
"tapi tuan apa aku tidak mimpi? " tanya Maura lagi, dia malam ini merasa seperti mimpi dan bingung harus memilih Rama atau jin. kalo Rama dia benar-benar tidak menyukai nya hanya sebatas teman saja kalo jin siapa yang mau menolak nya itu kesempatan emas sekali bisa mencintai aset negara
"kenapa tuan tidak tidur? " tanya Maura
"dari tadi saya menunggu kamu" ucap jin
"menunggu ku? " tanya Maura lagi
" iya... " jawab jin
"cepat siapkan pakaian kamu malam ini kita berangkat " ucap jin lagi
"berangkat kemana? " tanya Maura
"bts mau konsel di LA jadi saya memilih untuk berangkat duluan karena ingin liburan dulu di sana " ucap jin
"tapi kenapa saya jadi ikut ? " tanya Maura lagi
"aku mau di sana di temanin sama kekasih ku" ucap jin yang langsung memeluk Maura dari samping
"tapi tuan saya tidak enak dengan para member yang lain dan saya juga takut ketahuan dengan army yang lain" ucap Maura
"tidak kamu santai saja, pokoknya kamu harus ikut "
"tapi gimana dengan pekerjaan rumah saya "
"udah kamu jangan banyak khawatir, tugas kamu saat ini siapkan semua pakaian kamu dan keperluan kamu, apa perlu aku yang menyiapkan keperluan kamu heh" ucap jin yang masih keadaan memeluk maura
"bagaimana saya mau menyiapkan barang-barang sedangkan tuan saja masih memeluk saya" jawab Maura
"oh iya lupa.. habis nya hangat sih meluk kamu" ucap jin yang langsung melepaskan pelukan nya
" kok malah manja seperti itu bukan kah tuan begitu dingin dan galak nya" ucap Maura yang bertanya pada jin
"gak tau" jawab jin
"ya sudah tunggu saya mau siapin baju dulu" ucap Maura yang langsung menyiapkan pakaian nya
beberapa menit kemudian Maura sudah selesain menyiapkan koper nya
"tuan saya sudah siap" ucap Maura memanggil jin
jin pun langsung menghampiri Maura
__ADS_1
"apa tuan sudah memesan tiket untuk keberangkatan malam ini? bukankah jam segini sudah pesawat sudah tidak ada penerbangan?"" tanya Maura
"kamu jangan khawatir tentang itu aku sudah menyiapkan semua nya kamu cukup siapkan tubuh kamu karna di sana lagi musim dingin" ucap jin yang merangkul muara yang cukup pendek dari nya
" baik lah tuan"
"oh iya saya lupa" jin memberhentikan langkah nya
"apa tuan? apa tuan ketinggalan sesuatu? " tanya Maura
jin mengelus pipi lembutnya Maura dan mendekatkan wajah nya ke wajah Maura
"kalo kita lagi berdua jangan panggil aku tuan, tapi panggil oppa, panggil aku tuan kalo lagi ada orang lain saja"
"tapi tuan" ucap Maura lagi yang masih meragukan dengan ucapan jin benar apa tidak
"oppa.. jangan tuan" ucap jin lagi
"hhm iya oppa" ucap Maura mengangguk sambil tersenyum bahagia
di dalam mobil
" bagaimana dengan para member kalo mengetahui tentang hubungan kita ini dan bagaimana juga dengan agensi oppa? " tanya maura lagi
"tuan serius? apa tuan hanya ingin mempermainkan saya" ucap Maura lagi
"hey.. sini tatap mata saya, apa ada dari mata saya ingin mempermainkan kamu?" ucap jin
"saya tidak tahu, memang nya saya peramal bisa melihat perasaan seseorang dari mata nya" jawab Maura
"kamu tidak perlu khawatir, saya janji saya akan buat kamu bahagia dari army yang lain nya" ucap jin lagi sambil memeluk maura ke dalam dekapan nya
"aku ngantuk tuan, apa kah bandara nya masih jauh? " tanya maura
"tidak paling sekitar 10 menitan " ucap jin
"baik lah.. " yang maura masih berada di dalam pelukkan jin dengan jin yang sambil menyetir mobil nya
10 menit kemudian mereka sampai di bandara setelah selesai memarkirkan mobil inap nya di bandara
"kamu makai masker yah.. takut nanti ada yang mengenali ku " ucap jin
" iya nih aku mau ngambil masker dalam tas, aku sudah tau bagaimana tugas ku" jawab maura
__ADS_1
mereka pun keluar dari mobil dan jin lebih memilih jalan duluan dan lumayan jauh maura mengikuti jin dari belakang. saat itu baru sudah larut malam bandara pun tidak banyak pengunjung nya namun jin tetap harus hati-hati dalam hal privasi nya karena bisa saja karyawan bandara itu yang menfoto jadi semua member tetap harus berhati-hati.
maura terus mengikut kemana langkah jin karena dia benar-benar tidak tahu dengan bandara itu. dan langkah berganti di depan trowongan menuju pesawat.
"apa tidak bording pesawat dulu atau membeli tiket? " ucap Maura dalam hati nya
langkah kaki jin terhenti di depan pesawat jet pribadi yang bertulisan agensi bts dan jin langsung di sambut dengan para kru bts..
"ayo.. " panggil jin kepada Maura yang tercengang di belakang jin. perlahan langkah Maura menaiki pesawat itu yang kelihatan begitu mewah
"kamu duduk di samping aku" ucap jin membisikkan Maura
"siapa jin? " tanya salah satu staff yang membawakan barang-barang jin
"ini asisten rumah tangga saya, biarkan dia duduk di samping saya untuk melayani saya " jawab jin
"baik tuan " dengan segera staff mengiyakan ucapan jini
Maura pun duduk di samping nya jin. dengan muka khawatir nya karena takut untuk di gosipkan
"tidak usah takut kalo sudah di dalam semua rahasia pasti aman di tangan para staff dan manajer " ucap jin menjelaskan kepada Maura sedangkan Maura hanya tersenyum tipis kepada jin
" kamu senyum terlihat manis " bisik jin kepada Maura
"jangan ngomong seperti itu nanti di dengar orang lain lagi " balas Maura
"kenapa kok kamu kelihatan bingung?
" ya bingung aja dan rasa gak menyangka aja bisa naik pesawat semewah ini dan bisa pergi ke Amerika "
"nanti kalo kamu jadi istri aku kemana kamu mau pergi pasti aku bawa " jawab jin
"apa benar tuan mau menjadikan aku istri tuan? apa tuan sudah yakin dengan memilih tuan? " tanya Maura lagi
" sudah yah nanti saja membahas itu nya kita nikmati dulu waktu ke luar negeri ini, sudah tidur kata nya kamu ngantuk" ucap jin
"iya " jawab Maura.
Maura pun langsung menyenderkan badan nya di kursi pesawat itu dan pesawat sudah siap untuk berangkat
" sini aku benerin dulu kursi nya biar kamu tidur lebih enak" ucap jin yang langsung membenarkan kursi Maura, sedangkan Maura dia merasa tidak enak karena di lihat orang di sekitarnya
"siapa wanita itu? " tanya salah satu manajer yang tidak mengetahui siapa Maura
__ADS_1
"nanti kamu akan tahu sendiri " jawab asisten nya jin