Legenda Dewa Keberuntungan

Legenda Dewa Keberuntungan
Bab 01 – Melawan segerombolan serigala


__ADS_3

Bab 1 – Melawan segerombolan serigala


Yuan Chen bersenandung sembari tersenyum manis kepada masyarakat desa yang ia temui dijalan dan menyapa mereka.


“Selamat pagi Pak Kumis....”


“Selamat pagi juga anak muda!”


Ia menyapa pria tua didepannya dan meninggalkan pria tua itu setelah menyapanya.


Ia berjalan selama dua puluh menit dan meninggalkan desa itu menuju hutan yang terletak di bagian timur desa padi. Hutan ini lumayan besar, dengan beragam flora dan fauna yang masih terjaga.


Hutan ini bernama hutan desa padi, karena letaknya yang masih didekat desa padi. Tak ada yang istimewa di hutan ini, karena pertanian milik warga berada dalam lingkup hutan ini.


Saat ini, Yuan Chen telah setengah perjalanan menuju kebun milik orang tuanya yang telah meninggal dunia karena usia tua. ia sedari kecil sudah dirawat oleh para tetangga disebelah rumahnya, karena orang tuanya sudah meninggalkannya di usia yang masih belia yaitu 6 tahun.


Ibu nya menghilang saat melahirkan nya, sedangkan ayahnya yang sudah tua akhirnya meninggal. Entah mengapa pria tua masih bisa bereproduksi?

__ADS_1


Pada saat berjalan, Yuan Chen mendengar suara semak-semak disebelah kanannya dan mulai berhenti. Ia bersikap waspada dengan menyarung–kan pedangnya dan mulai bersiap untuk bahaya yang akan datang.


Bang!


Seekor serigala muncul dan menerkamnya. Ia dengan sigap menepisnya dengan pedang ditangannya. Ia dengan cepat mengayunkan pedangnya dengan cepat dan mengenai rusuk serigala itu.


Aummmm


Serigala itu melolong menyedihkan, ia memanggil bantuan dari rekan-rekan nya yang tidak jauh dari lokasinya.


Membalas perlakuan pria didepannya itu, serigala dengan kejam mulai berlari dengan kencang dan menubruk maju kearah Yuan Chen tanpa ketakutan yang terlintas didalam matanya.


Cakar demi cakar ia lontarkan dan berhasil ditangkis mudah oleh Yuan Chen.


Yuan Chen membalas perlakuan itu dan mulai menyerang kepala serigala itu dan serigala itu mati!


Yuan Chen menghela nafas lega karena ancaman bagi nya sudah berlalu dan ia mulai mengambil cangkul yang ia buang ke samping jalan tanah.

__ADS_1


Tapi, Beberapa saat kemudian, muncul beberapa serigala lainnya dan mulai menyerangnya. Tanpa pandang bulu, segerombolan serigala itu menyerang dengan cakar tajam mereka.


Serangan demi serangan terpancarkan dari niat segerombolan serigala itu, dan berhasil melukai lengan Yuan Chen. Jika seseorang yang bukan Kultivator dapat menahan beberapa serigala, maka ia adalah seorang yang berbakat dalam pertempuran. Seperti Yuan Chen.


Karena merasa terpojok, Yuan Chen berlari menjauh dari serigala itu dan memasuki kedalam hutan desa padi yang konon katanya terdapat beast yang setara dengan Transformasi Qi Tahap Ketiga yang menjaga hutan ini.


Memasuki Kedalam hutan desa padi, hati Yuan Chen berdegup kencang karena ia gugup apakah pilihannya benar karena terdapat beast yang menjaga hutan ini.


Tapi melepaskan keraguan itu, ia dengan yakin langsung berlari dan tidak peduli dengan apapun itu. Jika memang ia ditakdirkan mati hari ini, maka biarlah terjadi.


“Sial, aku tidak peduli!” Ucapnya sembari berlari dikejar oleh serigala yang sudah menyusul ke belakangnya.


Ia berlari entah berapa lama ia menghindari serangan demi serangan gerombolan serigala itu selama sepuluh menit. Saat ia melihat ujung hutan, ia langsung bergegas. Tapi...... itu jalan buntu!


Sebuah jurang terdapat di depannya, dan ia juga dikejar oleh segerombolan serigala.


Seekor serigala yang memimpin langsung menerkam. Yuan Chen yang tidak siap langsung terjatuh akibat salah langkah dan mereka berdua terjun kedalam jurang dalam itu.

__ADS_1


__ADS_2