
... Perjanjian yang tak terucapkan, mungkin, antara pedagang dan bandit. Mereka mengubah pertempuran dengan memanfaatkan para budak.
Kelompok bandit dengan santai berjalan pergi dengan satu kereta. Pedagang itu --yang tidak terluka-- terus mengutuk budaknya selama beberapa saat. Kusirnya harus menenangkannya dan mereka meninggalkan daerah itu dengan kereta yang hanya tersisa satu gerbong. Keempat budak yang mati itu dibuang ke pinggir jalan dan diabaikan.
Aku bingung apakah yang sebenarnya terjadi awalnya aku mau menyelamatkan pedagang itu tapi setelah melihat apa yang dilakukannya, aku jadi ragu untuk bertindak.
Pedagang malah mengingatkanku pada perlakuan para peneliti di panti asuhan dulu, mereka sering memukuliku kalo melakukan kesalahan.
Mana yang didapatkan degan memburu manusia lebih besar daripada monster biasa. Aku bisa mulai memburu manusia juga, bukan hanya monster Bagaimana dengan menyerang petualang? Tidak mungkin. Aku hanya akan diburu oleh petualang dan player beta setelah aku melakukannya. Aku sebenarnya mengincar para bandit yang menyerang para pedagang itu.
Ku ikuti pedagang itu dari kejauhan dan menghadangnya dibalik tikungan jalan, mereka pun kaget saat melihatku si pedagang turun dari kereta kudanya dia terpana melihatku seperti seeong yang sedang menemukan harta karun, ohh....dia terpesona dengan kecantikan ku, tapi itu sagat menjijikkan. Akupun mengunakan skill [fire ball] bola api melesat kearahnya membuatnya terbakar sampai menjadi abu.
Sekarang skill Racialku telah berevolusi juga ke tingkat selanjutnya. [Fire master] penguna dapat megunakan semua skill berjenis api tingkat menegah. Saat kusir kuda juga meyadari majikanya telah mati dia pun mencoba untuk lari menyelamatkan diri. Aku tak akan sebaik itu juga untuk membiarkanya pergi, akupun megunakan [fireball] untuknya.
Tanpa kusadari aku telah membunuh manusia pertamaku, dunia ini yata bukan game kenapa aku jadi semudah itu membunuh manusia apa karena aku telah menjadi Ras iblis jadi melihat manusia hanya sebagai buruan saja. karena sudah terjadi ya sudahlah.
Aku pun mencari mulai mencari benda yang berguna dari gerbong kereta yang ditinggalkan, aku menemukan baju wanita yang cukup cocok berwana merah dan beberapa uang sekitar 20 gold dan 30 silver sisanya beberapa koin tembaga ada pula perbekalan makanan dan juga pedang, lumayan lah buat kupakai.
Kemudian saatnya menuju kepara bandit itu karena mereka awal targetku, setelah beberapa jam dan hari sudah malam sejak ku menulusuri jejak bandit itu sampailah disebuah perbukitan disitu ada sebuah lubang gua yang sedang dijaga oleh dua orang dengan memakai peralatan seperti para petualang. Apakan mereka juga para bandit?
[Bandit x2]lv17
[HP: 120/120]
[MP: 110/110]
[Total Combat Power: 148]
Sangat lemah. Namun, yah, jika mereka memiliki kecerdasan untuk melatih diri mereka sendiri, mereka tidak akan menjadi bawahan bandit seperti ini.
Satu-satunya sumber cahaya yang bisa aku lihat adalah benda yang tampak seperti obor. Aku melempar dua koin tembaga yang telah aku simpan di dalam sakuku.
Satu koin lolos bahkan ketika sudah ditambah dengan keterampilanku, tetapi yang lain mengenainya Koin itu memadamkan api.
"Hah, apa yang terjadi pada cahayanya?"
__ADS_1
“Apakah kau menjatuhkan koin? Aku mendengar suara koin jatuh."
Orang-orang terkejut, tetapi tidak khawatir. Mereka mulai meraba-raba di kegelapan untuk menyalakan api. Ku serang mereka didalam kegelapan megunakan pedang baruku. Lumayan cukup tajam untuk menghabisi mereka.
Yah, idenya mungkin tampak cerdik sebenarnya aku hanya tak ingin terlalu membuang banyak manaku untuk lawan seperti mereka.
[Anza]lv24
[Ras: Fox Ancestor]
[Iblis tingkat menegah]
[MP: 750/653] 18 ↑
[Total Combat Power: 855 ] 20 ↑
Membunuh manusia memang paling cepat menaikan MP dan CP ku, karena perbedaan lv yang jauh dengan monster dihutan, sepetinya mpku tak akan menigkat jika aku memburu mereka. Sebaiknya aku hati-hati saat berburu manusia berburu bandit sepertinya cara paling masuk akal agar tak dikejar para petualang di dunia ini.
Kemampuan mendeteksiku mengungkapkan sekitar dua puluh sinyal lain di dalam tambang. Beberapa dari mereka pasti adalah budak. Aku ingin tahu berapa banyak banditnya? Sekitar enam dari sinyal tidak bergerak, jadi aku menuju ke sana dulu.
Dalam kegelapan, aku melihat sangkar kayu besar. Batang-batang itu adalah batang kayu, sekitar sebesar lengan manusia dewasa. Di dalamnya ada budak demihuman, duduk di tanah seakan tak bernyawa. Dua dari mereka adalah anak-anak.
Aku tidak bisa melepaskan mereka saat ini. Mereka masih dipasangi kalung budak. Aku tidak yakin apa yang akan mereka lakukan.
Sepuluh sinyal lainnya, kemungkinan besar para bandit, semuanya dalam satu ruangan. Aku sedang mempertimbangkan bagaimana menjatuhkan mereka ketika dua dari mereka mulai bergerak.
Aku naik ke langit-langit. Mereka berdua berwajah merah dan berbau alkohol, memasuki jalan samping dan menuju ke sebuah ruangan yang tampak gelap dan bobrok. Kelihatan seperti ruang penyimpanan, bukan penjara. Mereka membuka gembok dan mengeluarkan peti kayu penuh botol-botol alkohol.
Mereka sekuat bandit sebelumnya, jadi aku menyergap mereka dari belakang. Seperti sebelumnya, aku menusuk mereka sebelum mereka bisa berteriak. Mereka mulai meronta setelah menyadari bahwa mereka sedang diserang.
Peti botol jatuh ke tanah dan pecah. Aku terkejut sekali.
Aku bergegas untuk menyerap kekuatan hidup mereka secepat mungkin. Bandit lain muncul, mungkin karena keributan.
"Kalian berdua, apa yang kau ..."
__ADS_1
Bandit itu memandang keduanya dengan putus asa, mungkin berpikir mereka hanya terlalu mabuk. Kemudian dia melihat tubuh mereka yang sudah menjadi mayat dan dia pun akan berteriak.
"Musuh menye-agh!"
Aku bergegas maju untuk membunuhnya, tetapi sudah terlambat. Sekelompok bandit tiba dan hal pertama yang mereka lihat adalah Rubah manusia berekor 6 terkejut sambil melihat nasib mengeringkan rekan mereka.
Satu lawan tujuh. Keseimbangan akan mengalami perubahan lebih lanjut tergantung pada siapa yang memiliki banyak kekuatan sihir dan senjata magis.
“Sial, demihuman meyerang ! Apa-apaan ini!"
Pemimpin bandit menghunuskan belati mewah yang tergantung di pinggangnya. Belati itu bersinar dengan cahaya magis yang samar.
[Pemimpin Bandit] lv21
[HP: 390/390]
[MP: 130/130]
[Total Combat Power: 416]
[Bandit swordman x3] lv19
[hp: 200/200]
[mp: 75/75]
[Total Combat Power: 265]
[Bandit pemanah x3] lv18
[MP: 180/180]
[HP: 60/60]
[Total Combat Power: 250]
__ADS_1
Satu-satunya orang yang memiliki senjata magis adalah pemimpin dan tiga pria pemanah yang memegang busur cukup tua mereka.
Kalau boleh berpendapat dengan jujur, para pemburu budak itu lumayan lebih kuat. Hanya karena kurangnya penyihir sudah mengurangi banyak bahaya bagiku. Sekarang aku bahkan lebih kuat dari dulu.