
Ketika sudah sampai rumah, Reeva segera bergegas membersihkan dirinya. Setelah itu ia langsung rebahan di kasur dan untungnya tidak ada pr yang harus ia kerjakan. Ketika ia sedang asyik-asyik rebahan tiba-tiba Nena memanggilnya menyuruhnya untuk makan. Reeva yang sudah makan pun menolak untuk makan lagi tapi ia tetap turun untuk menyaksikan keluarganya makan malam.
Reeva, kamu gak makan? "tanya Aki"
Enggak Ki, aku baru aja makan makanya pulang telat "jawab Reeva"
Bunda belum pulang ya? "tanya Reeva pada semua orang yang ada di meja makan"
Belum, sebentar lagi juga pulang "kata Nena menyahut"
Mereka semua menikmati makanannya, tak terkecuali Reeva yang awalnya menolak akhirnya ikut makan juga meskipun cuma sayurnya saja. Setelah semua selesai makan, Reeva membantu membereskan bekas sisa makan ke dapur dan dia izin untuk kembali ke kamarnya.
Nena, aki aku ke kamar duluan ya "izinku"
Iya "jawab mereka bersamaan"
Dikamar, Reeva langsung mencari handphonenya karena sejak dari di kedai tadi ia memang belum membuka handphonenya lagi.
Mana ya Hp ku? "gumam Reeva sambil merogoh kantung kecil di dalam tasnya"
Nih dia, astagfirullah banyak banget WhatsApp pasti ubur-ubur squad nih "ucap Reeva ketika sudah menemukan benda yang di carinya"
Setelah menemukan Handphone nya, Reeva langsung membuka aplikasi WhatsApp dan ternyata benar dugaannya banyak sekali pesan dari group ubur-ubur squad dan ada juga pesan dari ka Ezel, Bagas, Aryo, bahkan kak Farel dan beberapa teman sekolahnya. Reeva pun membalas pesan itu satu persatu.
Rame banget ini whatsapp tumben "gumam Reeva"
Kak Ezel(OSIS) : Va, thanks for today ya:), lain kali ngobrol bareng lagi ya sekalian bahas tentang proposal tadi.
Reeva : Iya ka, thanks juga ya:) Siap hehe.
Kak Ezel(OSIS) : Lagi apa Va? hehehe
Apaan sih kak Ezel, jadi banyak nyambung "gumam Reeva"
Reeva pun menghiraukan pesan lanjutan dari Ezel dan membalas pesan yang lainnya.
Bagas IpA 1 : Peh, lo udah sampe?
Bagas IPA 1 : Peeeeeeh, lo udah sampe?
Bagas IPA 1 : Peh, ngobrol apa tadi sama Ezel?
Bagas IPA 1 : Peh, kalo sama Aryo tuh bocah gak ngapa-ngapain kan?
Reeva : SPAM! udah sampe dari tadi.
Reeva : Tentang proposal, Aryo udah pulang.
Bagas : Oh. Night Peh;)
Ih Bagas jijik "gumam Reeva sambil membuka room chat yang lain"
Aryo : peh😆
Kak Farel(OSIS) : Reeva, ngobrol apa aja sama Ezel? hehe
Andin IPS 2 : Peh, lo tadi bareng kak Ezel? kebenaran tadi gue liat. ciyee hehe
Reeva hanya membaca ketiga pesan berikut, tanpa berniat untuk membalasnya. Sekarang waktunya ia membuka group yang chatanya sudah ada seratus lebih itu dan isi pesannya lagi-lagi membicarakan dirinya.
Icha : Hello, It's me.
Icha : hellooow
__ADS_1
Riri : Test
Fani : Kak Ezel?
Riri : Gak ada oi
Riri : Adanya calonnya
Fani : calonnya kak Ezel?
Icha : Hadir
Icha : Gue kan maksudnya?
Riri : Hem....
Fani : Hem...
Apaan sih nih anak-anak baru baca segini aja udah bahas kak Ezel "gumam Reeva sembari scroll down pesan tersebut"
Icha : Gue rasa kak Ezel tadi mau nyatain cinta tuh
Fani : Bener banget, tapi tiba-tiba pasti si kutu kupret Bagas sama Aryo dateng.
Icha : Parah sih, kalo gagal gara-gara mereka.
Riri : Pasti gagal sih, wong mereka kan juga suka sama si Ipeh. HAHA
Icha : Suka bener deh Riri kalo ngomong:*
Riri : mwah:*
Fani : jijik!:*
Reeva yang menemukan chat seperti itu, tak tahan ingin segera membalas dengan umpatan-umpatan kecilnya.
Icha : Eh..
Fani : Ada..
Riri : Orangnya...
Riri : Kirain sedang memimpikan kak Ezel.
Fani : Bagas kali?
Fani : Aryo?
Reeva : Apaan sih, gak ada yang bener Aryo, Bagas, Kak Ezel ngarang Lo pada.
Icha : Oh salah ya? berarti kak Farel?
Riri : tul, betul.
Reeva : Please, tadi gue sama kak Ezel cuma bahas tentang proposal yang dikasih pak Bambang.
Fani : Lebih dari itu juga gakpapa kok Peh, sumpah.
Reeva : Gak, gue sama mereka cuma temen gak lebih. Gak ada nyata-nyataan cinta atau apalah yang kalian bilang.
Icha : Tapi Peh, jelas banget kali kalo mereka suka sama Lo. Kak Ezel sama Bagas si yang keliatan banget.
Fani : Tul..
Riri : Be..
__ADS_1
Icha : Siapapun pilihan Lo, kita dukung kok Peh. soalnya semuanya ganteng. Hahaha
Riri : Be
Reeva : Tul...
Fani : Ciye, betul haha
Icha : Ciye
Riri : Ciye.
Aduh parah tuh anak-anak pada, mereka masih aja mikir kak Ezel sama Bagas suka sama gue. padahal kita ngobrol juga karena ada perlu buat acara sekolah kali "gumam Reeva"
Reeva akhirnya menutup aplikasi WhatsApp dari handphonenya, dan ia segera membuka aplikasi Instagram miliknya. Namun ia tidak bisa fokus dengan hal tersebut, karena ia masih saja terus memikirkan perkataan teman-temannya bahwa kak Ezel dan Bagas suka dengannya.
Masa sih, kayaknya gak mungkin deh.
Tapi kalo bener gimana ya?
Apa gue siap pacaran?
Atau gue TTM aja?
Tapi, masa iya mereka suka gue?
Gila kali ya..
Takut banget berkomitmen dan ngelakuin kesalahan.
Ah tapi kan gue masih SMA, gak mungkin juga gue berkomitmen tinggi.
Tapi gue takut akan nyakitin hati mereka kalo gue jadi pacarnya. Gue takut kaya bunda.
Ah pede banget lo Peh, kayak mereka beneran suka aja sama Lo.
Pertanyaan-pertanyaa tadi tiba-tiba saja muncul dibenak Reeva, dan Reeva yang sadar akan hal itu segera tersadar dari lamunannya dan kembali ke alam sadar. Tak lama kemudian bundanya dari arah bawah berteriak-teriaka manggil namanya, katanya bunda bawa martabak telur kesukaan Reeva. Reeva yang mendengar hal itu langsung turun ke bawah dengan cepatnya.
Bun, mana martabaknya? "tanya Reeva tanpa berbasa-basi"
Tuh nak, dimeja "Jawab Bunda"
Eits, tapi keluar sebentar yuk va "ajak Bunda sambil merangkul Reeva"
Ngapain Bun, udah malem gini males ah "tolak Reeva"
Sebentar aja "Bujuk bunda"
Oke "Jawab Reeva"
Reeva melihat ada seorang laki-laki seusia ayahnya sedang duduk di kursi teras rumahnya.
Bim kenalin, anak aku Reeva "ucap bunda sambil menyentuh pundak om tersebut"
Hallo om, Reeva "jawabku tersenyum"
Bima "ucap pria kenalan bunda Reeva sambil tersenyum ke arah Reeva"
Udah Bun, aku keatas dulu ya "pamit Reeva langsung berlalu pergi tanpa menunggu jawaban bundanya"
Sesampainya di kamar, dada Reeva begitu sesak entah mengapa ia langsung kepikiran ayahnya yang selalu disebut-sebut punya kekasih padahal hari ini Reeva menyaksikan sendiri bahwa bundanya lah yang sudah memiliki teman pria.
Sesek banget gue liat bunda bawa cowok ke rumah gini, meskipun gue gak tau dia temen atau pacar bunda "gumam Reeva"
Gak tau ah, mending gue tidur aja "ucap Reeva sambil membaringkan dirinya bersiap untuk tidur"
__ADS_1
Malam itu tidur Reeva tidak senyenyak biasanya karena sepertinya banyak hal yang sedang dipikirkan oleh otaknya. Mulai dari kak Ezel dan Bagas yang katanya suka dengannya, sampai bunda yang hari ini membawa laki-laki ke rumah.
Sebenarnya Reeva bukannya tak setuju jika bunda atau ayahnya punya pendamping baru, ia hanya takut kejadian yang pernah menimpa ayah dan bundanya terjadi lagi dan itu bisa membuat keduanya sedih, terlebih Reeva sebagai anak.