
Tepat ditengah rapat OSIS terjadi, FaiFai merasakan adanya hawa pembunuh yang akan segera datang menuju tempat rapat terjadi. Tepat setelah FaiFai memberitahukannya kepada LingLing, tiba\-tiba seorang pria bertopeng serigala muncul dan melemparkan petasan dengan cat semprot berwarna yang mereka sebut sebagai bom warna. Semua anggota OSIS yang ada di ruangan tersebut panik dan berlarian keluar dengan pakaian yang sudah dipenuhing dengan cat warna. Namun sebaliknya dengan LingLing dan FaiFai, mereka justru melompat keluar jendela dan mengejar pria bertopeng yang sudah mengacau tersebut. Beberapa saat kemudian, LingLing dan FaiFai memergoki si pengacau yang sedang merayakan kemenangannya bersama teman\-temannya.
__ADS_1
Mereka berdua kemudian muncul dengan ekspresi marah. Para nggota dan teman\-temmannya segera bubar dan pergi menyelamatkan diri dari anggota OSIS dan PKS yang sudah mengincar mereka. Namun tak seorangpun memperdulikan mereka, para anggota OSIS dan PKS hanya mengincar si pria bertopeng. Dicap sebagai pengacau, seluruh anggota OSIS dan PKS yang ahli beladiri segera menangkap dan mengikat pria bertopeng itu. Merasa terbodohi, LingLing dan FaiFai langsung menyerangnya saat sedang terikat dan berpura\-pura lemah. Pria tersebut segera menghindar dan tertawa dengan sikap Ketua Osis dan Wakil Ketua Osis yang tidak mudah dibosohi. Perkelahian pun terjadi, namun tak seorangpun dari anggota OSIS dan PKS yangberhasil menyentuhnya. Aura membunuh mulai muncul disekitar pria bertopeng tersebut, namun yang menyadari hal tersebut hanya LingLing dan FaiFai, mereka bertarung dengan seluruh kemampuan mereka namun tak ada dari mereka yang berhasil melukai pria bertopeng itu. faiFai merasa curiga dengan kemampuan yang dimilikinya dan langsung meneriakinya dengan sebutan “Kakak” namun pria tersebut hanya tertawa dan mengatakan “Siapa kakak yang kau sebut itu,hah…? Oh mungkin Fang yang sudah mati dimakan serigala diatas bukit itu, ya…?” setelah mendengarkan hal tersebut, FaiFai menangis sambil memeluk LingLing yang sedang merasa kasian dengan sikapnya.
__ADS_1
Satu jam kemudian tepatnya setelah pria bertopeng serigala tersebut menceritakan sebagian kebohongan mengenai kematian Feng, bertanya kepada LingLing, “LingLing, kenapa kamu ikut kemari bersama FaiFai?” LingLing menjawab dengan ragu\-ragu “Yah…Eem,,..Itu..Itu karena aku menyukai kakanya, em..tapi aku lebih mengkhawatirkan apa yang akan kau lakukan padanya kalau aku tidak ada disini, kau paham\-kan?” pria bertopeng menjawab dengan sedikit mengejek “Ohh.. aku mengerti… jadi kamu ingin menjadi kakanya juga?” FaiFai kemudian menyela “Ehh.. benarkah?” LingLing mengutarakan kebenarannya “Em…sebenarnya..ya.. aku ingin menjadi kakakmu karena kamu selalu bersedih setiapkali dia menyebut nama Feng!” pria bertopeng tersebut kemudian melepaskan topengnya sambil menggoda LingLing “Oh… bagaimana kalau kamu benar\-benar jadi kakanya saja?” LingLing yang wajahnya semakin memerah akibat pria bertopeng memeluknya dari belakang segera bertanya sambil berusaha melepaskan pelukan pria tersebut “Ap…Apa maksudmu?” Pria tersebut membisikkna sesuatu kepadanya “Long Feng… itulah namaku, aku adalah kakanya, dan yang terakhir jangan sampai kau memberitahukan ini padanya, kalau sampai kau memberitahukan ini padanya maka aku akan melakukan sesuatu yang biasanya dilakukan sepasang kekasih. Kamu mengerti kan?” kemudian wajah LingLing semakin memerah dan setelah itu, mereka berdua pergi dari tempat tersebut.
__ADS_1