
ternyata sean sudah lama sadar,tp dia pura pura pingsan
dia teringat kalau dia diculik dan dibuang tp dia heran kenapa dia ada di rumah Sakit ini dan di ruang vip lagi.ingatan ny sudah kembali ,tp berupa kepingan yg belum beratur.dari luar kamar dia mendengar suara orang mau buka pintu,sean cepat cepat menutup mata.
" pagi sean,gimana pagi ni,,cepat sadar ya,dilihat luka mu sudah membaik semua," dokter alena memeriksa sean dengan teliti.
" siapa dia kenapa dia bisa tau nama ku,apa dia suruhan mama tiri ku " sean berucap dalam hati.
" dokter alena semua tentang pak sean sudah membaik," kata mita sang asisten.
" jaga dia ya suster,sb dia banyak yang nyari,ku rasa dia orang penting sampai harus menutupi indentitas nya.,bagi saya pasien yang utama.kalau ada yang nanya bilang ini keluarga ku,jangan biarkan ada yang masuk." alena bicara panjang lebar dekat sean,sb alena belum tau sean sudah sadar dan mendengar semuanya
" siapa dia, kenapa dia begitu baik,dia juga tau aku lupa ingatan..sean belum mampu membuka matanya..
"mungkin aku pura pura sadar saja." gumam sean.
suster mita ngecek semua peralatan dan keteter. semua oke
" sekarang saat kita mandi bersih bersih " mita ,melap badan sean atas perintah dokter alena
" dokter alena memang pengertian dan memperhatikan tuan..kata dokter tuan sean harus bersih supaya cepat sadar
__ADS_1
" beruntung kmu dapat kekasih seperti dokter alena ,cantik baik,tak pernah pandang bulu,untung saja kmu ganteng.padahal bnyak yang mau kan dokter alena jadi kan istri tapi,dia belum mau." mita bicara sendiri sambil tangan nya bekerja.
" berarti nama dokter itu alena," sean berkata dalam hati.dia mau lihat apa yang akan dikerjakan sama suster ini padanya.
" selama kamu pingsan dokter alena tidak mau orang lain yng tangani dan jagain kamu,.apa se cinta itu dokter sama kamu,
yang boleh masuk dan gantiin dia hanya ayah nya saja dokter ilham.berunting ya kamu di sayang mertua juga.mita bicara tanpa dia tau kalau sean sudah sadar dn mendengar semua nya.
" selesai juga tugas ku,saat nya tukar infus dan masukin vitamin." mita memang cekatan dan bersih sb itu alena suka dia.
" saat mita mau membuka infus dia melihat tangn sean bergerak gerak..
" tuan cepat lah sadar kasihan dokter alena,begitu besar keinginan nya anda sadar," ungkapkan mita tak sabar menunggu dokter alena.
" kenapa dokter itu merawat saya apa ada yang tidak saya tau,selama saya lupa semuanya .kakek adi kemana? kenapa dia tidak ada ?""banyak pertanyaan dalam hati sean.
tiba tiba ada yg buka pintu,alena terburu-buru memeriksa sean.
" dokter tadi tangan nya bergerak,saat saya memeriksa infusnya." suster mita menjelaskan semua yg dia lihat.
" oke saya periksa dulu",dokter memeriksa mata nadi dan dada semua sudah normal menunggu dia siuman.
__ADS_1
" mudahan dia ingat segalanya " dokter alena bicara dan pergi duduk dekat jendela ,memandang keluar.
" kemana kakek adi belum jug datang,katanya mau datang,sean sudah mula membaik." gumam hati alena.
" ku kan coba menggerakkan tangan ku dan pura pura sadar."sean mula menggerakkan tangan nya dan membuka matanya pelan pelan
sb dia tau suster mita ada sebelah nya memperhatikan sean memegang kepalanya seperti orang yang baru sadar dari pinsan.
" dokter tuan sean sadar" suster mita memanggil dokter,dia melihat sean menggerakkan matanya ."tuan sudah sadar," suster mita tersenyum kepada sean.dokter alena memeriksa sean," apa yang anda rasa kan,apa anda sudah ingat diri anda? " alena bertanya sambil ngecek mata dada tangan."ganteng juga dia,mata nya cukup indah" kata hati alena.
" ya dokter,terima kasih atas semuanya,kamu cantik dn baik" sean memuji dokter alena depan suster mita,padahal sean lelaki yang susah di dekati,lelaki dingin.
dokter alena jadi tersipu.
" tuan dokter alena memang baik dan cantik,anda beruntung mendapatkan kekasih seperti dia.sb banyak yg antri lo" suster mita bicara tanpa bertanya.
" suster bisa minta tolong ,pasien di kamar melati belum selesai saya cek.tolong ya sus" alena memotong pembicaraan suster mita dengan cepat.
" ya dokter, maaf." mita berjaln keluar dari ruang sean.
" apa saya salah bicara ya.." mita membatin.
__ADS_1