
*Flashback
"Tolong jangan pergi, kasihan anak kalian masih kecil. Maafkanlah kesalahan anak saya jika selama menikah denganmu ia tak pernah bisa membahagiakanmu"
"Maaf saya tidak bisa pak, biar Reeva saya yang bawa, saya yang akan merawat dia sampai nanti besar"
Aku terbangun saat tiba-tiba dalam mimpiku berputar memori lama yang menyesakkan melihat kakek ku seakan berlutut kepada bunda untuk tidak meninggalkan ayahku. Memang tidak ada yang pernah tau bahwa saat kejadian itu aku mendengar semua pertengkaran ayah dan bundaku. Bahkan, saat kakek berlutut pun aku meyaksikan nya dengan jelas.
Reeva bangun nak, sudah jam 7. Bunda berangkat kerja dulu ya nanti kalau kamu mau pergi jangan lupa izin dulu sama nena ya. Suara bunda yang begitu berisik padahal kan hari ini hari sabtu, waktunya aku untuk bersantai. Tapi untung saja bunda membangunkan ku kalau tidak bisa-bisa aku kebablasan tidur seperti hari libur biasanya, padahal aku kan sudah janji dengan teman-teman sekolah ku yang kebetulan akan menjadi panitia perpisahan kakak kelasku.
Oiya, namaku Reeva aku adalah anak dari dua orang tua yang sudah berpisah dari umur ku 5 tahun dan sekarang aku sudah 16 tahun. Sesantai itu?? HEHE gak juga sih, cuma semakin aku dewasa, aku semakin mengerti mungkin kebahagian mereka dengan cara seperti itu. Kebahagiaanku? jangan ditanya!! But, it's oke gak masalah. Saat ini aku memang tinggal dirumah bunda yang di dalamnya ada adik-adik bunda yang tinggal di sana juga ada nenek yang biasa ku panggil Nena, dan kakek yang biasa ku panggil Aki. Aku sayang sama mereka semua karena mereka sudah menjagaku saat bunda kerja. Ayah? jangan di tanya aku sangat sayang dengan ayahku meskipun kita jarang bertemu. Oia satu hal yang harus kalian tau ayah dan bundaku sama-sama belum menikah lagi loh sampai sekarang, dan aku gak tau kenapa.
Kringgggg........
Aku bergegas menggambil ponselku yang ternyata panggilan dari ayah.
Hallo, Assalamualaikum ayah kenapa?? "tanyaku bersemangat"
De, main sini kerumah ayah, nanti ayah jemput mau? "tanya ayahku"
Maaf ayah, hari ini aku ada kegiatan di sekolah karena akan ada acara untuk perpisahan kakak kelas ku dan sepertinya akan sibuk untuk 2 Minggu kedepan. Nanti aku akan kabarin ayah dan minta jemput ya untuk menginap. Oia, jangan lupa ajak Leya juga untuk menginap biar rumahnya ramai pintaku pada ayah.
__ADS_1
Iya nak, nanti ayah telfon Leya ya untuk menemanimu. Leya adalah keponakan ayahku yang memang usianya satu tahun di bawahku.
Setelah menutup telfon dari ayah, aku langsung menuju ruang makan dan bertemu nena dan Aki yang memang lagi sarapan saat itu. Reeva kenapa ayah mu telfon?? mau kasih uang? " tanyanya
Huft aku diam saja, ya memang seperti itu nena danAki ku selalu menanyakan hal yang tidak aku suka, kadang aku berfikir mungkin ayah dan bundaku berpisah karena ini....
Enggak Aki, mau telfon aja emang gaboleh kan aku anaknya. Udah ah aku mau ke sekolah ada rapat untuk perpisahan kakak kelas ku nanti. Oia ada om Vano gak? mau minta anterin nih " tanyaku"
Tepat pukul 9 Reeva sampai di sekolah yang sudah dua tahun belakangan ini menemaninya belajar, di sana sudah ada teman-temanya Fani, Riri, Icha.
"Wey Peh lama banget si janjian jam 7, datang jam 9 kelamaan ngaretnya nih" ujar Fani
Fyi temen-temen sekolah gue pada panggil gue Ipeh, gapaplah biar lebih akrab. HEHE
Udah yuk, kita di tungguin kak Ezel dari tadi loh dia mau bahas tentang siapa-siapa aja yang perform nanti di perpisahan angkatanya "kata Riri"
Loh, kok kak Ezel sih dia kan yang punya acara ngapain dia ikutan ngurusin yang beginian, bukannya Bagas ya kemaren yang jadi panitianya."tanyaku"
Yeh Peh lo gak tau apa si Bagas bikin onar, jadi dia di ganti tuh sama pak Bambang. Katanya sih pak Bambang jadi gak percaya gitu sama angkatan kita, ya lo tau lah kenapa. Jadi dia balikin lagi tuh kepercayaan nya ke kak Ezel meskipun ini acaranya dia, tapi pak Bambang bilang dia tetep mau kak Ezel yang bimbing proses acaranya. Makanya punya group tuh dibaca jangan cuman asal scroll aja "jawab Riri"
Betullll !! "seru mereka bertiga"
__ADS_1
Idih kompak amat kaya paduan suara lo pada "jawabku sambil ngeluyur pergi"
Mereka ber-4 menuju ruangan dimana rapat akan segera dimulai.
Oke Assalamu'alaikum temen-temen saya akan mulai aja ya rapat mengenai perpisahan angkatan ke-10 SMA Bukit Mulya, selama rapat berlangsung semua siswa yang terlibat benar-benar memperhatikan apa yang disampaikan oleh kak Ezel sampai akhirnya rapat pun selesai dan kak Ezel menanyakan kepada semua siswa bagian mana saja yang mereka tidak pahami dipersilakan untuk bertanya, dan seperti pada umumnya semua siswa tidak ada uang menanyakan apapun terkait acara tersebut. Sampai akhirnya kak Ezel menutup rapat tersebut tak lupa dengan iringan doa agar semua yang telah di rencanakan berjalan dengan baik.
Setelah rapat sekolah selesai semua siswa keluar dari ruangan tersebut, tak terkecuali Reeva dan teman-temanya.
Reeva, tunggu!! " seru seseorang dibelakang Reeva dan teman-temannya"
Iya kak, ada apa? ternyata orang tersebut adalah Ezel Kaka kelas Reeva baik di SMP maupun SMA sekaligus ketua panitia dari acara yang melibatkan mereka.
Lo, mau langsung pulang? atau mau gabung dulu sama yang lain? kita mau pada nyari makan nih di kantin? "ujar Ezel"
Gak deh kak, lain kali aja ya. Gue mau balik sama temen-temen gue nih. Sampai ketemu nanti ya kak "balas Reeva dengan acuh"
Peh, lo jutek amat sama cowok. Jangan gitu dong lo kan udah gede emang gak mau apa punya pacar kaya orang-orang kita aja pengen loh Peh, yak kan guysss??" tanya Fani kepada Riri dan Icha"
Iya Peh, bener banget tuh kata Fani, lo jutek amat sama cowok. Bagas, Aryo, Kak Farel, bahkan Kak Ezel lo jutekin, jelas-jelas mereka semua kayaknya suka deh sama lo Peh "kata Riri sok tau"
Sok tau lo, cantik banget kali ah gue disukain empat orang begitu, lo kata gua Selena Gomez apa ya cakep bener " ucap Reeva tak menghiraukan ucapan teman-temannya"
__ADS_1
Udah yuk balik, suka-suka si Ipeh lah mau jutek sama cowok apa gak yang penting jangan keganjenan aja. HAHAHA " ucap Riri "
BETULLLLLLLL!!! "seru mereke ber-4"