Laras Lathi

Laras Lathi
BAB 6 PERTARUNGAN


__ADS_3

Keesokan harinya Zarka yang tidak tau siapa pemilik asli aura tersebut, ia menghancurkan gedung-gedung di sana (Jakarta Selatan) guna untuk memancing pemilik asli aura tersebut datang menghampirinya. Di camp pengungsian Laras yang merenung karna bencana alam tersebut tiba-tiba di kaget dengan siaran berita yang menyiarkan tentang kedatangan seorang iblis dengan kekuatan api nerakanya yang tidak lain adalah Zarka. Karna dirinya tidak ingin gagal untuk ke dua kalinya, Laras yang melihat itu pun langsung bergegas menuju TKP yang jaraknya tidak jauh dari camp pengungsian dan berubah menjadi Dewi ombak. Sesampainya di sana, dengan cepat Laras menyerang Zarka dengan melempar trisulanya di sertai aliran air yang deras. Mendapat serangan tersebut Zarka pun terpental cukup jauh dari tempatnya itu, ia yang melihat itu pun langsung berteriak lantang.


"hahaha!! Akhirnya ketemu juga sumber dari aura kuat itu, aku akan membuat mu sama seperti ibu ku" teriak Zarka dengan lantang


Setelah itu ia pun dengan segera membalas serangan Laras barusan. melihat Zarka berlari ke arahnya, Laras pun segera memanggil trisula Lathi yang sempat di lemparkan tadi. Setelah cukup dekat Zarka menyerang Laras secara babi buta, duel dasyat pun terjadi, sangking dasyatnya duel tersebut tercipta lah pusaran air yang sangat deras setinggi 10 meter. Para TNI yang melihat itu pun segera mengamankan warga sipil, Mereka(TNI) menyuruh warga sipil untuk menjauh dari area pertarungan. Di camp pengungsian Rio dan teman-temannya dengan panik mencari keberadaan Laras, Mereka mencarinya di semua camp namun mereka tidak menemukan keberadaan Laras di sana.hingga pada akhirnya pencarian mereka sempat berhenti ketika mereka melihat siaran berita yang menyiarkan tentang pertarungan Dewi ombak melawan iblis.


Kembali ke dalam pertarungan, entah bagai mana kah ketika pusaran air tersebut meredah tangan Zarka menyekik leher Laras. Dengan nafas beratnya, Laras berusaha melepaskan diri dari cengkraman Zarka. Setelah itu Zarka pun mengeluarkan api dari tangan satunya yang hendak membunuh Laras, namun sebelum ia menyerang Laras, dengan api di tangan kirinya ia berkata.


"ternyata kekuatan trisula Lathi tidak sekuat yang di katakan dewa dewi kayangan" ucap Zarka.


Lalu Ketika Zarka hendak melesatkan serangannya itu, tiba-tiba di belakang Zarka muncul seekor gurita berukuran besar berbentuk air, dengan segera gurita itu pun melesatkan 8 tentakel airnya kepada Zarka melalui serangan kiri, kanan dan atas. Zarka yang mendapatkan serangan itu seketika roboh, cengkraman tangannya pun akhirnya melepaskan leher Laras, Laras pun terbebas dari cengkraman Zarka. Mendapat kesempatan emas itu, Laras pun mengeluarkan pusaran air setinggi 40 m dari tanah. Zarka yang lengah itu pun seketika terumpang amping karna derasnya pusaran air tersebut. setelah itu Laras mengeluarkan jurus sewu trisulo banyu, seketika itu muncul ribuan trisula air yang akan melesat ke arah Zarka. walaupun ribuan trisula air tersebut terbuat dari air, namun ketajamannya setara dengan pedang.


Melihat dirinya dalam bahaya, Zarka pun mencari cara untuk kabur dari pertarungan. Setelah pusaran air mulai redah ia pun dengan cepat menghilang sebelum ribuan trisula air tersebut melesat ke arahnya. Dengan asap hitamnya ia pun menghilangkan diri dari sana. Orang-orang yang melihatnya pun bersorak sorantak.


"hidup Dewi ombak!! , hidup putri ombak!! , hidup Dewi ombak!!" teriak orang-orang dengan lantang.


Setelah hal itu Laras pun kembali ke camp pengungsian dan berubah kembali menjadi manusia. Sesampainya di sana (camp pengungsian) teman-temannya menghampirinya lalu bertanya.


"dari mana kamu tadi, kami mencari mu ke semua camp namun tidak menemukan mu? " tanya Rio


Mendengar pertanyaan itu Laras mengaku dirinya habis keluar dari kamar mandi. Mendengar jawaban tersebut Rio dan teman-temannya pun legah, Mereka mengira Laras terjadi apa-apa. Malamnya Laras yang tidak tidur pun hawatir akan kedatangan Zarka lagi, ia takut akan kedatangan Zarka dengan membawa kekuatan yang lebih kuat. Pengawas yang melihat Laras belum tidur, ia pun menegur laras untuk segera tidur karna waktu sudah malam.

__ADS_1


Di sebuah alam yang gelap dan kobaran api yang besar, seorang pria melangkah di alam tersebut yang ternyata adalah Zarka. Ia pegi ke alam neraka untuk meminta kekuatan tambahan kepada kaisar alam neraka bernama Ergot.


"apa tujuan mu datang kemari Zarka, bukankah kau aku perintahkan untuk menaklukkan daratan dan kayangan di bawah perintah iblis." tanya Ergot


"aku datang kemari untuk meminta kekuatan lebih, seorang wanita dari ras manusia menghalangi aku menjalani misi ku ini. Dia memegang sebuah senjata trisula Lathi yang dulunya di pegang oleh ibu ku" jawab zarka


"Hmm, trisula Lathi ya. Kau jangan anggap remeh kekuatan kuno itu, mungkin kau dulu pernah membunuh ibu mu yang memegang trisula itu. Namun ibu mu tidak serius bertarung dengan mu waktu itu, sekarang kau baru tau kekuatan besar trisula itu." ucap ergot


Seketika itu tiba-tiba sebuah asap merah mengelilingi Zarka lalu masuk kedalaman mulutnya, tubuh dia terangkat karna gumpalan asap merah tersebut, sebuah senjata trisula iblis muncul di tangan Zarka. Aura iblisnya sampai mendorong jauh setan yang berada di dekatnya. Sang kaisar pun meminta Zarka untuk membunuh Dewi ombak itu sebelum menaklukkan ke 2 alam itu (alam manusia & alam kayangan).


Di camp pengungsian Laras yang tidur itu pun bermimpi melihat seorang wanita dari jarak jauh, awalnya dia mengira itu adalah Dewi Wanda, Namun setelah cukup dekat wanita itu memakai gaun yang sama yang di pakai laras yakni gaun dewi ombak. Dengan sedikit heran Laras pun memanggil wanita tersebut.


Seketika itu wanita itu pun menoleh ke arahnya, dengan wajah tersenyum wanita itu berkata.


"aku adalah Dewi Laras, pemegang trisula Lathi sebelum kamu, aku datang ke mimpi mu untuk meminta tolong kepada mu" ucap Dewi Laras


"apa yang bisa saya tolong?" tanya Laras


"mengenai Zarka, dia adalah anak kandung ku. Aku meminta tolong kepada mu untuk membebaskan Zarka dari pengaruh iblis, aku tidak mau Zarka terus-terusan di jadikan boneka oleh iblis Ergot" ucap Dewi Laras


Lalu Dewi Laras pun menghilangkan dan Laras pun terbangun dari tidurnya. Di pagi hari Laras dan teman-temannya membantu dokter dan perawat untuk menyembuhkan korban-korban bencana alam. Di selang-selang ke sibukkannya tiba-tiba Laras merasakan aura kekelapan yang sangat kuat, mengetahui hal itu ia pun berlari mencari tempat sepi untuk berubah menjadi Dewi ombak. Di tempat lain Zarka yang sekarang bertambah kuat, ia pun dengan mudah melacak keberadaan Dewi ombak. Dengan cepat Zarka pun bergerak menuju camp pengungsian.

__ADS_1


Sesampainya di sana, para TNI yang melihat itu pun segera menembaki Zarka dengan senjata apinya. Tidak tinggal diam Zarka yang mendapat tembakan itu pun segera membalas mereka dengan kekuatan api nerakanya. Mendapat serangan itu formasi para tentara pun menjadi kocar-kacir, Orang-orang yang melihat itu pun seketika berlari menjauh dari Zarka. Tidak lama setelah itu sebuah ombak dari arah kanan Zarka mendorongnya menjauh dari camp pengungsian. Di situ Laras melihat betul perubahan Zarka yang semakin kuat. mendapat serangan itu Zarka pun geram, ia pun meloncat ke arah Laras dengan trisula iblis di tangannya, Duel antar trisula itu pun di mulai. Pada awal pertarungan Laras di buat kualahan oleh Zarka, kecepatannya membuat Laras bingung, jurus-jurus yang di keluarkan Laras selalu di patahkan oleh Zarka. Hingga ketika Laras mengeluarkan gurita air besarnya dengan mudah Zarka membela gurita air tersebut dengan trisulanya. Laras yang melihat itu pun menjadi heran, ketika Laras lengah tiba-tiba Zarka sudah berada di depanya. Dengan segera Zarka pun menusuk-nusuk tubuh Laras bertubi-tubi dengan trisulanya hingga Laras pun terbaring lemas di tanah.


Ketika Zarka hendak membunuh Laras dengan menusukkan trisulanya tepat di perut Laras, tiba-tiba Laras terbangun dengan mata berwarna biru mudah. Dengan segera Laras membuat perisai airnya untuk menangkis serangan Zarka itu. Zarka yang melihat itu pun seketika kaget, ia pun terus menambah tenaganya untuk memecahkan perisai tersebut. Namun usaha itu sia-sia secara tiba-tiba sebuah trisula air melesat tepat ke kepala Zarka. Zarka yang mendapatkan serangan itu seketika terpental lumayan jauh. Laras pun segera bangkit dari baringnya itu, dengan wajah marah dan mata berwarna biru mudah, serta aura yang sangat kuat ia berkata.


"Zarka!! kau sungguh keterlaluan, dulu kau membantai dewa dewi kayangan dan sekarang kau membantai manusia. Sekarang ibu tidak akan kasian lagi kepada mu, ibu akan hilangnya aura kegelapan di dalam tubuh mu walaupun itu akan membunuh mu" ucap Laras dengan 2 suara


Mendengar suara itu Zarka pun seketika kaget, ternyata sukma dari Dewi Laras masuk ke dalam tubuh Laras ketika Laras dalam keadaan sekarat. Tanpa membuang waktu mereka berdua pun maju dan saling melempar serangan, pada pertarungan kali ini mereka bertarung sangat seimbang. Namun lama kelamaan Zarka mulai kualahan melawan Laras yang dalam kendali Dewi Laras, Karna kesal Zarka pun mengeluarkan naga ular neraka yang ukurannya sangat besar. Melihat itu Laras pun menancap kan trisula Lathinya ke tanah dan berteriak.


"naga besuki keluar lah!!" teriak Laras


Seketika itu munculah sosok naga yang keluar dari Trisula Lathi, naga itu bernama besuki. Ketika naga besuki keluar ukurannya ternyata 2x lipat lebih besar dari ular naga neraka milik Zarka.


Dengan segera naga besuki pun melilit ular naga neraka dengan erat, Setelah itu dengan jiwa naganya naga besuki memakan kepala naga ular neraka. Melihat hewan kesayangannya mati Zarka sangat marah, ia langsung mengeluarkan api dari Trisulanya dan hendak melemparkannya ke arah Laras. Namun ketika Zarka memasang kuda-kuda untuk melempar trisulanya ke arah Laras, secara tiba-tiba Trisula Lathi melesat dengan cepat menusuk tepat di dada Zarka. Seketika itu Zarka pun terpental jatuh di tanah, ketika terjatuh terlihat aura kegelapan mulai keluar dari tubuh Zarka. Hal itu pun membuat laras yang dalam kendali Dewi Laras pun berjalan menghampirinya. Disitu terlihat Zarka mulai bisa mengendalikan dirinya, melihat Laras berdiri di depanya dengan seyum sederhana dan rasa sakit di dadanya ia berkata.


"i..ibu, ma.. afkan aku yang telah salah memilih jalan, engkau adalah ibu yang baik yang pernah ada, aku bersyukur memiliki ibu seperti engkau, namun dengan napsu ku aku malah merusaknya. Maafkan aku ibu" ucap Zarka dengan tangisan dan rasa sakit


Setelah itu Zarka pun menghilang menjadi abu di susul dengan ular naga neraka miliknya. Di dalam tubuh Laras, Dewi Laras memaafkan Zarka dengan tangisan air mata dan berharap dirinya bisa bertemu dengan anaknya di surga.


1 tahun setelah letusan gunung krakatau terlihat kota jakarta dan kota-kota lainnya pun kembali menjadi indah semula. Laras dan teman-temannya memutuskan kembali pulang ke kota halamannya Yakni Surabaya dengan menaiki kereta api. Sesampainya di kota Surabaya sebelum berpisah mereka berlima pun selfie bersama. Setelah teman-temannya pulang, sebelum Laras pulang ia menyempatkan diri pergi ke sebuah Cafe bernama Diner yang tidak jauh dari stasiun. Setelah ia masuk ke dalam Cafe tersebut, dirinya di sambut hangat dengan seorang kasir bernama Ainun. Namun di mata Ainun ia bisa melihat Laras adalah seorang Dewi.


"TAMAT"

__ADS_1


__ADS_2