kota ghaib

kota ghaib
bodo ahh...


__ADS_3

-pemberitahuan saja untuk yg gk peka\= sejak awal nayoung bilang kalau 1 hari disana itu sama dengan 2 hari di dunia nyata. jadi, karna yena udah 2 hari disana berarti udah 4 hari di dunia nyata. sementara kata eunwoo mereka akan pulang nanti subuh (besok cuman pagian dikit) berarti mereka pulang ke dunia nyata jam 1.30 malam.


-pemberitahuan juga untuk penyuka novel ini\= makasih telah mengikuti jejaknya sejak awal... maaf jika lama update itu karna novelnya harus diwawancarain dulu (wkwkwk). dan mereka libur hari sabtu dan minggu.


sehabis tidur yg sebentar, yena dan eunwoo pun memberes kan barang barang nya. mereka naik taksi sampai ke depan bukit dimana pertama kali yena ke tempat itu...


"apa ini?" tanya eunwoo sambil menunjuk ke bukit.


"hahh... baka! (artinya bodoh) kau tidak tahu apa itu?" kata yena sambil sombong...


"AKU BERTANYA PADAMUU!!!" jawab eunwoo sambil marah


"hehe... itu nama nya bukit." kata yena sambil berjalan melewati eunwoo.


mereka dengan secepat kilat sudah sampai di terminal bus. "apa itu bus mu?" kata eunwoo sambil heran


"ya... pemerintah disini tidak ingin menggantinya, seperti itulah jadinya" jawab yena sambil menaikan alisnya...


PERINGATAN EPISODE INI TIDAK UNTUK MENYINGGUNG SIAPA PUN KECUALI YANG JOMBLO WKWKWK...


"jadi karna itu kau ke kota ku?" tanya eunwoo sambil terseyum


"tidak kok! aku kesana untuk mencari kota hantu.." jawab yena.


tiba tiba suasana berubah... mulai dari awan yg mendung dan perilaku eunwoo yg sedikit berbeda. yena menganggap hal sepeleh dan malah bersyukur karna eunwoo tidak bawel lagi... tapi yena sadar bahwa eunwoo semakin pucat dan terdiam dengan tatapan kosong... menyadari ada yg tak beres yena pun langsung memulai obrolan dengan memegang kepala eunwoo...


"a...apa kau sakit? atau kau merasa mual?" kata yena dengan muka pucat dan kasihan...


tiba tiba eunwoo memegang tangan yena yg sedang memegang kepalanya sambil tersenyum manis dan berkata


"aku tidak apa apa kok~"


yena kaget dan hanya bisa diam dan memperhatikan kenapa tangan eunwoo sangat dingin.


"kau kedinginan.." kata yena sambil memegang erat tangannya


eunwoo kembali tersenyum dan malah memeluk yena...


"seharusnya aku yg bertanya,".


yena hanya diam dan perlahan mengantuk, dia hanya menguap kecil karna takut eunwoo tahu dan mereporkan nya.

__ADS_1


tiba tiba...


"HUAAAAAAAHHH...." yena menguap dengan kencang karna sangat mengantuk... eunwoo pun mengusap usap badan belakang yena dengan alasan agar membuat yena ngantuk.


"tidak mungkin ada bus yg lewat jam 1 malam"kata yena.


"tidurlah... jika ada bus akan aku bangunkan..." jawab eunwoo. "tidak akaann..." jawab yena dengan mata sipit...


1 jam berlalu dan yena sudah tidur dengan lelap...


eunwoo tidak ingin yena terbangun dan dia menyadari memang tidak ada bus yg mau lewat jam 2. dia pun mengikuti jalan lurus didepan sana sambil menggendong yena... langit sudah berubah menjadi jingga dan bulan sudah bertukar posisi dengan matahari, yena belum bangun padahal eunwoo sudah berjalan sebanyak 6 km dari halte bus dan sudah sampai di kota yg dia tidak kenal.


"mmm...dimana kita... KENAPA KAU MENGGENDONGKU?!!!" kata yena sambil sedikit berteriak.


"kau harus menjawab ku dulu, dimana kita sekarang?". tanya eunwoo penasaran.


"haha kau yg membawaku tapi kau tidak tahu dimana kita?" jawab yena dengan tersenyum kecil.



"hei! kau juga pertama kali ke kota ku tak tahu kau dimana kan?" sambung eunwoo.


"dimana rumah orang tua mu" tanya eunwoo


"mm... bisakah kita langsung pergi ke makam nya?" sambung yena dengan sedih...


"kenapa? ada apa?" eunwoo pun bertanya lagi


"tidak...aku hanya tidak ingin melihat adik adikku sedih" sambung yena dengan muka sedih~


"seharusnya kau menemui adikmu, karna kau adalah kakakknya! bukan hanya kau kok yg merasa sedih... adik adikmu juga..." kata eunwoo sambil menurunkan yena.


"baiklah aku akan menemui adikku, tapi setelah aku menemui ibuku" kata yena dengan berjalan melewati eunwoo


sampailah mereka di pemakaman umum. yena tidak mengeluarkan kata sama sekali, sampai eunwoo khawatir.


"kenapa kau tidak mengatakan sepatah kata pun?" tanya eunwoo dengan heran.


"a...aku hanya berusaha yg terbaik untuk ibu" jawab yena dengan tersenyum...


"lampiaskan semua kerinduanmu sebelum terlambat". jawab eunwoo sambil mengusap kepala yena.

__ADS_1


tiba tiba hujan deras dan yena menangis terseduh seduh dan hanya mengucapkan kata yg sama lagi yaitu...


"maafkan aku mamah..."


"maafkan aku maah..."


"maafkan a....."


yena pingsan dan eunwoo menggendongnya ke hotel terdekat.


eunwoo memesan kamar untuk 2 orang (dengan kasur terpisah). dan memegang kepala yena yang ternyata panas. yena membuka mata perlahan dan mulai menyadari eunwoo di sampingnya sambil memegang kepala yena.


"dimana kita..." kata yena


"di hotel, aku menyewanya.. " jawab eunwoo sambil tersenyum


"aku ingin pulang..." sambung yena


"baiklah, aku akan memesankan taksi online... mana hp mu?" tanya eunwoo...


yena mengasih hp nya dan lanjut tidur... eunwoo pergi ke kasurnya dan langsung membuka hp nya,


"dimana kau? turut berduka cita..."


pesan dari nayoung 3 jam yg lalu.


"aku eunwoo temanya yena. dia sakit."


eunwoo iseng membalas chat nya.


"dimana yena? apa dia baik baik saja".


jawab nayoung.


"dia... aku tidak tahu nama hotelnya, aku akan mengirimkan lokasinya lewat goople."


sambung eunwoo


"oke... tunggu! HOTEL?!!!"


nayoung kaget dan langsung bergegas pergi ke hotel

__ADS_1


__ADS_2