
Aula Istana Langit
Setelah memikirkan dengan seksama dan mengingat pertemuan dan pertepurannya dengan kelompok zaihai, Deng Shang Di Jun pun berkata sesuatu kepada kaisar langit
"Maaf yang mulia Kaisar. . . . saya rasa munculnya Qing Huan memang ada hubungan dengan batu 9 warna namun tidak akan membahayakan Alam langit "
"Dan sepertinya kelompok Zaihai adalah kelompok tersebunyi yang ingin Qing Ming bangkit kembali dan hanya ingin perang"
Mendengar hal tersebut membuat dewa Guo Jie sedikit kesal dengan sikap Deng Shang Di Jun yang menurutnya terlalu santai dan menganggap remeh masalah ini
"APA KAMU YAKIN QING HUAN BUKAN PEMIMPIN MEREKA DAN TIDAK MENIMBULKAN MASALAH. . ??!?! ucap Guo Jie
" Saya mengenal Qing Huan dari dulu dan saya tahu dia hanya ingin hidup tenang dan bebas. . . bukan perang atau hal lainnya" ucap Deng Shang Di Jun
"Lalu harus bagaimana. . apakah yang harus dilakukan. .?!?!!? ucap Kaisar Langit
" Maaf yang mulia. . . bukankah kita mendapat undangan dari Kerajaan iblis untuk pertunangan resmi Putra Mahkota pangeran Qing Zhu" ucap Deng Shang Di Jun
"Lalu. . . ?!?!!? " ucap Kaisar Langit bingung
"Biar hamba yang menghadiri acara tersebut sekaligus berbicara dengan Kaisar iblis dan Qing Huan tentang masalah ini "
Kaisar langit yang mendengarnya pun menganggukan kepalanya tanda setuju dengan usul tersebut dan berfikir sejenak lalu berkata kepada Deng Shang Di Jun
__ADS_1
"Baiklah. .!!!Tapi kau tidak boleh pergi sendiri dan harus ada yang menemani"
"Baik Yang Mulia Kaisar Langit" ucap Deng Shang Di Jun
Setelah itu Kaisar langit mengakhiri pertemuan tersebut dan meninggalkan aula disusul dewa dewi lainnya. Namun ketika Deng Shang Di Jun juga ingin pergi, dia di cegat oleh dewa Guo Jie yang mengatakan sesuatu
"Di Jun. . boleh aku bertanya. . . aku tahu Qing Huan adalah teman masa lalumu. . tapi kenapa kamu yakin padanya dan tidak khawatir???? "
Mendengar pertanyaan Guo Jie tersebut dia hanya tersenyum kecil yang membuat Guo Jie semakin bingung dan penasaran dengan sikap Deng Shang tersebut dan mengetahui hal tersebut ia hanya menjawab
"Jika Qing Huan memang ingin alam langit musnah maka tidak ada yang bisa mencegah. . ini adalah kutukan"
Mendengar hal tersebut Guo Jie hanya terdiam kerena memang Di Jun lebih berpengetahuan luas daripadanya dan apalagi Ia mendengar kata kutukan yang membuatnya sedikit khawatir
Di Kerajaan Iblis Paviliun Kuai le
Ketika tiba di depan pintu paviliun Kuai le, Qing Huan terdiam dan tertegun sesaat. Ia tiba tiba mengingat kenangan masa lalunya bersama ayah dan ibunya yang membuatnya hangat dan bahagia
Namun tiba tiba auranya menjadi gelap dan sangat menakutkan kerena ia juga mengingat kenangan pahit dan kekosongan yang ia alami selama ini yang tidak pernah akan ia lupakan
Melihat hal tersebut, putri Qing Mao Hui pun memberanikan diri untuk bertanya walau sedikit ragu kepada Qing Huan tentang apa yang terjadi dan apa yang sedang Qing Huan fikirkan
"Maaf leluhur. . . ke. . kenapa kita berhenti di sini dan apa yang anda fikirkan. . .??!?! "
__ADS_1
" Bahkan aura anda sangat kuat dan gelap sampai mempengaruhi yang ada di sekelilingnya"
Mendengar hal tersebut Qing Huan hanya tersenyum kecil kerena sesuai dugaannya kalau Mao Hui adalah gadis yang polos yang tidak seperti gadis bangsa iblis lainnya yang genit, licik dan punya sikap yang tidak di sukai Qing Huan
Tiba tiba Qi li muncul dan langsung memberi hormat kepada Qing Huan dan memperkenalkan diri kepada putri Mao Hui dan juga saling memberi hormat
"Ayo masuk. . " ucap Qing Huan
"Namun leluhur. . . sejak dulu. . tidak ada siapapun yang bisa memasuki Paviliun ini"ucap Putri Qing Mao Hui
Lagi lagi Qing Huan hanya tersenyum kecil lalu ia merapalkan sebuah mantra dan meneteskan setitik darahnya ke arah pintu paviliun tersebut dan tidak berapa lama pintu paviliun tersebut terbuka yang membuat putri Mao Hui terkejut
Akhirnya putri Mao Hui sadar kerena tentu saja pintu tersebut terbuka kerena pemilik paviliun tersebut telah kembali. Dan ketika melihat pemandangan paviliun tersebut ia juga sangat terkejut
Note : foto pemandangan kebun dihalaman paviliun Kuai le
Selain sangat berbeda dengan dekorasi yang ada di Kerajaan iblis. halaman paviliun tersebut sangat indah dan penuh dengan bunga berwarna-warni yang harum walaupun agak berantakan kerena memang sudah lama tidak terawat
Walau sempat terdiam, tampa aba aba Qing Huan mulai melakukan pembersihan dengan segala yang ia punya. Melihat hal itu Qi li, putri Mao Hui dan pelayannya Fei Ran ikut membantu yang membuat Qing Huan senang
Setelah beberapa waktu kemudian walaupun hanya berempat namun akhirnya mereka berhasil merapikan dan membersihkan paviliun tersebut yang membuat hati Qing Huan lega
__ADS_1
"Aku pulang. . " batin Qing Huan