Legenda Xie Fengtian

Legenda Xie Fengtian
Kota Yuan


__ADS_3

Setelah berdiam diri dipuncak gunung selama beberapa hari untuk menyempurnakan kekuatannya, Xie Fengtian berniat untuk pergi.


Kota Yuan, masih berada dikekaisaran Ming adalah tujuan Xie Fengtian saat ini. Jika tidak salah disana ada salah satu harta berharga didunia ini.


Xie Fengtian pernah melawan pemegang harta itu dicerita aslinya, dia kesulitan melawan orang itu meskipun berada pada Tahap yang lebih tinggi.


Itu karena Harta yang orang itu Miliki, meskipun pada akhirnya Xie Fengtian berhasil menang. Harta Milik orang itu Xie Fengtian berikan kepada Zhu Xiqiu sebagai hadiah.


Benar benar Naif.... Itu adalah Harta yang bahkan membuat dirinya kesulitan tapi dia memberikannya kepada orang lain. Mungkin cinta Xie Fengtian sudah berada pada tahap yang sangat berbeda.


Zhu Xiqiu memakai Harta itu ketika bertarung, dan benda itu memperkuat dirinya saat itu.


Lin Fen, Itu adalah nama orang yang memiliki Harta itu. Tapi saat ini mungkin dia belum memiliki harta itu atau belum diakui.


Xie Fengtian juga ingin melihat Lin Fen saat masih Remaja, dia hanya 2 Tahun lebih tua daripada Xie Fengtian.


Itu jika dia bisa melihatnya nanti...


Saat bertemu dengan Xie Fengtian, Lin Fen sudah berusia 24 tahun. Saat ini dia masih 18 tahun, Xie Fengtian ingin melihat bagaimana Lin Fen yang bisa membuatnya kesulitan saat ini.


Jarak antara Ibukota Ming dan Kota Yuan Lumayan jauh, mungkin beberapa hari jika hanya menggunakan kuda. Karena itu Xie Fengtian terbang agar waktu untuk sampai lebih cepat, Mungkin 1 Hari.


Setiap Kultivator Tahap Langit dan diatasnya dapat Terbang, terbang juga membutuhkan Energi Azer jadi seorang Kultivator hanya terbang dalam keadaan tertentu.


Ya.... Ada juga yang selalu saja terbang saat pergi kemanapun, mungkin dia ingin sombong atau dia ingin cepat.


.....


Xie Fengtian sudah mencapai kota Yuan, lebih tepatnya dia berada diluar Kota. Dia tidak mendarat didalam kota tapi diluar kota.


Kota Yuan lebih kecil daripada Ibukota Ming, Kota Yuan juga dikelilingi Tembok besar dan harus melewati gerbang dan penjaga jika ingin masuk Kota.


Sama seperti Ibukota Ming, dia juga saat itu diperiksa. Tentu saja Xie Fengtian berhasil masuk tanpa kendala.


Xie Fengtian memakai pakaian panjang serba putih dengan corak awan, dia tidak memakai jubahnya.


Dia sampai didepan 2 orang penjaga gerbang yang menatapnya dengan mata penuh kebencian, mereka Iri.


Penampilan Xie Fengtian bisa dibilang sempurna, jika dibandingkan dengan mereka layaknya langit dan bumi.


2 orang penjaga itu memakai seragamnya yang terbuat dari besi, jadi hanya terlihat wajah mereka saja.


"Apakah kau orang baru?" Ucap Sinis salah satu penjaga.

__ADS_1


".... Ya, Ada apa?" Balas santai Xie Fengtian yang membuat 2 penjaga itu agak marah.


Balasan itu memang biasa bagi Xie Fengtian tapi bagi 2 penjaga itu perkataan Xie Fengtian begitu dingin.


"Kalau begitu kau harus bayar biaya masuk!" Ucap penjaga yang lainnya dengan nada agak tinggi.


Xie Fengtian memang tidak suka dengan 2 penjaga yang bersikap sombong didepannya ini, tapi dia menahan diri untuk tidak menghajar mereka. Jika dia melakukan itu akan membuatnya menambah masalah.


Ya, jika dia adalah Xie Fengtian yang asli atau tidak memiliki ingatan seseorang yang pernah membaca Novel, Xie Fengtian pasti langsung membunuh 2 penjaga ini.


Yang bersikap sombong kepada Xie Fengtian saat ini bahkan hanya berada pada tahap Emas Level 3.


Xie Fengtian mengambil 2 koin emas dari sakunya dan memberikan 2 koin itu kepada 2 penjaga. 2 penjaga itu senang menerima Koin emas itu, itu setara dengan upah mereka selama beberapa bulan.


2 penjaga itu saling menatap, keserakahan sudah mulai mengendalikan mereka. Jika sudah seperti ini maka 2 koin emas tidaklah cukup.


"Masih Kurang.... Tambahkan beberapa lagi" Ucap Salah satu penjaga dengan senyum Sinis begitu juga penjaga yang lainnya.


Bukan Koin emas yang mereka dapat tapi hawa yang dingin, itu berasal dari Xie Fengtian yang sudah kesal. Xie Fengtian kesal karena 2 penjaga ini tidak tahu diri dan memperlambat dirinya untuk masuk kedalam Kota.


2 penjaga itu membeku, tidak bisa bergerak karena hawa dingin yang dikeluarkan Xie Fengtian, mereka bahkan tidak bisa berkeringat karena Keringat itu membeku kemudian menghilang.


Tidak ada satupun orang yang melihat ini, karena disana hanya ada Xie Fengtian bersama dengan 2 penjaga itu.


"Jangan Melewati Batas" Ucap dingin Xie Fengtian yang membuat 2 penjaga itu semakin merinding.


"... Si-siapa dia?"


"Entahlah.... Kekuatannya tidak bisa aku tebak"


"Beruntung dia tidak membunuh Kita.... Kejadian ini apakah harus kita laporkan kepada Tuan Kota?"


"Tentu Saja..."


.....


Kota Yuan lebih sepi jika dibandingkan dengan Ibukota Ming, penduduknya juga tentu saja lebih sedikit.


Xie Fengtian mencari sebuah penginapan karena saat ini hari sudah mulai gelap, dia akan mencari tahu tentang tujuannya besok.


Dia menemukan sebuah penginapan yang menurutnya bagus, dia masuk kedalam penginapan itu dan langsung menuju tempat Resepsionis.


"Ada yang bisa aku bantu?" Ucap Sopan Resepsionis Wanita itu.

__ADS_1


"Aku ingin memesan kamar selama 2 hari" Ucap Xie Fengtian.


"Baiklah... Semuanya 200 Koin Perak" Balas Resepsionis itu.


Xie Fengtian memberikan 1 Koin emas, dan mengatakan jika sisanya untuk Resepsionis itu yang menjadi sangat senang.


1 Koin emas setara dengan 1000 Koin Perak, jadi Resepsionis itu mendapatkan 800 Koin perak yang setara dengan upah beberapa bulan.


Setelah mengucapkan terima kasih dia memberikan sebuah kunci Kamar, Xie Fengtian mendapatkan kamar dilantai 2.


Beberapa saat kemudian Xie Fengtian berada dikamarnya, tidak ada yang mengganggunya saat ini. Karena itu juga dia beristirahat dikamar itu.


.......


Disebuah ruangan terlihat seorang pria yang sibuk dengan kertas kertas dimejanya, pria itu terlihat berusia 40 tahun lebih.


Tok Tok Tok.


Sebuah ketukan terdengar yang membuat Pria itu tersadar dari pikirannya.


"Masuk" Ucap Pria itu yang masih sibuk membaca kertas kertas yang menumpuk tersebut.


Kemudian seorang pria yang lebih muda daripada dirinya masuk kedalam ruangan itu, dia menatap pria yang sedang bertugas itu dengan tatapan Hormat.


"Tuan kota ada yang ingin aku sampaikan" Ucap pria berbadan kekar dengan rambut coklat tua, dia berbicara dengan sopan kepada Tuan kota.


"Ada Apa?" Tanya Tuan Kota tanpa memperhatikan pria itu.


"2 Penjaga kota memberikan laporan jika ada anak muda dengan kekuatan yang tidak wajar... Mungkin anak muda itu berada ditahapan Bumi" Ucap Pria itu, ucapannya itu membuat tuan kota berhenti melakukan pekerjaannya.


Lin Wen, Tuan kota saat ini dan kepala keluarga Lin. Saat ini dia berada di tahap Langit Level 5 dan menjadi yang terkuat dikota ini.


Dari Laporan bawahannya saat ini usia pemuda yang dikatakan memiliki kekuatan Tahap Bumi lebih muda dari anaknya, Lin Fen.


"Bawa dia..... Kita harus membuatnya berada dipihak kita" Ucap Lin Wen dengan sangat serius.


Memiliki Pemuda yang kuat tapi masih bisa dikendalikan sangatlah penting bagi Keluarga Lin. Dan ini juga bisa menjadi investasi untuk masa depan keluarga Lin.


Yang salah dari Lin Wei adalah dia langsung keintinya, dia tidak mencari tahu identitas Pemuda itu terlebih dahulu.


"Baik!" Ucap pria itu, kemudian dia pergi dari ruangan.


Diruangan itu hanya tersisa Lin Wen, yang tersenyum Sinis.

__ADS_1


"Dia harus menjadi Milik Keluarga Lin, Jika tidak bisa dengan cara baik baik terpaksa aku harus memakai itu" Ucap Lin Wen sambil tersenyum Sinis sambil tertawa kecil.


Dia yakin jika dengan cara itu dia bisa membuat Pemuda itu berada dibawah kendali dirinya.


__ADS_2