
Setelah menghadapi kegelapan dan melindungi dunia fantasi, Lexia dan Amos merasa semakin kuat dan penuh keyakinan. Namun, misteri tentang naga-naga legendaris dan tujuan sejati mereka masih tersisa. Untuk mendapatkan jawaban, mereka memutuskan untuk mencari Dragon Council, sebuah majelis yang terdiri dari naga-naga paling tua dan bijaksana di dunia fantasi.
Perjalanan menuju Dragon Council tidaklah mudah. Mereka harus melewati gurun yang tandus, gunung-gunung yang membahayakan, dan lautan yang dalam. Tetapi dengan semangat tak kenal menyerah, Lexia dan Amos terus maju.
Setelah perjalanan yang panjang dan melelahkan, mereka akhirnya tiba di tepi Pegunungan Tandus, tempat Dragon Council diyakini berkumpul. Mereka merasa takjub saat melihat formasi batu raksasa yang menjulang tinggi, dan di puncaknya, terdapat sebuah gua besar di mana majelis naga akan diadakan.
Lexia dan Amos berdua berjalan dengan penuh rasa hormat menuju gua tersebut. Mereka bertemu dengan Delmira, naga tua dan bijaksana yang bertugas sebagai penjaga Dragon Council. Delmira menilai Lexia dan Amos dengan cermat sebelum akhirnya memutuskan untuk memperbolehkan mereka masuk.
Mereka masuk ke dalam gua, dan di sana, mereka melihat beberapa naga lainnya yang terlihat sangat tua dan bijaksana. Ada naga api yang gagah, naga air yang tenang, naga angin yang lincah, dan naga bumi yang kuat. Mereka semua duduk di sekitar meja besar, siap untuk memulai majelis.
Ketua Dragon Council adalah naga bernama Drakon, yang memiliki kebijaksanaan dan pengalaman yang tak tertandingi. Dia menatap Lexia dan Amos dengan tatapan yang tajam.
"Kami telah menantikan kedatanganmu, Lexia dan Amos," ucap Drakon dengan suara menggelegar. "Kalian berdua adalah harapan terakhir dunia fantasi untuk menjaga keseimbangan dan kedamaian."
__ADS_1
Lexia dan Amos merasa terhormat karena diterima oleh Dragon Council. Mereka menceritakan tentang petualangan mereka, menghadapi bahaya, dan pertempuran melawan kekuatan jahat yang telah mereka alami.
Drakon menatap mereka dengan tatapan yang bijaksana. "Kalian berdua telah menunjukkan keberanian, kebijaksanaan, dan kekuatan sejati yang ada dalam diri kalian. Tetapi perjalanan kalian belum berakhir. Masih ada tugas besar yang harus kalian lakukan."
Drakon menjelaskan tentang Prophecy of Unity, ramalan kuno yang menyatakan bahwa kekuatan sejati naga terkuat akan menyatukan diri dalam keadaan terdesak dan menghadapi kekuatan jahat yang akan mencoba menguasai dunia fantasi.
Lexia dan Amos menyadari bahwa mereka berdua adalah bagian dari ramalan tersebut. Mereka adalah representasi dari lima unsur - api, air, angin, bumi, dan keberanian - yang harus bersatu untuk melawan kegelapan.
Drakon melanjutkan, "Kalian harus mencari lima artefak kuno yang mewakili setiap unsur. Hanya dengan menyatukan kekuatan dari artefak-arte-fak itu, kalian dapat mencapai kekuatan sejati untuk melindungi dunia fantasi dari kehancuran."
Majelis Dragon Council memberi restu mereka dan memberikan dukungan dalam perjalanan mereka. Mereka memberikan petunjuk dan bimbingan tentang di mana mereka harus mencari artefak-arte-fak itu.
Dengan hati yang penuh semangat, Lexia dan Amos berangkat dalam misi baru mereka. Mereka mengembara dari tempat satu ke tempat lain, melewati hutan yang misterius, gua-gua yang gelap, dan pulau-pulau terpencil.
__ADS_1
Selama perjalanan mereka, mereka bertemu dengan makhluk-makhluk ajaib yang memberi bantuan dan menghadapi tantangan yang menakutkan. Mereka belajar tentang kekuatan sejati mereka dan mengatasi cobaan yang menguji ketabahan dan persahabatan mereka.
Setelah melewati berbagai cobaan, mereka berhasil menemukan empat dari lima artefak kuno yang mewakili unsur api, air, angin, dan bumi. Tetapi yang terakhir, artefak yang mewakili keberanian, masih belum mereka temukan.
Tiba-tiba, saat mereka berada di hutan yang tebal, mereka disergap oleh pasukan kegelapan yang dipimpin oleh Astra, yang ternyata masih hidup dan bersekutu dengan Malachai.
Pertempuran besar pecah, dan Lexia dan Amos harus menghadapi Astra dan pasukannya. Mereka menggunakan kekuatan sejati mereka dan keberanian untuk melawan pasukan kegelapan tersebut.
Tetapi ketika pertempuran mencapai puncaknya, mereka dihadapkan pada pilihan yang sulit. Mereka menyadari bahwa Astra hanya menjadi alat dari kekuatan jahat yang lebih besar.
Amos berbicara dengan tegas, "Astra, hentikan ini! Kau tidak harus menjadi alat kehancuran."
Astra ragu sejenak, tetapi kemudian dia menyadari kebenaran dalam perkataan Amos. Dia memutuskan untuk berbalik dan membantu Lexia dan Amos dalam melawan Malachai.
__ADS_1
Dengan kekuatan bersama, mereka berhasil mengalahkan pasukan kegelapan dan mengusir Malachai dari dunia fantasi. Astra menyesali tindakannya dan bersumpah untuk mengubah nasibnya dan menjadi pahlawan yang sejati.