
Sore hari disebuah Cafetaria saat ini sedang berkumpul para anak laki-laki, ya " Geng the Victor ". Mereka sedang memesan makanan dan minuman sambil bercerita seputar pertandingan basket yang akan diadakan minggu depan.
" Eh lo pesan apa bro? " tanya Jimy si bantet kepada Agus. Sebenarnya Jimy itu tinggi, namun karena teman-teman di geng nya ini lebih tinggi ketimbang dirinya, makanya ia disebut bantet oleh teman"nya.
" Gua pesan kopi aja deh, ngantuk nih " Jawab Agus si paling suka tidur.
" Kalian udah pesan semua? " tanya Jimy memastikan.
" Udah kita semua udah pesan duluan noh, tinggal nunggu pesanan sampai aja " jawab Jin yang sedang sibuk memainkan Ponselnya.
" Makanya, kalo jadi orang tuh onlime dikit ngapa. Nih janjian jam 4 datangnya jam 5, udah kaya cewe lu . LAMA ! " Kesal RM.
Sementara yang lain hanya mengangguk menyetujui apa yang dibilang RM.
" Eh jadi gimana nih strategi kita ntar buat tanding basket? " Kai sang anggota basket bertanya.
Kai juga termasuk dalam geng the Victor, namun pada saat pulang sekolah dia tidak bersama temannya, karena harus mengantar Nini, sang pujaan hati.
" Noh tanyain tu ke Ketua kita yang tadi cuma diem doang " Jey menjawab sambil menunjuk kearah Vierro.
" Udahlah, gak perlu nyusun" strategi segala disini. Kita mah udah jago . Ntar di ring juga strateginya tersusun sendiri ya nggak " Jin Menimpali .
" Bener tuh, anak SMA Garuda mau dilawan " sombong Jimy.
__ADS_1
" Sombong banget lu Jim " Akhirnya Vierro sang ketua membuka suara.
" Bukan sombong bro, tapi ini fakta yang harus diketahui oleh seluruh dunia. " jelas Jimy sambil mengangkat kedua tangannya ke udara seolah membentuk lingkaran dunia.
Semuanya hanya terkekeh melihat kelakuan Jimy.
Sementara, disisi lain
Chisya sedang melakukan obrolan dengan ketiga temannya melalui panggilan video. mereka sedang membahas PR Fisika yang diberikan Pak Yono si guru Killer.
" Eh gimana kaloan udah selesai PR nya? susah banget gila " keluh Nini.
" Ehm Aku tinggal nomor 7 sama 12 sih. Rumusnya gak inget caranya " jawab Chisya.
Sea itu nama panggilan Roseia, karena terlalu ribet, mereka akhirnya memanggilnya dengan sebutan sea. begitu juga dengan Liliana, mereka memanggilnya dengan sebutan Lili. biar simpel katanya.
" Aku liat kalian aja deh ya, hehe. tapi gak semua kok. aku udah ngerjain 10 soal, jadi tinggal 5 yang belum ." jelas rosiea.
" Guys, kalian tenang aja. Serahin aja semuanya ke aku. " sombong Liliana.
" Emang kamu udah siap semua li ? " Nini memastikan.
" Ya belum. ini lagi usaha minta tolong ke kak Juna, sekalian modus Pdkt ya kan. " ucap lili sambil menaikturunkan kedua alisnya.
__ADS_1
" Alah pantasan dia santai-santai aja dari tadi. " Sahut Rosiea.
" Eh btw gimana caranya kamu minta tolong ke kak Juna, trus emang dia mau bantu kamu? dia kan 11 12 sama kak Vierro dingin kek kulkas " Tanya Nini kepada Liliana.
" Ya usaha dong. kan minta ajarin cara kerja rumusnya doang, bukan minta cariin jawabannya. Kalian harusnya dukung aku kasih semangat gitu, jangan bikin down. " kesal Liliana.
" Ya trus gimana caranya kamu minta tolong ke kak Juna? " Rosiea menimpali.
" Aku udah dapet nomor wa kak Juna dari Rio!!! " pekik liliana kegirangan.
Nini dan rosiea hanya memutar bola matanya malas. Begini lah liliana, kalo suka sama cowo emang gak gengsi buat lakuin apapun biar apa yang menjadi tujuannya itu tercapai.
" Aku bakal chat kak Juna guys. Pokonya kalian tenang aja. tugas kita bakal selesai kok. tadi kan Chisya bilang tinggal 2 soal. nah itukan gak banyak. pasti kak Juna mau bantuin aku." Liliana meyakinkan teman"nya.
" Iya deh. lagian mapel Fisika jam terakhir kan besok, jadi masih bisa lah kita kerjainnya dikelas. " sahut Rosiea yang diangguki oleh Chisya dan Nini.
Merekapun melanjutkan obrolan mereka lewat panggilan video tersebut dengan bercerita satu sama lain.
Haii guys, jangan lupa buat vote dan coment ya dilapak aku. Semoga kalian suka dan tetap stay buat nungguin Chapter selanjutnya. 🤗💜
Seeyou! Shin~
...TBC...
__ADS_1