Legenda Dewa Keberuntungan

Legenda Dewa Keberuntungan
Prolog


__ADS_3

Prolog~


Pada masa awal kekaisaran Pohon Suci berdiri, terdapat berbagai orang dengan kekuatan supranatural diluar akal sehat manusia. Awal pengembangan kekuatan ini mulai terjadi sejak berdirinya Kekaisaran Pohon Suci.


Banyak sekali dari orang-orang tersebut membangkitkan Jiwa beladiri mereka untuk menjadikan partner pertempuran. Berbagai tehnik dan kitab telah diciptakan oleh ratusan hingga jutaan Kultivator yang mendiami wilayah Kekuasaan sembilan kekaisaran di Daratan Nias ini.


Kekaisaran Pohon Suci adalah kekaisaran pertama yang berdiri ribuan tahun sebelum Masehi, dan disusul oleh delapan dinasti lainnya.


Orang-orang dengan bakat kekuatan ini dinamakan sebagai Kultivator. Para Kultivator dapat membelah gunung dan memecah lautan dengan mudah. Di sembilan kekaisaran, ada dua belas sekte raksasa seni beladiri. Lima diantaranya berada di kekaisaran Pohon Suci.


Sekte-sekte ini didirikan oleh Guru Suci mereka masing-masing.


Adapun aliran, mereka ada tiga yang dianut oleh para Kultivator daratan Nias. Yaitu, Hitam, Netral, dan putih. Ada empat sekte besar aliran putih, empat sekte aliran netral dan empat sekte aliran hitam.


Untuk tingkatan Kultivasi, ranah Kultivasi dibagi menjadi:



Ranah Pengumpul Qi [Tahap 1 - 3]


Ranah Penyempurnaan Qi


Ranah Transformasi Qi

__ADS_1


Ranah Jiwa yang baru lahir


Ranah Kebangkitan Jiwa


Ranah Kenaikan Surga


Ranah Master pertempuran


Ranah Raja pertempuran


Ranah Kaisar pertempuran



Untuk melangkah menuju ranah Kenaikan Surga keatas, dibutuhkan usaha puluhan hingga ratusan tahun untuk meningkatan kultivasi satu tahap. Setiap tahap bagaikan tanah dan air, tidak terlalu berbeda ditingkat Transformasi Qi kebawah. Tapi, saat menyentuh alam Jiwa yang baru lahir maka perbedaan satu tahap dapat membuat seseorang sangat kuat.


Saat ini, dua belas guru suci telah mencapai ranah Raja Tahap kedua dan ketiga. Master sekte Langit merah, aliran netral, memiliki kesempatan menerobos ranah kaisar pertempuran karena bakatnya yang menantang langit. Dengan sejarah dua belas ribu tahun, maka bukan tidak mungkin akan ada Kaisar Pertempuran Baru.


Dapat dibandingkan, seorang Raja bertempur dengan seorang kaisar maka bahkan dengan satu jentikan jari saja sudah dapat membuat seorang Raja dapat meninggal ditempat. ini membuktikan bahwa Satu ranah dapat telah menyebabkan perbedaan antara Bumi dan Surga!


...Desa Padi~...


Desa padi merupakan salah satu desa terbesar dikawasan provinsi besi bagian timur dengan kepala desa sebagai pemimpin desa itu.

__ADS_1


Nama desa ini bukan hanya sekedar nama saja. Karena setiap tahunnya, padi yang mereka hasilkan melebihi 1.000 Ton padi! ini adalah hasil yang sangat besar


Jumlah populasi di–desa ini mencapai sembilan ribu orang, dengan rata-rata pekerjaan mereka adalah petani.


Desa ini memiliki tembok yang terbuat dari kayu yang mengelilingi desa ini dengan kokoh dan kuat.


Desa padi juga memiliki Kultivator, yaitu penjaga dari kepala desa padi yang sangat ditaktor dan semena-mena. Para Kultivator ini disewa oleh kepala desa untuk melindunginya dari marabahaya.


Tingkatan kekuatan para Kultivator ini adalah pengumpul Qi pertama hingga pengumpulan Qi tahap ketiga. Pemimpin mereka adalah Kultivator pengumpulan Qi Tahap ketiga, sebagai komando untuk menjaga kepala desa dari marabahaya.


Disebuah rumah disalah satu dusun di–desa Padi, terlihat seorang anak petani yang sedang menyiapkan alat-alat untuk bertani seperti cangkul yang ia bawa dipunggung nya.


Anak petani ini adalah seorang pemuda berusia 17 tahun, dengan otot kekar akibat kerasnya hidupnya pada masa kecilnya hingga sekarang. Pemuda ini memiliki wajah berbentuk oval, dengan rambut hitam serta mata coklatnya yang indah. Ia sangat mempesona dengan wajahnya yang putih mulus, namun ada sebuah bekas luka di–pipi nya, yang mirip dengan sayatan pedang.


Sayatan ini ia dapatkan saat ia sedang bertani, ia diserang oleh pria paruh baya yang merupakan musuh bebuyutan ayahnya dan untuk menghindari nya, ia langsung berlari. Namun naas, parang yang digunakan oleh pria paruh baya itu berhasil melukai wajah Pemuda itu hingga masih berbekas saat ini.


Pemuda itu membalas perlakuan pria paruh baya itu dan membunuhnya supaya ia kemudian hari tidak mendapatkan masalah yang merepotkan.


Kejam? Ya, dia memang kejam. Di–daratan Nias yang keras ini, tentu saja kejam harus perlu dan tidak ada toleransi untuk seseorang yang menyerangnya.


Kembali ke cerita utama,


Pemuda yang bernama Yuan Chen itu bergegas kedalam rumah dan membawa tas yang terbuat dari kulit hewan dan memakai nya seperti rompi namun ditengahnya itu tidak ada.

__ADS_1


Ia berjalan dengan cangkul di–atas pundaknya dan mulai bersenandung sembari tersenyum kepada warga-warga yang ia temui dijalan.


__ADS_2