
Saat para bandit melihat wujudku mereka mulai bersiap mengambil posisi untuk menyerang sambil terlihat sangat bersemangat saat megetahuai bahawa aku menjadi lawan mereka.
" Tak kusangka hari ini adalah waktu kebertunganku ada seeorang demihuman datang sendiri kesini untuk ditangkap" ucap pemimpin bandit dengan senang.
" Sepertinya dia spesies langka beda dari ras rubah manusia lainya, dia klo dijual pasti sangat mahal. "
Aku segera menyerbu ketiga bandit pemanah dan menyersng mereka. Namun, mereka tidak akan kubunuh dulu.
“Waaagh!”
“Dia ada di menusukku! Tolong!"
"Diam, kau keparat!"
Mereka meremehkanku setelah megetahui aku hanyalah demihuman.
Aku bermanuver untuk menuju di balik bandit pemanah dan pedagku merobek jauh ke bahunya. Dia berteriak.
"Ahk.....!"
“Dia bergerak sngat cepat dimana posisi dia sekarang!”
Bandit sworman lainnya masuk dan menyerang. Aku tidak mencoba menghindar kali ini, Kulawan merka dengan pedangku lagsung dari depan.
"Gunakan Racun?!" seru pemimpin bandit.
Seorang angota bandit mengeluarkan semacam botol ramuan sepertinya itu terdapat racun syaraf yang dapat melumpuhkanku, Tapi tak kan kubiarkan mereka melakukanya.
" [Fire ball] "ku gunakan sihirku dan itu mengenainya. botolpun jatuh dan pecah kemudian megeluarkan asap yang membuat mereka semua lemas tak bisa bergerak.
“Me-menjauh! Kalian, lakukan sesuatu!”
Mereka sudah tak bisa bergerak lagi kemudian aku degan santai menusuk jantung mereka sampai mati.
Tersisa pemimpin mereka yang masih hidup dia dengan ketakutan memohon agar diampuni yawanya.
" Tunggu dulu, aku mohon ampuni yawaku akan keberikan semua hartaku jadi tolonglah ampuni yawaku. "
Dia memohon sambil berlutut, saat dia berlutut dia seperti meminum obat. Apakah itu penawar racun? kemudian dia mengeluarkan pisau kecil di balik sakunya saat akan melemparkan, aku menyayat tubuhnya dengan pedang dan memotang tanganya dia pun sekarat tak bisa bergerak.
Kemudian aku mengambil kunci dari mereka untuk membebaskan para demihuman yang ditangkap.
__ADS_1
Tidak jauh dari situ, aku memberi isyarat agar mereka datang kepadaku. Seorang pria, mungkin pemimpin kelompok demihuman ini, tampaknya telah menyadari bahwa itu adalah kunci kandang. Namun, kecurigaannya belum mereda.
"… kau siapa? Apa yang kamu lakukan di sini?”
Aku menggelengkan kepala, lalu memberi isyarat agar mereka mengikutiku.
Lalu, kami tiba.
"Itu dia …!"
Pemimpin bandit itu berbaring di genangan darahnya sendiri, memegangi lubang di perutnya. Walaupun masih hidup, dia nyaris mati. Kejutan dan kebencian mewarnai pandangan para tahanan.
Aku menunjuk ke arah senjata yang berkumpul di sudut ruangan. Para beastman tersenyum dengan kejam. kemudian....
"Kami mengucapkan terima kasih."
Begitu mereka berhasil membalas dendam, aku menunjukkan kepada mereka jalan ke gudang penuh dengan pakaian dan makanan. Mereka membungkuk dalam-dalam, lalu berangkat dalam perjalanan mereka sendiri.
Rupanya kelompok ini adalah suku yang dulu tinggal di hutan utara dan padang rumput. Pemburu budak manusia menemukan mereka beberapa bulan sebelumnya dan hampir seluruh suku ditangkap. Mereka mengatakan sebagian besar manusia yang tinggal di kota-kota hanya melihat Demihuman sebagai budak, lalu ditangkap untuk dipekerjakan secara gratis.
... serusak apa sih para manusia di dunia ini?
Setelah mereka memgambil barang seperlunya untuk bertahan hidup. Ada seorang anak kecil perempuan menghampiriku, dia dari ras elf.
"Baiklah aku akan mengantarkanmu"
Walupun aku masih ada keperluan lainya seperti mencari 2 batu crystal lainya, tapi ku tak tau itu berada dimana mungkin para pemain beta yang dulu mengetahui.
Karena sudah terlanjur menolong mereka tak apa-apa sekali lagi membantu mereka pulang kedesanya.
Menurut para demihuman, desa itu terletak dibalik bukit dan membutuhkan sekitar setengah hari perjalanan untuk sampai disana.
Setelah perjalanan kami menemukan terdapat desa kecil ditengah hutan kemudian ada dua penjaga yang menghampiri rombongan kami. Dan saat tau itu ada beberapa penduduk desa yang telah di diculik oleh pemburu budak.
Mereka tampak senang saat bisa bertemu kembali dengan keluarganya terdegar tangisan kebahagian bagi orang tua yang bisa melihat anaknya lagi.
Aku melihat gadis kecil elf tadi berlari kearah seorang wanita dan memeluknya dengan erat wanita itu pun memeluk anaknya itu dengan wajah gembira.
Melihat mereka berdua sangat bahagia bertemu kembali entah kenapa ada rasa sakit di hati ku seperti ditusuk ribuan jarum.
Setelah itu mereka mengadakan pesta untuk merayakan kepulangan para penduduk yang diculik.
__ADS_1
Mereka tak henti- hentinya mengucapakan terima kasih kepadaku dan mereka menanyakan asal usulku dari mana. Aku yang bingung cuman bisa berbohong dengan mengatakan kalau aku tersesat dan lupa ingatan. Pesta itu hanya ada makanan sederhana yang dikumpulkan dari semua penduduk desa.
"Nona muda siapakah namamu?" ucap kepala desa kepadaku.
" Namaku Anza" akupun menjawabnya
" Sepertinya kamu berbeda dari ras rubah lainya mereka hanya memiliki satu ekor saja"
"Begitukah aku tak terlalu mengetahui asal usul ras ku ini" jawabku dengan sejujurnya.
"owh... begitukah? Tapi kami harap kamu cukup puas dengan pesta sederhana ini"
"Aku cukup puas kok. Aku cuman agak gugup saja karena dikelilingi banyak orang yang ramah kepadaku" ucapku dengan pasrah
"setelah ini bagai mana rencanamu selanjutnya, kalau kamu mau bisa ikut dengan kami, besok pagi kami semua akan mengungsi ketempat yang lebih dalam menuju hutan agar para manusia tak mrnemukan kami. "
"Aku minta maaf tak bisa ikut dengan kalian karena ada keperluan yang harus diselesaikan terlebih dahulu"
"Kalau begitu Kami tak akan memaksamu tapi kemanakah kamu akan pergi dan jika melewati kota manusia kamu pasti akan ditangkap dan dijadikan budak .. tapi tunggu sebentar aku ada sesuatu yang bisa menolongmu"
Kepala desa kemudian berlari kedalam rumah nya, tak berselang lama dia kembali dengan sebuah kotak kecil ditanganya.
"Nona muda terimalah ini agap saja hadiah karena telah menolong para penduduk desa yang diculik"
Aku pun menerima dan kubuka isi didalamnya terdapat sebuah cincin berwarna hijau yang berwarna indah
"Itu adalah cincin warisan dari keluargaku yang di berikan turun temurun ke generasi selanjutnya cincin itu bisa megubah bentuk tubuhmu seperti manusia, degan mengunakan itu kamu bisa lebih mudah saat melewati kota manusia"
"Aku memang sangat membutuhkan cincin ini, aku berterima kasih karena telah memberikan ini kepadaku"
Kepala desa tersenyum dan kami pun krmbali gobrol lagi, pesta pun berakhir sampai laurut malam kemuaian kami betistirahat dan akau tingal sementara di ruang kamar yang disediakan oleh kepala desa.
Keesokan paginya aku pun berpamitan. Aku melihat gadis kecil itu menagis saat tau kami akan berpisah.Dan kemudian tiba-tiba wanita disebelah gadis kecil itu menghampiriku kemudian memelukku. aku yang binggung hanya bisa berdiam diri kaku tak bergerak, wanita itu pun berkata.
"Aku tau dunia ini kejam dan banyak orang yang jahat tapi masih ada banyak juga yang menyayangimu maka dari itu janganlah menyerah"
Aku pun menagis saat itu juga, menagis didalam pelukanya yang hangat dan membuatku merasa aman, mungkinkan ini yang dinamakan seorang Ibu.
[Ring of Ilusion]
__ADS_1
~penguna yang memakai dapat melakukan perubahan bentuk dan menyembunyikan aura kekuatan penguna~