
Zahra yang sekarang tengah berada di kantin kampus tengah duduk di hadapan Ummi dengam tatapan yang tidak bisa di artikan. Membuat Ummi salah tingkah sendiri.
Zahra masih terus saj memandang Ummi tanpa berkedip seklipun. Saat masuk kampus tadi ternyata Zahra telat satu menit karean itu ia sangat kaget saat tahu Ummi berada di dalam. Bahkan Zahra tidak bisa menanyainya karean Dosen kebyru masuk.
Dan sekaeanglah saatnya ia menanyai Ummi.
"Jawab yang jujur,apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Zahra dengan nada yang serius.
Umm8 mengedipk-ngedipkab matanya karean merasa bingung dengan pertanyaan Zahra, jika dia ada di kampus tentu ia belajar. Jika ia di kantor pastilah bekerja.
"Pertanyaan macam apa tuh, tentu saja buat kuliah, belajar," jawab Ummi yang kini tengah menyeruput es jeruknya.
Zahra menutup matnya mencoba meredakan amarahnya karean ternyata Ummi sama sekali tidak paham karean apa ia bertanya sepert itu.
"Aku tahu kalau datang ke kampus pasti kuliah, belajar. Kalau ke sawah baru tuh bertani." Zahra mengembuskn napasnya.
"Yangaku maksud itu, ngapain kamu malah ke kampus bukanya bulan mad7, buknkah rencananya kmu bakalan tinggal di puncak selama tiga har lalu ke bali empat hati. Nah ini mlah kekampus, gimana sih, Asisten Dala mana, kamu tinggal di sana?" Cecar Zahra yang sidah gergetan pada Ummi.
"Hehehe, itu Mas dala kerja Zah." Ummi malah cengengesan mendaat brondongm pertanyaan dari Zahra.
"Jawab yang bener, Ummi."
Bukanya memberikan jawaban Ummi malah pindah bangk yg menjadi di samping Zahara seraya membisikkan sesuatu di telinga Zahra.
"Astagfirullahaladzim. Seriusan?" tanya Zahra setelah mendapati bisikan Ummi.
Ummi pun hanya mengangguk dengan wajah yang di buat sedih.
"Jadi gagal dong olah raganya." Zahra mengerutkan keningnya karean merasa sedih.
"Karean itu aku ngajakin Mas dala untuk balik kemarin pagi, yah aku kasihan sama mas dala yang harus puasa lagi."
"Hahaha, biarin lah dia puasa. Masak tunggu seminggu aja gak bisa selama ini Dia sudah menunggunya bertahun-tahun."
Sementara itu Asisten Dala yang tadi kembali ke apartemennya tengah kebingungan karena tidak mendapati keberadaan Ummi.
Ummi yang tadinya gabut memutuskan untuk berangkat ke kampus dan lupa tidak mengabari Asisten Dala.
Dan kini Ummi dan Zahra dikejutkan dengan Kedatangan Asisten Dala ternyata bersama Arga.
"Sayang kamu ke kampus kenapa gak bilang aku sih, aku kan jadi khawatir." Asisten Dala langsung menanyai Ummi yang masih terkejut.
Pasalnya Ummi lupa kalau kini statusnya sudah menjadi istri, sudah terlalu lama ngejomblo ya begitu sama suaminya sendiri lupa. Hehehe.
Asisten Dala yang panik malah menghubungi Arga menanyakan kemungkinan bahwa Ummi berada ditempat Zahra.
Setelah tahu bahwa Ummi berada di kampus bersama Zahra pun langsing meluncur ke sana.
Arga tang memang merasa sangat rindu pada Zahra juga meluncur menuju kampus.padahal jika di ingat bukan kah Arga baru saja berangkat ke kantor lah kok sekarang sudah rindu. ck ck ck.
Zahra tersenyum senang melihat Arga datang dan langsung menghambur ke dalam pelukannya.
Kemudian Mereka berempat pulang mengendarai mobil masing-masing. Tentunya Dala membawa Ummi untuk berlibur ke bali. Sementara itu Zahra dan Arga bermesraan di rumah mereka.
Beberapa bulan kemudian,
Bening dan Ummi kin tengah berada d kediaman Sabrina di mana Najwa berada di sana bersama bayi mungilnya yang tengah menunggu sang Ayah pulang.
__ADS_1
Najwa Dan Briyan memang memutuskan hidup sendiri di apartemen Briyan. Tetapi setelah Nanaj hamil besar dan mengharuskn Briyan pergi keluar kota,karena tidak mau merepotkan ayah dan ibu merwka berdua memutuskan untuk sementra Najwa tomngg di rumh Alvan sepupu Najwa yang memang sering Najwa datangi.
Tetapi karena Alvan beserta ibunya berada di kediaman barata Nanaj pun menginap di sana juga.
"Ya Allah imutnya,ih ganteng banget. Jadi gemes deh." Zahra menoel-noel pipi gemul putra Najwa dan Briyan itu.
"Iya gemesin ya Zah, jadi cepet pengen punya sendiri deh." sahut Ummi yang juga menoel pipi Bayi gemul.
"Heem," ucap Zahra dan Sabrin bersamaan. Membuat semua orang yang ada di sana tertawa.
"Cie Yang mau nikah,udah pengen aja tuh." Goda Ummi seraya tersenyum genit pada Sabrina.
Sabrina yang tadinya tidak sadar dengan apa yang ia ucapkan pygn tersipu malu dan menutup wajahnya, Alvan pun yang memang sudah pulang dari Australia sejak sebulan yang lalu pun memeluk nya.
Yah mereka semua berkumpul di rumah Sabrina untuk mempersiapkan pernikahan Alvan dan Sabrina yang akan dilakukan besok.
"Sayang Nanaj. aku pulang." Teriak Briyan yang baru saja datang dari luar kotanya.
Briyan terharu dan tersentuh melihat Nanaj yng berhasil melahirkan buah cinta mereka berdua meski tanpa Bryan berada di sampingnya. suasana haru pun menyelimuti mereka semua, tangisan bahagia pun terdengar merdu.
Arag yang sudah melakukan tes terhadap Zahra seminggu yang lalu tidak sabar untuk melihat hasil pemeriksaan yang ia lakukan diam-diam saat Zahra pingsan di kampusnya.
Besok adalah waktu tes itu keluar karena itu ia kan tengah menantinya dengan penuh ke penasaran.
Sebenarnya Arga sudah curiga karena selama dua bulan ini Zahra selalu meluluskan permintaan,bahkan ia semakin manja saja pada dirinya karena itu ia langsung saja memeriksa Zahra tanpa sepengetahuanya.
Selesai berbincang-bincang semua orang masuk ke kamar masing masing karena besok adalah acara akadnya menjadikan semua orang menginap d kediam Barata.
***
Pagi-pagi sekali saat semua orang belum bangun Zahra sudah mencari makanan di dapur, Arga yang baru bangun karena mendengar suara Adzan pun bingung saat tidak mendapati Zahra di sampingnya bahkan di kamar mandi pun tidak ada.
Arga dengan berlarian kembali ke kamar mengambilkan hijab dan cadar Zahra dan kembali berlari menuju dapur.
U
Sesampainya di dapur ternyata Zahra sudah tidak ada di sana, Arga kembali bingung dan panik mencari Zahra kemana-mana
Dan untungnya Zahra tengah berada di depan kamar Ummi yang kebetulan Ummi juga belum keluar jadi Arga bisa mencegah Zahra untuk mengetuk pintu lagi.
"Sayang kamu ngapain disini, gak pakai hijb dan cadar juga." Arga memberikan Hijab dan cadar Zahra untuk dikenakan. Zahra bukanya memakainya malah memeluk Arga dan bergumam tidak jelas.
Arga yang tidak mau orang lain melihat Zahra tanpa hijab dan cadarnya pu. Langsung menggendongnya menuju mereka.
"Aku heran sama kamu bisa bisanya ke dapur gak pakai hijab dan cadar inikan bukan rumah kita sayang." Arga menatap Zahra yang sepertinya masih belum menyadari kesalahanya.
Zahra malah mengernyitkan keningnya.seraya berkata.
"Ah, pantesan tadi aku kebingungan ngeliat pintu kamar yang beda dengan yang di rumah kita, hehehe kita lagi di rumah kak Sabrina ya,Maaf ya Sayang. Aku lupa." Zahra tersenyum tanpa dosa.
Arga hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tidak habis pikir Zahra melupakan hal itu, kemudian ia mengajak Zahra untuk melaksanakan ibadah subuh.
Tepat pukul enam pagi Zahra dan Ummi sudah didandani layaknya seorang putri, mereka berdua tidak kalah cantik dari sang mempelai pengantin wanita.
Acara Akad akan dimulai pada pukul delapan tepat. Tiga puluh menit Sebelum itu Arga mendapat telpon dari pihak rumah sakit untuk memberitahukan hasil dari pemeriksaanya.
Bahkan pihak rumah sakit pun mengirimkan photo hasil USGnya. Membuat Arga bahagia tiada tara. Karena ternyata Zahra sudah hamil sejak dua bulan yang lalu.
__ADS_1
Kini Arga tengah mencari Zahra untuk memberitahukan padanya atas kabar bahagia itu tetapi betapa kagetnya Arga saat melihat Zahra membawa setumpuk piring kaca hingga tubuh Zahra nya sempoyongan. Tanpa basa basi Arga langsung mengambil alih tersebut agar Zahra tidak kelelahan.
"Mulai sekarang jangan melakukan hal hal yang berat dan kamu tidak boleh capek," ucap Arga dingin. Zahra yang mendapatkan tatapan dingin itu pun Langsung menangis membuat semua orang mengalihkan pandanganya pada Arga.
Arga yang mendapatkan tatapn tajam dari semua kurang merasa seperti tangah di telanhmjangi di jalan pada siang hari yang terag benderang.
"Hik, hiks kamu jahat, kenapa marahçmarah sih." Zahra memukul dada Arga setelah Arga meletakkan tumpukan piring itu diatas meja.
Arga pun langsung menenangkan Zahra dengan pelukan, seraya membisikkan hal bahagia tadi. Membuat Zahra semakin keras menangisnya.
"Aduh, kalian ini kok malah bikin seru,menangis di tengah pernikahan aku, Zahra ada apa?" tanya Sabrina yang merasa penasaran dan sekaligus kesal.
"Hu hu hu hu,Kakak." Zahra beralih memeluk Sabrina yang semakin membuat Sanrina bingung dan menatap tajam ada Arga.
"Ngomong sama Kakak ada apa?"
"Aku, aku aku hik hik hik."
"Aku apa Zahra, ngomong yang jelas,Kak arga nyakitin kamu, atau kamu sakit hem, apa?" tanya Sabrina yang semakin tidak sabar.
Arga langsung menarik Zahra ke pelukannya.
"Zahra hamil dia tidak boleh lompat-lompat, lebih baik kamu disana duduk di pelaminan buat ijab bersama Alvan,"
Sabrina, Ummi dan semua orang disana merasa tambah bahagia karena hari ibi banyak sekali kabar bahagia itu.
Menjelang menuju ijab kabul malah dikejutkan dengan keributan yang terjadi di arah sebelah.
Ternyata Linda tengah menghadapi seorang pria yang gagah dan tampan.
Linda terus meronta karena sang pria tersebut menyeretNya ke luar dengan paksa.
"Diamlah bukankah kamu bilang mau bertanggung jawab akan diriku, maka aku akn menunjukkan tanggung jawabmu itu." Pria tersebut dengan sangat kuat menggenggam tangan Lenda.
"Loh loh itu mbak Linda mau di bawa kemana sama Kak Meyer," gumam Zanra yang melihat Linda diseret keluar, Arga pun mengikut arah telunjuk Zahra, buka hanya Arga Ummi, Asisten Dala dan juga Sabrina beserta Alvan juga melihatnya.
Setelah mendekati dengan arah pelaminan. Di mana mereka juga ada di sana. Zahra bertanya.
"Kaka Meyer, Mbak linda kenapa diseret begitu lepasin Kak." punta Zahra.
"Gak, dia harus bertanggung jawab pada apa yang sudah diucapkan."
"Hah iya aku tahu,memangnya apa salah Mbak linda,dan mau dibawa kemana dia."
Dengan melihat Zahra Meyer menjawab.
"K.U.A." Dengan tegas dan keras membuat semua orang melongo mendengarnya.
...*Tamat*...
...Terimakasih sebelumnya pada semua pembaca yang budiman, saya mohon maaf apabila banyak kekurangan dan kesalahan dalam ke penulisan cerita ini....
...Nantikan cerita selanjutnya dari saya ya....
...Bye, bye....
__ADS_1
...🙏...
...🙏🙏...