Kondangan Jadi Cinta

Kondangan Jadi Cinta
Kepanikan Arga


__ADS_3

Maaf Author tidak bisa melanjutkan karya di platfrom ini lagi,🙏🙏🙏


Sehingga terpaksa menghapus karya saya disini. untuk kalian yang ingin tahu kelanjutan karya saya,


silahkan follo instagram saya @ shuci_icuz. terimakasih buat kalian yang mendukung karya saya selama ini. 🙏🙏🙏


Maaf Author tidak bisa melanjutkan karya di platfrom ini lagi,🙏🙏🙏


Sehingga terpaksa menghapus karya saya disini. untuk kalian yang ingin tahu kelanjutan karya saya,


silahkan follo instagram saya @ shuci_icuz. terimakasih buat kalian yang mendukung karya saya selama ini. 🙏🙏🙏


Maaf Author tidak bisa melanjutkan karya di platfrom ini lagi,🙏🙏🙏


Sehingga terpaksa menghapus karya saya disini. untuk kalian yang ingin tahu kelanjutan karya saya,


silahkan follo instagram saya @ shuci_icuz. terimakasih buat kalian yang mendukung karya saya selama ini. 🙏🙏🙏


Maaf Author tidak bisa melanjutkan karya di platfrom ini lagi,🙏🙏🙏


Sehingga terpaksa menghapus karya saya disini. untuk kalian yang ingin tahu kelanjutan karya saya,


silahkan follo instagram saya @ shuci_icuz. terimakasih buat kalian yang mendukung karya saya selama ini. 🙏🙏🙏


Maaf Author tidak bisa melanjutkan karya di platfrom ini lagi,🙏🙏🙏


Sehingga terpaksa menghapus karya saya disini. untuk kalian yang ingin tahu kelanjutan karya saya,


silahkan follo instagram saya @ shuci_icuz. terimakasih buat kalian yang mendukung karya saya selama ini. 🙏🙏🙏


Maaf Author tidak bisa melanjutkan karya di platfrom ini lagi,🙏🙏🙏


Sehingga terpaksa menghapus karya saya disini. untuk kalian yang ingin tahu kelanjutan karya saya,


silahkan follo instagram saya @ shuci_icuz. terimakasih buat kalian yang mendukung karya saya selama ini. 🙏🙏🙏


Maaf Author tidak bisa melanjutkan karya di platfrom ini lagi,🙏🙏🙏


Sehingga terpaksa menghapus karya saya disini. untuk kalian yang ingin tahu kelanjutan karya saya,


silahkan follo instagram saya @ shuci_icuz. terimakasih buat kalian yang mendukung karya saya selama ini. 🙏🙏🙏


Maaf Author tidak bisa melanjutkan karya di platfrom ini lagi,🙏🙏🙏


Sehingga terpaksa menghapus karya saya disini. untuk kalian yang ingin tahu kelanjutan karya saya,


silahkan follo instagram saya @ shuci_icuz. terimakasih buat kalian yang mendukung karya saya selama ini. 🙏🙏🙏


Maaf Author tidak bisa melanjutkan karya di platfrom ini lagi,🙏🙏🙏


Sehingga terpaksa menghapus karya saya disini. untuk kalian yang ingin tahu kelanjutan karya saya,


silahkan follo instagram saya @ shuci_icuz. terimakasih buat kalian yang mendukung karya saya selama ini. 🙏🙏🙏


Maaf Author tidak bisa melanjutkan karya di platfrom ini lagi,🙏🙏🙏


Sehingga terpaksa menghapus karya saya disini. untuk kalian yang ingin tahu kelanjutan karya saya,


silahkan follo instagram saya @ shuci_icuz. terimakasih buat kalian yang mendukung karya saya selama ini. 🙏🙏🙏


Maaf Author tidak bisa melanjutkan karya di platfrom ini lagi,🙏🙏🙏

__ADS_1


Sehingga terpaksa menghapus karya saya disini. untuk kalian yang ingin tahu kelanjutan karya saya,


silahkan follo instagram saya @ shuci_icuz. terimakasih buat kalian yang mendukung karya saya selama ini. 🙏🙏🙏


Maaf Author tidak bisa melanjutkan karya di platfrom ini lagi,🙏🙏🙏


Sehingga terpaksa menghapus karya saya disini. untuk kalian yang ingin tahu kelanjutan karya saya,


silahkan follo instagram saya @ shuci_icuz. terimakasih buat kalian yang mendukung karya saya selama ini. 🙏🙏🙏


Maaf Author tidak bisa melanjutkan karya di platfrom ini lagi,🙏🙏🙏


Sehingga terpaksa menghapus karya saya disini. untuk kalian yang ingin tahu kelanjutan karya saya,


silahkan follo instagram saya @ shuci_icuz. terimakasih buat kalian yang mendukung karya saya selama ini. 🙏🙏🙏


Maaf Author tidak bisa melanjutkan karya di platfrom ini lagi,🙏🙏🙏


Sehingga terpaksa menghapus karya saya disini. untuk kalian yang ingin tahu kelanjutan karya saya,


silahkan follo instagram saya @ shuci_icuz. terimakasih buat kalian yang mendukung karya saya selama ini. 🙏🙏🙏


Maaf Author tidak bisa melanjutkan karya di platfrom ini lagi,🙏🙏🙏


Sehingga terpaksa menghapus karya saya disini. untuk kalian yang ingin tahu kelanjutan karya saya,


silahkan follo instagram saya @ shuci_icuz. terimakasih buat kalian yang mendukung karya saya selama ini. 🙏🙏🙏 tinggi membuat anak buahnya bergidik ngeri.


Asisten Dala yang melihat Tuannya yang menahan amarah terlihat dari matanya yang memerah karena, tatapanya yang seolah mampu membunuh siapa pun di hadapanya benar-benar terlihat seperti iblis tengah terbakar jiwanya.


"Kita kesa, aku ingin melihat sendiri tempat menghilangnya Istri ku disana." Arga langsung beranjak dari duduknya, dengan di ikuti Asisten Dala.


Sementara itu Ummi dan Sonya masih terus mencari kesana kemari tetapi tidak menemukan mereka berdua.


ia tidak mau kehilangan Sabrina lagi, cukup satu kali dia kehilangan, jangan ada yang ke dua kali, jika itu ter jadi mungkin hatinya akan patah dan tidak bisa di satukan kembali.


Seorang ibu tentu akan hancur bila anaknya tidak di dapati keberadaanya.


Ummi pun juga tudak bisa menghentikan aliran air matanya, ia merasa sangat Khawatir dengan Zahra, jika terjadi sesuatu pada Zahra ia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya mengingat Arga sangat mencintasi istrinya Zqhra.


"Bu Sonya, bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Alvan yang baru tiba.


"Alvan, sabrina dia menghilang, ibu tidak tahu kemaba dia?" ucap Sonya dengan tangisan yg semakin keras.


" Tenangkan diri mu Bu, kita pasti menemukan Sabrina, aku akan menghubungi anak buah ku." Di raihnya ponsel yang berada di kantong celananya untukk menghunmbungi anak buah yang ia perintahkan menjadi pengawal bayangan Sabrina.


"Halo Tuan. Saya minimta maaf karena kami tidak sempat menghubungi Tuan, kami sedang mengikuti sekelompok orang yang membawa Nona sabrina dan temanya, tetapi kami kini kehilngan jejak mereka,Tuan."


"Posisi kalian di mana sekarang?" tanya Alvan seraya melihat kedatangan Arga dan Asisten Dala.


"Kami berada di jaan J, Tuan kami kehilangan jejak di temat ini , Tuan,"


"Baiklah, tetap di situ aku akan segera ke sana." Alvan mematikan panghilan telponnya.


Arga dan Asisten Dala mengerutkan keningnya saat melihat Alvan dan Sonya.


"Kenapa kalian ada di sini?" Tanya Arga pada Alvan dn Sonya dengan nada dinginya.


Dengan cepat Alvan menjawab.


"Sabrina juga ikut menghilang bersama istrimu,"

__ADS_1


"Maksudmu mereka menghilang bersama?" tanya Arga yang baru tahu bahwa Zahra menghilang bersama Sabrina.


"Iya, kami tidak sengaja bertemu Zahra di toko buku tadi dan memutuskan untuk berbelanja bersama, kemudian mereka berdua pergi bersama ke kamar mandi, setengah jam mereka tidak kembali karena itu aku dan dia," Sonya menunjuk Ummi.


"Langsung menghubungi kalian, aku takut terjadi sesuatu pada mereka bagai mana ini." jelas Sonnya yang tengah terisak di pelukan Ummi.


"Sial, siapa sebenarnya yang mencari masalah dengan ku, berani-beraninya ingin mencelakai istriku," Geram Arga dengan tatapan yang membunuh, membuat Ummi yang meliriknya ketakutan.


Beberapa detik kemudian anak buah Arga memberi laporan bahwa tidak di temukan Zahra dan Sabrina di CCTV Karena CCTV mendadak rusak pada jam 10.20 sampai 10.30. Dari rekaman CCTV pada menit yang hilang itu pulah lah Zahra dan Sabrina menghilang.


"Pengawal bayangan yang ku perintahkan untuk menjaga Sabrina kini berada di jalan J, kita bisa ke sana karena terakhir terlacak mobil yang menculik Sabrina dan istri mu menghilang di sana," ucap Alvan memberi tahu.


"Benar tuan pengawal prinadi yang anda siapkan untuk Nyoya juga tengah ada di sana," sahut Asisten dala yang kini beralih meliat Unmi Yang matanya terus saja menangis.


"Baiklah ayo kita ke sana," ucap Arga yang langsung melang kayg pergi menuju mobilnya di ikuti oleh Asiten Dala semua orang yang berada di tempat tadi.


Ummi, satu mobil denga Arga dan Asisten Dala, sedangkan Alvan satu mobil dengan Sonya.


Meraka meniju tempat di mana terakhir Zahra dan Sabrina terlihat.


sepanjang perjalanan Arga terus beroa di dalm hati agar tidak terjadi apa pun oada Zahra, ia berjanji akan menghukum berat orang yang telah menculiknya.


**


Di dalam ruangan yang gelap, meringkuk dua wanita yang terikat tangan dan kaki mereka, keduanya masih terpejam dari pingsanya.


Beberapa menit kemudian Sabrina terbangun dan mendapati kaki dan tanganya di ikat, Sabrina juga melihat Zahra yang kondisinya sama seperti dirinnya.


Dari luar terdengar suara kaki mendekat. terbukalah pintu ruangan tersebut dan sinar lampu yang menyilaukan mata Sabrina kala pria bertopeng itu menyalakannya.


ya orang yang masuk adalah seirang lria bertopeng, yang tentu Sabrina tidak akan pernah mengenalinya.


"Bagus akhirnya kau sadar juga rupanya, " ucap pria bertopeng yang juga menegankan topi.


"Kamu siapa, kenapa menculik kami?" tanya Sabrina yang tidak di gubris oleh pria bertopeng tersebut.


Kemudian ia menyuruh Anak buahnya untuk mengambilkan segelas air minum, setelah minuman air purih datang pria bertopeng tersebut menyiramkan air minum tersebut pada Zahra yang belum sadarkan diri.


Dengan kaget Zahra mulai membuka matanya dan bangkit dari tidurnya, tentu saja ia kesusahan karena Kaki dan tangannya diikat dengan erat.


"Hay kau tidak sopan, kamu itu siapa dan mau apa? beraninya menculikku?" ucap Zahra seraya menatap tajam pada orang berwajah topeng itu.


Orang tersebut malah tertawa mendengar pertanyaan Zahra.


Orang bertopeng tersebut mendekati Zahra dengan kasar ia menyingkat Cadar dan hijab Zahra, hingga kini terlihat jelas wajah Zahra yang begitu mirip dengan Sabrina, sabrina paun terkesiap melihat nya, benar-benar mirip. bagai kan saudara kandung.


"Lancang, kau beraninya membuang hijab dan cadar ku, apa kau tidak takut dengan dosa, hah?" pekik Zahra. marah karena pelindung kehormatanya telah di buang begitu saja.


Lagi-lagi orang bertoping itu tertawa. dengan nada menghina ia berkata.


"Jadi benar Kau hanya wanita pengganti Sabina, dia menikahimu karena wajahmu terlihat mirip dengannya." Tunjuk pria bertopeng ke arah Sabrina.


Apa? apa benar Kak arga menikahninya karena dia mirip dengan ku apa artinya dia masih mencintai ku, gumam Sabrina dalam hati.


"Tidak, Dia tidak seperti itu, aku memang pengganti, tapi aku yakin dia mencintai ku karena aku adalah istrinya, kau itu siapa kau musuh bisnis suami ku, kenapa melibatkab aku jika ini urusan bisnis," ucap Zahra terus melawan sang penculik.


"Ya, ya ya, Lagi pula aku tidak pedulili, dia memjadikan mu penggantinya atau sudah mencintai mu atau pun dia masih mencintai mantannya, aku tidak peduli, yan aku pedulikan adalah tentu saja melenyap kan kalian berdua." Pria bertopeng tersebut duduk di kursi kembalai dengan seringai licik yang terpancar dari sorot matanya


Zahra dan Sabrina menggeleng bersamaan, mereka tidak mau jika harus kati sekarang, dalam hati masing-masing mengharap pertolongan akan segera datang dan membawa mereka dari penjahat yang menculiknya ini.


"Kak Arga Aku takut, cepatlah datang menolong ku, aku tidak mau jika harus meninggalkan orang-orang yang aku sayangi lagi, Ya Tuhan, tolong selamatkan aku" gumam Sabrina dalam hatinya berharap Arga datang menyelamatkan dirinya.

__ADS_1


"Ya Allah selamat kan kami berdua, segerakanlah datang bala bantuan agar kami dapat kembali pada orang-orang tersayang kami masing-masing, Aamiin," Doa Zahra dalam hati.


__ADS_2