
Hai !! lanjut lagi ya ceritanya heheh . Jangan lupa kasih dukungan buat Chapterku ini ya teman-teman. 💜
Happy Reading ~
Brukkk !!
Seorang siswa meletakkan tumpukan buku diatas meja guru. Sebelum melangkah untuk meninggalkan kelas tersebut siswa itu sempat menoleh kearah bangku Chisya yang sedang menatapnya, namun hanya beberapa detik mereka menatap satu sama lain, siswa laki-laki itu langsung memutus pandangannya dari Chisya dan langsung pergi meninggalkan kelas itu dengan muka datarnya. Chisya hanya mengedikkan bahunya acuh, namun ia teringat akan wajah siswa yang tadi masuk ke kelasnya. Ya, siswa laki-laki yang menabraknya dilorong sekolah pada hari itu, siswa yang memiliki senyum yang membuat Chisya terpana bahkan merasakan getaran cinta pada saat pertama kali melihatnya.
" Itu dia ", batin chisya.
Krrriingggg...
Tanda sudah habisnya jam istirahat, seluruh siswa memasuki ruangan kelasnya masing-masing. Liliana dan kedua temannya memasuki ruang kelas dan langsung mendudukkan diri dibangku masing-masing.
" Chis, kamu udah sarapan kan? " liliana menatap chisya yang sedang mengeluarkan buku dan alat tulisnya.
" Udah kok, tuh bekalnya udah kosong hehehe " jawab chisya sambil melirik bekalnya yang berada dilaci meja.
" Hehe syukur deh. kamu tau gak, tadi kami hampir aja gak sarapan karna dikantin rame banget chis, ngantrinya lama lagi. Tapi untung bisa kebagian. Terpaksa kami makannya cepet-cepet deh, takut keburu bel bunyi. " Keluh Liliana kepada chisya disampingnya.
" Emang kayak gitu tiap hari ya? jadi susah dong buat makan "
" enggak juga sih chis. Biasanya juga gak sepadat itu orang yang kekantin, mungkin karna hari ini banyak yang gak bawa bekal trus rame juga kelas yang lagi olahraga, makanya mereka pada kekantin semua. "
Chisya hanya mengangguk paham atas apa yang disampaikan liliana.
Obrolan mereka pun terhenti karena guru yang mengajar pada jam ini sudah memasuki ruang kelas mereka.
Skip!
Saat ini chisya sedang merapikan buku dan alat tulisnya untuk dimasukkan kedalam tas, karena semua pembelajaran hari ini telah selesai dan sudah waktunya untuk pulang.
" Chis pulang bareng siapa ? "
" Dijemput supir kayanya li "
" yaudah kita bareng aja yuk ke parkiran"
" Emang kamu pulang bareng siapa li ? "
" Aku dijemput abangku, kayanya dia udah nungguin diluar deh. "
Chisya mengangguk dan mengikuti liliana keluar kelas. namun sebelum benar-benar keluar, langkah mereka terhenti ketika mendengar teriakan dari belakang.
" Heiii kalian berdua tungguin kita donggg " teriak Nini yang sedang melangkah sedikit berlaki kearah chisya dan Liliana.
" Tau nih, main tinggal aja. Kita kan mau bareng juga. kalian mah jahat banget ihhh " Ucap Rosiea sambil memproutkan bibirnya.
" Eh maaf ya kelupaan, kirain udah gak ada orang tadi " Ucap Liliana sambil tertawa.
Akhirnya mereka berempat meninggalkan kelas.
Setelah sampai di parkiran sekolah,
" Kalian pulang bareng siapa? " tanya chisya menunjuk kedua temannya nini dan rosiea.
__ADS_1
" Aku juga dijemput sama sopir, Tapi kalo dia ini pulang bareng ayangnya tuh "
jawab rosiea sambil menunjuk salah satu siswa yang berjalan kearah mereka sambil membawa helmnya.
Nini hanya tersenyum malu-malu mendengar ucapan Rosiea.
Pacar Nini, anak kelas 12 IPA namanya Kai. Siswa tampan yang termasuk kedalam Most Wanted disekolah.
Nini sungguh beruntung bisa mendapatkannya.
" Haii semua, Pinjem Nininya dulu ya, mau diajak pulang bareng "
" Noh, bawa aja kak. Kalo perlu gak usah dibalikin." Liliana mendorong pelan Nini yang berada disampingnya ke arah Kai .
" Uumm, Guys kalo gitu aku duluan ya, kalian kalo udah dijemput hati-hati ya dijalannya. " Nini melambaikan tangannya kepada teman-temannya sambil menggandeng lengan sang pacar.
Ketika sedang duduk di kursi dekat parkiran sambil menunggu jemputan, didepan mereka lewat rombongan siswa bermotor sport, mereka terkagum-kagum melihat siswa-siswa tampan yang sedang berhenti tepat didepan mereka yang sedang duduk.
" Eh gimana, jadikan ntar sore? " Tanya salah satu siswa sambil membuka helmnya.
" Jadi dong, di Cafe biasa kan bro ? "
Semuanya mengangguk setuju.
Ketiga siswi yang sedang memperhatikan para siswa tersebut terkagum-kagum melihat ketampanan para cowo disana. Memang tidak usah diragukan kali " Geng The Victor " memang diisi dengan para laki-laki yang berparas tampan.
" Ganteng-ganteng banget ya mereka "
" Iya ganteng, banget gila " Rosiea mengangguki ucapan Liliana.
Kedua temannya menatap cengo kearah chisya.
" Aduh chis, siapa sih yang nggak mengenal " Geng The Victor " Bahkan seluruh antek-antek sekolah mengenal mereka. Mereka ini memang geng motor, tapi mereka gak nakal-nakal kek geng motor kebanyakan kok. Bahkan mereka juga termasuk siswa berprestasi disekolah ini. " Jelas liliana.
" Bener chis. tuh yang pake motor putih, namanya kak Jimy dia itu anggota basket disekolah ini, yah meskipun gak juara kelas sih tapi dia tetap masuk sepuluh besar kok. Dia juga anggota OSIS disekolah ini. "
" Kalo yang pake motor warna hitam itu namanya kak Juna, dia ganteng banget kan. senyumnya itu loh yang bikin gak tahan. dia itu pinter dikelas, juara 2 kalo gak salah. dia anggota basket juga itu, sering ikut Olimpiade fisika juga. pokoknya perfect deh. " tutur Liliana.
Chisya hanya mendengarkan penjelasan dari temannya seraya mengangguk paham.
" Nah kalo yang pake motor merah itu namanya kak Vierro Chis. Dia ganteng banget sumpah, mukanya kek keturunan dewa-dewa yunani gitu kan, liat tuh. Dia tuh paling pintar diantara temanmya yang sekelas sama dia. dia juara satu bertahan dikelas. By the way dia itu ketua tim basket disekolah kita ini. "
" Kalo yang pake motor hijau itu namanya kak Agus, dibelakangnya kak Jey trus yang pake motor silver itu kak Jin sama kak RM, mereka beda kelas sama kak Jimy, kak Juna dan Kak Vierro. Mereka anak 12 IPA 3 " rosiea menjelaskan.
" Tapi ya kak Vierro ini dia tuh dingin banget orangnya. banyak cewe" di sekolah ini pengen dekatin dia, tapi berujung sia-sia. "
" Kayanya belum ada deh sejarahnya dia deket sama cewe disekolah ini, tapi gak tau deh kalo diluar sekolah " Liliana menyetujui ucapan rosiea.
" Bener banget, mukanya datar banget kalo ketemu sama cewe, sama temennya aja juga kaya gitu apalagi sama orang yang gak dia kenal. " tambah liliana.
" Jadi namanya Vierro, " Gumam Chisya sambil tersenyum memandang Vierro disana.
" Emang kenapa, kamu suka ya sama kak Vierro? " Liliana menggoda chisya sambil mencolek dagunya.
" E-eh enggak kok. gak mungkin juga kak Vierro mau sama aku yang kek gini " lirih Chisya sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
" Apanya yang gak mau, kamu itu cantik chisya. aku aja ya kalo jadi cowo pasti aku udah nembak kamu sumpah deh. "
" Ya kan kalian sendiri yang bilang kalo Kak Vierro gak pernah mau deket sama cewe "
" Ya kan kita gak tau kedepannya kayak gimana, kali aja dia kecantol sama kamu, ya kan li ? "
" Bener tu chis apa yang dibilang sama kembang, Lagian ya Chis kamu itu Udah cantik, baik, pinter lagi pokonya gak aneh-aneh deh cewenya siapa sih yang gak mau sama kamu chis. Tuh ketua kelas kita aja mau deketin kamu, pake minta nomor telpon kamu tadi " Liliana menambahkan.
" Hehe, udah ah ngapain jadi bahas begituan sih kita. Tuh sopir aku udah jemput, aku duluan gak papa? " tanya chisya memastikan.
" Iya gak papa chis aku juga udah dijemput tuh, tapi nungguin abangnya lili dulu nih bentar lagi nyampe. kamu dulan aja, aku udah kirim pesan kesupir aku tu hyang disana buat nunggu bentar. " jawab rosiea.
" Yaudah aku duluan ya guys. bye! "
" Bye! Hati-hati " jawab lili dan rosiea bersamaan.
" Nah pucuk dicinta bang bambam pun tiba, emang the best sih abangku yang satu ini, ya udah yuk kita pulang "
Mereka pun pulang kerumahnya masing-masing .
See you! Shin~
...TBC...
Visual:
...Vierro Argatama Viel...
...Kai Renaldian...
...Arka Juna ...
...Jimy Andrean Fahriz...
...Agustian Pradana...
...Jiniel Billyansyah...
...Ragana Mordan ...
__ADS_1
...Jey Herian Perdana...