
Sesampainya di sana mereka melihat banyaknya penonton yang menghadiri konser tersebut, tidak lama konser itu pun di mulai. Pada awal pembukaan semuanya terlihat baik-baik saja, dengan suara indah dari band Seventeen mereka berlima menikmati lagu tersebut. Namun di tengah-tengah lagu Laras mendapat gambaran, bahwasanya gunung kerakatau seakan bergetar dasyat yang menyebabkan gunung kerakatau longsor, akibat longsoran tersebut terciptalah ombak tsunami yang akan menuju kemari. Laras yang melihat gambaran tersebut pun bergegas menuju pantai dan berubah menjadi Dewi ombak. Sesampainya di pantai Laras melihat ombak tsunami tersebut, dengan mudahnya Laras mendorong mundur ombak tsunami tersebut dengan trisulanya. Akan Tetapi bencana sesungguhnya bukanlah itu, karna Laras mendorong mundur ombak tsunami tersebut, ombak tsunami tersebut pun mengenai gunung kerakatau yang menyebabkan rantai yang mengurung Zarka itu pun rontok satu per satu.
Kembali kepada Laras, disitu Laras yang mendorong mundur ombak tsunami tersebut pun legah, akhirnya ombak tsunami tidak jadi menyambar orang-orang yang ada di konser. Laras pun berubah kembali menjadi manusia dan kembali ke konser, sesampainya di konser lagu dari band Seventeen pun habis, walau pun Laras ketinggalan setengah dari lagu seventeen dirinya tetap senang karna ombak tsunami tidak jadi menyambar orang-orang yang ada di konser. Singkat cerita konser tersebut pun usai, lalu Laras dan teman-temannya itu pun mencari penginapan untuk mereka tinggalin sepanjang liburan.
Ke esokan harinya Laras pergi ke pantai seorang diri untuk mempelajari kekuatannya. Sesampainya di pantai Laras berenang dan menyelam ke dalam laut, setelah itu Laras memanggil trisula Lathi lalu berubah menjadi Dewi ombak. Di dalam laut Laras sangat senang sekali melihat dirinya berenang secepat angin, lalu Laras pun mencoba untuk mengendalikan air dengan trisulanya. Setelah mempelajari kekuatannya, Laras mencoba berenang ke dasar laut. Setelah cukup lama berenang, Laras melihat sebuah kerajaan di sana. Tidak lama Laras melihatnya, tiba-tiba sebuah tembakan menyerang Laras. Laras yang melihat itu pun reflek menangkis serangan itu dengan kekuatannya. Ternyata serangan itu berasal dari kerajaan tersebut, serangan itu di pimpin oleh seorang jenderal dari ras mermait bernama sayji.
Jenderal sayji pun terus menyuruh anak buahnya untuk terus menyerang Laras yang di kira mata-mata. Tetapi Laras dengan mudahnya menangkis serangan itu dan mencoba untuk menyerang balik. Jenderal sayji sangat terkejut melihat Laras dengan mudahnya mengalahkan semua pasukannya itu, jenderal sayji pun melaporkan hal ini kepada raja tertuanya bernama Afal.
Jenderal sayji : maafkan kami yang telah mengganggu waktu anda yang mulia.
Raja Afal : apa yang membuat mu datang kemari jenderal sayji?
__ADS_1
Jenderal sayji : kami datang kemari untuk melaporkan sesuatu yang mulia.
Raja Afal : apa itu?
Jenderal sayji : di luar kerajaan ada seorang penyusup yang sedang memata-matai kerajaan kita, kami sangat Kualahan melawan penyusup itu ia sangat kuat melawan semua pasukan kami.
Raja Afal : oh yaa, kalau begitu aku ingin melihat penyusup itu seberapa kuat dia melawan pasukan kami.
Raja Afal pun pergi keluar untuk melihat situasi di sana. Sesampainya di luar kerajaan, Raja Afal terkejut melihat Laras, ia langsung menyuruh semua pasukannya untuk berhenti menyerang.lalu Raja Afal bertekuk lutut di hadapan Laras. Semua prajurit, jenderal, dan petinggi besar kerajaan yang melihat itu pun juga ikut bertekuk lutut. Raja Afal sangat menyesali perbuatannya ini, dia meminta maaf dengan penuh kesalahan.
Laras : wanda?, kamu kenal Dewi Wanda?
__ADS_1
Raja Afal : hah?, kamu bukan Dewi Wanda, lantas kenapa kamu memakai gaun milik Dewi Wanda dan memegang trisula miliknya?.
Laras : aku adalah Laras Fitriani cicit dari Dewi Wanda, aku memakai gaunnya dan memegang trisulanya karna ini adalah pemberian Dewi Wanda untuk melindungi dunia dari kejahatan. Lalu dari mana kamu kenal Dewi Wanda?.
Mendengar pertanyaan tersebut raja Afal menceritakan bahwasanya dulu sebelum lautan ini di kuasai ras mermait, Dewi Wanda lah yang menguasai seluruh samudra di dunia ini. Sampai akhirnya Dewi Wanda sangat bosan hidup sendirian di lautan, Dewi Wanda pun menciptakan seekor ikan yang bisa bicara untuk menemani Dewi Wanda. Ikan itu di beri nama Afal. Setiap hari ikan Afal menemani Dewi Wanda dan bergurau dengannya. Hingga suatu saat ikan Afal tidak pernah bertemu lagi dengan Dewi Wanda. Pada akhirnya ketika ikan Afal sedang menyendiri, ikan Afal mendengar panggilan Dewi Wanda, panggilan itu adalah permintaan maaf untuknya.
"Afal, kau adalah teman satu-satu ku, kau menemani ku di mana pun dan kapan pun, maafkan aku yang telah meninggal kan mu sendirian di lautan, sebagai permintaan maaf ku, ku berikan kau sebuah hadiah" ucap Dewi Wanda dengan penyesalanya.
Dan tiba-tiba sebuah cahaya bersinar di tubuh ikan Afal, seketika itu tiba-tiba ikan Afal berubah menjadi manusia yang di kenal dengan mermait. Dewi Wanda juga memberikan pasangan untuknya yang bernama zina, serta memberikan sebuah trisula emas sebagai senjata utamanya. Lalu Dewi Wanda berpesan kepada Afal.
"mulai sekarang kau lah yang bertanggung jawab atas lautan ini, jagalah lautan ini sebagai mana kau menjaga dirimu sendiri"
__ADS_1
Mendengar amanat itu Afal berjanji akan melindungi lautan sampai akhir hayatnya.
Kembali ke kerajaan selesai menceritakan masa lalunya dengan Dewi Wanda, semua mermait disitu terharu mendengarnya. Laras yang terlalu lama berada di dalam laut itu pun meminta izin untuk pamit diri. Raja Afal pun mengizinkannya dan sekali lagi meminta maaf atas kesalahannya tersebut. Laras pun memaafkannya dengan senang hari, sebelum pergi raja Afal meminta Laras untuk tidak sungkan datang kemari di lain waktu. Laras pun mengiyakan hal itu lalu pergi.