Ku Korbankan Agamaku Demi Dia

Ku Korbankan Agamaku Demi Dia
Hadiah Kecil


__ADS_3

Dua hari setelah kencan pertamaku itu aku benar-benar jatuh cinta pada kekasihku, entah kenapa setiap mengingat kencan itu aku jadi senyum-senyum sendiri. Dan aku sudah memantapkan pilihanku kepada pujaan hatiku itu, sungguh aku diperlakukan seperti Ratu oleh kekasihku itu. semenjak itu pula kekasihku terus memberikan perhatian dan hadiah kecil yang membuat aku semakin memberanikan diriku untuk mencintainya.


malam ini sepupuku datang ke rumahku dengan membawa hadiah kecil dari kekasihku yaitu kurma,Madu dan juga coklat. dia sangat Romantis dan juga perhatian, Dia tau aku puasa jadi dia membelikan aku Kurma dan Madu. sedangkan coklat Dia mengatakan tanda cinta nya untuk ku.


Tiba-tiba kekasihku menelpon.


"Halo sayang??? ujarnya


"Halo juga sayang" jawabku yang kebetulan aku sudah tidak malu kucing


"gimana yankkk udah nyampe hadiah nya?? tanyanya


"Udah yankkk, hm Makasi ya sayang.? ujarku


"Ok sayang, tadi buka puasa pakai apa??? tanyanya


"pecal, Kolding sama gorengan bang" balasku


"ih enak dek, bagi Abang lah dek hmm" ucapnya sambil berdehem


"Sinilah yankkk" ucapku bercanda


"Benaran ni yankkk??? tanyanya serius


"hehehe jangan lah yankkk nanti terbang pula kuali itu di kepala Abang" ujarku bercanda


"ih adek bisa aja ya udahlah, Abang mau istirahat dulu ya dek capek kali hari ini. tadi banyak kali masuk Buah kelapa sawitnya" ucapnya yang terdengar sangat lelah.


"Ok sayang, jangan kesehatan ya sayang biar jangan sakit-sakit" balasku iba


"iya sayang" ujarnya sambil mematikan telponnya


Setelah telponan bersama kekasihku itu akupun bersiap-siap kemesjid, diperjalanan aku memanggil sahabatku.

__ADS_1


"Les yuk kemesjid" Teriakku Melengking


"Yaelah Ra selow aja kali mentang-mentang udah berbuka puasa kau langsung ngegas gaya depkolektor ngutip Utang Bapak Gue " jawabnya bercanda


"Anjirrrr Bahasa kau itu udah pakek bahasa Gue gue gitu udah kayak anak kota aja kau" balasku sewot


"yaelah kali aja boleh Napa Ra, Gue juga pengen kali kayak anak kota, elo ma protes mulu" ujarnya cemberut


"idih aku ma gak protes cuma kupingku aja yang gak terima bahasa Elo gue gitu" ujarku


"Ya harus diterima,hmm Oh iya Ra gimana kelanjutan hubunganmu dengan Abang Andja itu" Tanyanya serius


"Ya sudah ku putuskan Aku akan melanjutkan hubungan ini" Jawabku penuh keyakinan


"Jadi elo tega ni ninggalin keluarga elo dan Agama elo demi pria yang baru elo kenal" tanyanya sedih


"Maafkan Aku, jangan salahkan aku tapi kalau ingin salahkan saja Takdir dan keadaanku yang selalu mempermainkan kehidupanku yang buru ini" ucapku yang sangat membanci takdir ini


"Ra tidak boleh menyalahkan takdir, di dunia ini masih ada yang takdirnya lebih buruk darimu tapi toh mereka masih ikhlas menjalani kehidupannya itu,selagi langkah ini mampu bertahan kenapa tidak. ," nasehatnya


" ya udah jadi kapan kau dikenal ke Orang Tua nya??? tanyanya


" Tergantung aku sih, kalo aku udah siap maka aku akan diajak kerumah nya dan disitu aku dikenalkan kekeluargaan nya" jawabku yakin


"Coba kalian omongkan baik-baik saja dulu sama orang tua mu itu" sarannya Agar aku berpikir jernih


"mana bisa di omongin yang ada aku dibacok" jawabku asal-asalan


"hehe ya udah deh, doa ku yang terbaik aja buat kau Ra, semoga kau bahagia dan hidupmu serba berkecukupan, Aminnnn 🙏


"Aminnn, ya udah kita udah sampai,yuk kita berwudhu dulu". ujarku


" yukkk" balasnya

__ADS_1


Setelah Tarawih berjamaah kami pun langsung Tadarus, anggaplah untuk terakhir kalinya. selesai tadarus kami pun pulang.


"Ra maaf ya emang kau Mau ya makan B2 ???? tanya sahabatku itu


"idih kau kira aku mau gitu makan yang dari lahir aja udah dilarang, jangankan makan ngeliatnya aja aku takut" jawabku cepat karena membayangkan aja buat aku takut


"hahaha jadi kayak mana kalo calonmu dan keluarganya masak dan memakannya?


"ya aku gak makan" sambil berfikir juga lalu menjawab lagi " Sebenarnya Abang Andja itu bukan Kristen tapi PARMALIM, kalo masalah makanan pantangan nya sama seperti ISLAM" jawabku seolah-olah aku mengerti padahal enggak hahaha


"Masak si Ra padahalkan mereka orang Batak masak iya gak makan B2" ujarnya penasaran


" Entahlah aku gak palah ngerti sama sekali" jawabku pusing


"ya udahlah aku mau pulang du, biar langsung bobok cantik" ujarnya cengir cengir tak menentu.


"Caelah bocah ini udah Tua tapi sok imut" ucapku bercanda sambil tertawa


"Eh gak kau liat aku ini imut melebihi Artis Korea" ucapnya dengan muka sok di imut-imuti


"ih jijik aku lihat nya, kau cocoknya korengan bukan Korea, mau muntah aku dengarnya. kau ini seolah-olah ingin menjatuhkan Harga diri Artis Korea, masak iya mau disamakan kayak kau. jawabku tidak terima artis Korea masak mau disamakan kayak Dia


"Yaelah Ra kali-kali di iya kan aja Napa, sedih aku nya lo, kau itu terlalu jujur kali buat aku ingin menangis membayangkan betapa kejamnya sahabatku ini" ujarnya tertawa terbahak-bahak dan aku juga ikut tertawa


"Lebay benar lu ma,awas mulut kau itu jangan lebar kali nanti masuk taik burung baru kau tau"ujarku bercanda sambil berlalu begitu saja


"Sontoloyo kau Ra" teriaknya marah


"Hahaha" aku tertawa lucu


****


Maaf saya baru belajar menulis jadi harap maklum dengan tulisan yang tidak terlalu menarik dan mungkin bisa jadi agak sedikit berantakan.

__ADS_1


JANGAN Lupa like, Komen, dan vote


__ADS_2