak anak dengan kemampuan yang paling rendah, seperti mereka yang hanya memiliki kemampuan sihir tanpa memiliki kemampuan bela diri dan begitu sebaliknya.


Aku tidak peduli dengan perbedaan itu, namun banyak kelas A yang meremehkan kelas B.


Setelah semua ujian sudah di lakukan, aku lulus dengan peringkat paling bawah.


Saat kedua orang tua ku tau, mereka tidak marah, mereka tersenyum dan berkata "kamu anak pintar".


Apa mereka tau kalo aku bisa sihir dan kemampuan bela diri ku tinggi?


Aku tidak di kasih tau sihir ataupun bela diri, entah dari ayah ataupun ibu, mereka sepertinya tidak mau menarik ku di dunia mereka yang penuh akan bau darah.


Mereka seperti lega melihat ku yang peringkat terakhir, tapi ayah seperti cemas, sepertinya ayah takut kalo aku di ganggu anak anak lain.


Hari pertama yang ku tunggu, sekolah!!.


Aku penasaran temen seperti apa yang akan ku dapat?.

__ADS_1


Sistem sekolah akan selalu di pisah pisah seperti Kelas A dan Kelas B namun peringkat di kelas A dan B akan menentukan kelas yang di dapat, seperti aku yang mendapatkan kelas B-10 dari 10 kelas yang ada di peringkat B, ini juga berlaku di kelas A.


Satu akademi memiliki dua gedung, yang Hitam adalah gedung Kelas B dan Putih gedung kelas A..


Aku melihat banyak anak seusai ku dengan senyuman, aku jarang sekali melihat ini di kehidupan sebelum nya, walaupun pernah menemukan anak seusai ku tapi sudah hangus terbakar karena ledakan bom dan rumahnya pun ikut terbakar.


Saat aku ingin memasuki kelas ku, aku mendengar suara keributan.


Ternyata dua murid sedang bertengkar tentang kekuasaan kelas, berasa paling pintar dia ingin mengatur 9 murid kelas B-10, namun anak perempuan tidak setuju dengan keputusan nya, di sini setiap kelas memiliki 10 murid dan itu 5 cowo 5 cewe, semua cewe kelas ku tidak setuju dengan keputusan anak pintar itu, aku hanya ingin duduk di bangku belakang dan hanya melihat mereka berdua bertengkar.


Tidak lama kemudian guru yang mengajar di kelas kita akhirnya masuk, guru sekaligus Walikelas kami bu guru Hima.


Aku berencana untuk tidak terlalu Goblok, jadi aku akan serius untuk kelas ini, minimal aku ingin menjadi bendahara kelas.


"Heh kamu!!".


"Aku???".


"kenalin aku Alia".


"oky".


"kok begitu doang sih?".


"terus harus gimana?".


"Nama kamu siapa?".


"Steven".


"Cuek banget sih!".


"itu yang di belakang jangan sibuk sendiri, perhatikan di depan, kita akan membagi organisasi kelas sesuai kemampuan kalian".


"Baik buu"


"sebelum ibu membagikan, ibu mau kasih 10 soal yang akan ibu bagi ke Kalian, jawab kalian akan menentukan kalian akan menjadi apa!"


Sepertinya aku harus benar 5 dan akan ku salahkan 5, bendahara ga terlalu buruk, yang penting aku berguna untuk kelas ku.


Beberapa jam setelah semua murid selesai, ibu guru kembali ke ruang guru, dan kami di suruh menunggu.


Akhirnya bu hima kembali.


"Steven? Coba ikut ibu ke ruang guru".


"Hahhhh?" teriak ku di dalam hati, apa aku ngelakuin kesalahan ya?.


"Baik bu".


"ibu mau bertanya? Kenapa kamu bisa bener semua?".


"ehh? Ga mungkin bu!".


"oh iya kamu juga mengerjakan satu soal yang ibu gunakan sihir kelas B untuk menghilangkan nya" tapi kenapa kamu jawab, dan jawaban nya juga benar".


"ehhhh".


"terus kamu benar di jawaban tentang tekanan bela diri"


"kamu itu anak kelas A, kenapa kamu di kelas B?"


"tapi nama kamu ada di kelas ini dan hasil ujian kamu tidak sesuai kemampuan kamu?".


"bu tolong di rahasiakan ini semua, aku ingin di kelas ini bersama yang lain".


"Tapi kemampuan kamu bisa lebih berkembang di kelas A".


"Bu, apa ibu tidak mau membantu ku? Untuk merahasiakan ini, jika semuanya sudah tepat aku akan memperkenalkan siapa diri ku sebenarnya, dan nama bu guru ikut naik".


"Tapi itu tidak baik de Steven".


"kumohon bu, rahasiakan ini aja, nanti aku ngelakuin apa yang ibu minta".


"oky bu oky".


"kamu jadi ketua kelas dan kamu yang akan mengatur teman teman mu".


"ehhhhhh, kenapa ketua kelas?".


"inget loh, semua yang ibu minta kamu turutin".


"iya bu oky".


Akhirnya aku kembali duluan ke kelas.


"Steven tadi di sana ngapain aja? Kok keliatan kamu jadi lemes gitu".


"tidak apa apa".


"hmmm, kebiasaan selalu cuek"


"maaf Alia, aku sibuk, aku ingin buat laporan untuk aku kasih ke bu hima".


"laporan apa itu? Coba aku liat"


"eh ada nama ku? Ketua Steven Klim, kamu ketua?, Ehhh".


"oh iya nama lengkap kamu Alia apa?"


"Nama ku ya? Void Alia".


"tunggu, Void Alia?".


"Iya Void Alia? Ada yang salah?"


"Nama kamu Void?".


"Itu nama keluarga ku".


"terus kenapa kamu perkenalan diri pake nama alia?".


"kurang tau kenapa, kayaknya kita bakalan akrab, jadi aku langsung gunain nama panggilan dari pada pake nama keluarga"


"oh iya Steven, boleh aku panggil Klim?".


"Ahh anu, kamu mau panggil aku begitu?".


"Iya tidak masalah kan?".


"oky Alia".


"Tunggu tunggu kamu nulis nama aku jadi wakil ketua?".


"kata bu hima, aku bebas memilih organisasi yang akan di bentuk di kelas, kamu aku masukin ke wakil karena kamu teman pertama aku".


"berarti kamu Test yang tadi dapat nilai sempurna?".


"bisa di bilang begitu".


"oky klim, tolong kerja sama untuk kedepannya, hehehe gimana aku keren kan?".


"iya Alia, keren kok"


Setelah selesai menyusun organisasi, namun aku baru menulis nama ku dan nama alia, mungkin sisa nya aku serahkan ke bu hima.


*boumm, suara ledakan dari gedung A yang cukup keras.


Semua anak anak gedung B langsung melihat ke arah gedung A, aku kira ada perselisihan antara anak, ternyata ada anak walikota yang di culik, sungguh malang, aku tidak mau terlibat tentang ini.


"Klim!!!".


"kenapa Alia?".


"Ikut aku untuk bantu mencari anak walikota yuk".

__ADS_1


"Hah?!!, kamu gila atau miring?".


"Aku butuh lencana bintang untuk memperbaiki nama keluarga ku Klim,aku butuh itu agar kedua orang tua ku, namanya kembali bersih dari bintang merah, aku ingin seperti dulu, semenjak orang tua ku di tuduh sebagai mata mata negara tetangga, nama keluarga aku tercoret jadi bintang merah, karena akademi tidak peduli tentang status orang tua, mereka hanya melihat kemampuan anak, namun akademi juga di pantau pemimpin negara, jadi aku harus di masukin ke kelas ini, kelas paling rendah, bahkan untuk dapat lencana bintang adalah hal yang sulit untuk anak kelas B-10, tapi sekarang walikota memperbolehkan siapapun untuk ikut membantu dan akan mendapatkan lencana bintang".


"Aku tidak tau kalo kamu punya pengalaman yang seperti itu, kalo kamu menginginkannya, mungkin aku bisa membantu mu".


"Serius? Terimakasih klim, kamu teman terbaik ku".


"Jadi sekarang apa yang harus kita lakukan?".


"Nanti pulang sekolah kamu main ke rumah ku dulu ya!, kita akan membahas rencananya di sana".


Di pikir pikir, aku juga akan merencanakan sesuatu, kalo ga salah aku punya sihir deteksi seseorang menggunakan barang yang pernah dia pakai, tapi pertama aku harus meminta barang yang sering di pake anak walikota agar bisa mencari nya, mungkin sebelum aku ke rumah Alia aku akan ke rumah walikota, apa aku bisa masuk ke sana ya? Aku kan anak anak biasa?, kurang tau di coba aja dulu.


"Permisi aku ingin membantu mencari anak pa walikota".


"Kamu masih kecil de? Kamu mau membantu apa?".


"Aku mempunyai sebuah rencana, tapi aku membutuhkan izin dari pa Walikota".


"Walikota sekarang cukup sibuk, tidak bisa bermain main dengan anak anak".


"Tidak bisa kah pertemukan aku 5 detik saja".


"Tidak bisa de, silakan kamu pulang, nanti di cariin orang tua kamu!".


"Baiklah...."


"Tunggu, kamu punya rencana untuk menemukan anak ku?".


"Pa Walikota? Kenapa bapa ada di luar? Bukankah di dalam banyak Agen kelas S untuk membantu bapa?".


"Mereka semua tidak berguna tanpa melihat kejadian nya langsung dan mereka hanya memberikan tingkat keberhasilan A, aku takut anak ku terbunuh saat melakukan penyelamatan".


"Jadi nak? Kamu ingin memberikan tingkat keberhasilan ke bapa berapa?".


"Tingkat keberhasilan yang bisa aku kasih ke wali kota tingkat SS, tapi aku butuh izin dari bapa untuk memenuhi syaratnya, untuk menggunakan sihir ini?".


"Pa walkot, jangan terlalu sirus meladeni anak anak".


"Kamu jangan berisik ajudan".


"Baik pa".


"Jadi syarat apa yang harus bapa lakukan ke ade?".


"Ada dua syarat pa, aku ingin meminjam barang milik anak bapa untuk menggunakan sihir nya, tapi barang tersebut adalah barang yang sering anak bapa pakai".


"Kalo syarat itu gampang, ada banyak barang yang sering dia pakai di kamar, lalu syarat kedua?".


"Tolong lepas bintang merah dari keluarga Void".


"Keluarga Void ya? Keluarga yang dapat tuduhan mata mata negara tentang?".


"Iya".


"Oky bapa janji".


"Sekarang tolong bawa saya ke barang yang sering anak bapa pakai".


"Itu ada di kamar anak saya, ayo ikut bapa ke rumah".


Sementara aku sibuk ingin menyelamatkan anak Walikota, Alia yang menunggu ku di rumah sangat kesal karena aku tidak datang datang.


"Dasar Klim pembohong!!".


..


..


"Ini kamar putri bapa".


"Putri? Anak bapa perempuan?".


"Iya, dia putri kesayangan bapa, kalo kamu bisa menyelamatkan putri bapa, kamu mau minta putri bapa untuk jadi istri kamu pasti bapa restuin".


"Ehhh engga pa, tujuan aku hanya 1, tentang keluarga Void saja".


"Kamu ada hubungan apa sama keluarga void?".


"Aku memiliki janji kepada putri void untuk membantu nya"


"Putri void?"


"Untuk itu kita bahas nanti saja pa, tapi aku hanya ingin sendiri di ruang putri bapa, bapa bisa menunggu di luar, setelah itu aku menjamin bapa bisa langsung menemukan putri bapa di kamar".


"Serius?".


"Tapi tolong jangan ada yang memata matai ku saat aku menggunakan sihir, karena bisa saja gagal jika ada yang memantau ku".


"itu bisa bapa urus, tolong bawa kembali putri bapa".


"oky, pintu aku tutup ya, bapa tunggu di luar".


Pertama tama aku ingin memasang sihir pemantau, agar aku tau ada yang memantau ku atau tidak?.


Sihir B di aktifikan, luas jangkauan sekitar 10 petak dari tempat ku berdiri, hmmm sepertinya tidak ada yang memantau, di sini aku akan memasang sihir penghalang energi sihir agar tidak meledak ke luar saat energi tingkat ss aku aktifkan, oky saatnya melakukan sihir deteksi dan sihir teleport bersamaan.


Sihir A di aktifikan, sihir SS di aktifikan jangkauan satu negara yang aku tempati.


Sementara itu putri walkot sedang menangis di sebuah ruangan yang terkunci sihir tingkat S, putri walkot yang menguasai sihir dan bela diri tapi dia tetep wanita dan sosok anak anak yang belum mengerti banyak hal.


Di tempat putri walkot di dalam ruangan ada cahaya yang bersinar dan itu menghubungkan aku ke putri walkot.


"Siapa kamu?".


"Cantiknya....".


"HAH!!!".


"Engga, aku di sini untuk menyelamatkan mu, jadi cepat lah ke sini".


"Tunggu, kaki ku di rantai, kunci nya ada di penjaga, aku ingin melepas nya juga percuma, aku tidak bisa menggunakan sihir di sini".


"Hmmm, anti sihir ya? Lalu kenapa kamu ga pake kekuatan tekanan bela diri?".


"Oh iya ya!, tunggu".


sfx: bukkk


"hey ada apa di dalam?" (penjaga di luar).


"Cepat putri".


"Iyah iyah, sabar kaki ku sakit tau, karena di rantai beberapa hari".


"Hari? Perasaan kamu baru di culik tadi pagi dan sekarang kan malam?".


"Hah?, bukankah menemukan seseorang saat di culik adalah hal yang susah, lalu kenapa kamu langsung menemukan aku?".


"Udah nanti aja ceritanya, cepet masuk".


"Iya iya".


Sihir teleport berhasil, sang putri kembali ke kamar nya.


"Tunggu sebentar?, kenapa kita ada di dalam kamar ku".


"Kamu bisa bertanya ke ayah kamu".


"Itu boneka kesayangan aku kenapa ada di tangan kamu?".


Aku pikir ini akan mudah, ternyata putri wali kota sangat berisik.


Note : chapter berikutnya sedikit sadis dan mengandung +18

__ADS_1


__ADS_2