
Pagi itu, matahari muncul dari balik gunung, mengejar kegelapan dan membangunkan desa kecil di lembah. Desa itu bernama Desa Sukamaju. Di sana, hidup seorang petani tua bernama Pak Budi. Pak Budi adalah simbol hidup sederhana di desa tersebut.
Pak Budi memulai hari dengan berdoa, kemudian memulai pekerjaannya di sawah. Dengan cangkul di tangan dan topi bambu di kepala, ia melangkah mantap menuju sawahnya. Keringat mengalir deras menelusuri keriput wajahnya, namun ia tetap semangat. Hidup sederhana Pak Budi dipenuhi dengan kebahagiaan yang sederhana pula.
Di tengah hari, Pak Budi beristirahat di bawah pohon rindang di tepi sawah. Ia menikmati nasi bungkus sederhana yang dibuat oleh istrinya, Bu Ani. Meski hidup mereka tidak mewah, namun cinta dan keharmonisan selalu mengisi rumah mereka.
Setelah makan siang, Pak Budi melanjutkan pekerjaannya. Suara gemericik air irigasi dan kicauan burung di latar belakang menjadi musik peneman kerjanya. Hari berlalu begitu saja, Pak Budi pulang ke rumah saat matahari mulai tenggelam. Ia pulang dengan hati yang puas, menikmati hasil kerja kerasnya.
Malam tiba, Pak Budi dan Bu Ani duduk di beranda, menikmati secangkir teh sambil melihat bintang-bintang di langit. Mereka berdua berbicara tentang hari mereka, berbagi tawa dan cerita. Meski hidup mereka sederhana, namun mereka selalu merasa cukup dengan apa yang mereka miliki.
__ADS_1
Kehidupan sederhana Pak Budi dan Bu Ani adalah contoh nyata bahwa kebahagiaan tidak selalu tentang harta dan kekayaan. Mereka menikmati setiap detik dalam hidup mereka, tidak peduli seberapa kerasnya. Mereka mencintai apa yang mereka miliki dan selalu bersyukur atas itu.
Hidup sederhana mereka membuktikan bahwa kebahagiaan sesungguhnya adalah tentang menikmati apa yang kita miliki, bukan apa yang kita inginkan. Itulah filosofi hidup Pak Budi dan Bu Ani, hidup sederhana namun penuh dengan kebahagiaan dan cinta.
Tidak ada yang lebih mereka inginkan selain kebahagiaan dan kesehatan. Mereka telah menemukan makna sejati dalam hidup sederhana mereka. Mereka menunjukkan bahwa kehidupan yang sederhana bisa menjadi kehidupan yang paling indah.
Saat matahari terbit, kembali Pak Budi dan Bu Ani memulai hari mereka dengan penuh syukur. Mereka membuktikan bahwa kebahagiaan tidak harus datang dari harta yang berlimpah atau hidup dalam kemewahan. Cukup dengan apa yang ada, mereka mampu menciptakan kehidupan yang berarti dan bahagia.
"Bapak adalah orang kaya, tapi saya juga merasa kaya," kata Pak Budi. "Kaya dengan kehidupan yang damai dan cukup. Sawah ini bukan hanya lahan untuk mencari uang, tapi tempat saya mencari makna hidup."
__ADS_1
Pak Hari terkejut mendengar penolakan dan alasan Pak Budi. Dia tidak mengerti bagaimana seseorang bisa menolak kekayaan yang ditawarkan kepadanya. Namun, dalam perjalanan pulang, Pak Hari merenung dan mulai memahami apa yang dimaksud Pak Budi.
Pak Budi dan Bu Ani terus menjalani hidup mereka dengan cara mereka sendiri. Mereka terus bertani, berdoa, berbagi cinta, dan mensyukuri apa yang mereka miliki. Mereka mengajarkan kepada kita semua bahwa hidup sederhana bisa menjadi sumber kebahagiaan yang sebenarnya.
Hidup sederhana mereka adalah gambaran nyata bahwa dalam kesederhanaan, ada kekayaan yang tak terhingga. Keberhasilan dan kebahagiaan bukanlah tentang seberapa banyak kita memiliki, tapi seberapa banyak kita bisa menikmati dan mensyukuri apa yang kita miliki.
Dan setiap kali matahari terbit, Pak Budi dan Bu Ani selalu tersenyum. Senyum yang penuh dengan kepuasan dan kedamaian. Karena bagi mereka, hidup sederhana adalah hidup yang paling bahagia. Dan itulah keindahan hidup sederhana yang mereka jalani.
******
__ADS_1
Kali ini aku tidak tulis kutipannya, coba kalian temukan dan tulis di kolom komentar, kutipan yang diambil dari cerpen ini