
2 bulan kemudian
tok
tok
"permisi pak, ini ada titipan dari nyonya irene" ujar diandra sambil membawa sebuah amplop bewarna coklat yang ia tidak tau isinya
"apakah itu dari mom lagi???" serkas vano kesal, karna sudah bisa di pastikan isi amplop itu adalah foto" para gadis yang di rekomendasikan oleh sang ibu
flashback
seorang wanita paruh baya baru jeluar dari lift yang akan menuju keruangan ceo, tiba" ia berpapasan dengan diandra
"permisi"
"iya nyonya, ada yang bisa saya bantu?" ucap diandra sopan
"apakah vano ada di dalam?"
"ada nyonya, pak vano ada di dalam ruangannya"
"ahh.... baiklah, kalau begitu saya permisi, terimaksih"
__ADS_1
"yaa, sama" nyonya" ujar diandra yang langsung pergi dari hadapan wanita paruh baya itu
siapakah dia, gadis cantik, sopan itu, akan ku cari tau infonya dari ken nanti. batin wanita itu dangan senyum penuh arti
lalu ia masuk ke ruangan vano, yang mana membuat vano terkejut, bahwasannya yang vano tau mom nya itu masih di luar negri "mom??!,bagaimana kau bisa ada di sini?"
"apakah kau tidak senang kalau mom mu ini pulang" dengan memasang wajah cemberutnya
"bukan seperti itu, tapi kenapa tidak memberi tahuku"
"aku kesini ingin memberikan ini pada mu" memberikan foto" gadis ke hadapan vano "aku ingin kau segera menikah vano, aku iri dengan teman" ku yang sudah bisa menimang cucu" mereka, sedangkan aku hanya bisa melihatnya saja"iba sang ibu
"mom kau tau kan kalau aku belum mau menikah"elak vano
yaa vano dulu pernah menyukai seseorang yang bernama jesica tetapi di hari vano ingin melamar jesica, ia mendapat kabar bahwa jesika di luar negri selama ini dia disana telah menikah dan saat ia balik vano berencana ingin melamarnya jadi gagal. vano marah, dendam dan tidak mau membuka hatinya lagi, dan itu juga sebab vano dingin ke semua orang termasuk 'wanita'. akibatnya vano tak lagi mempercayai adanya cinta
"mom, cukup jangan membahasnya lagi aku sudah melupakannya"sarkas vano
"lau apa masalah muu, aku sudah memberikan mu kesempatan untuk mencari calon sendiri tapi tak ada hasilanya makanya aku menjodoh kan mu, kau pilih saja wanita" yg ada fotonya itu" geram irene
" aku tidak mau mom, mengertilah, aku lelah berdebat dengan mu, aku mau bekerja mom" pinta vano
"terserah kau saja" irene keluar dari ruangan vano dengan membanting pintu riangan vano
__ADS_1
irene keluar dari ruangan vano dengan mulut komat kamit, entah apa yang di sumpah serapah kannya
flashback off
vano mengusap wajahnya gusar sambil membuka amplop itu dan apa lagi ada foto" para gadis pilihan ibunya di sana
diandra yang melihat hal itu langsung prihatin "orang kaya memang begitu yaa" batin diandra
"permisi tuan, tiba" ken masuk ke ruangan vano sontak membuat dua makhluk yang ada di dalam melihat ke arahnya
" 1 jam lagi akan ada meeti di luar dengan inverstor dari amrik tuan, dan sekretaris diandra yang akan menemani" membacakan jadwal vano
"yaa, baik lah"
"nona diandra anda sudah mempersiapkan materi untuk meeting hari ini yang saya kirim kemarin kan"
"sudah pak ken, sebentar saya akan mengabilnya, lalu langsung pergi dengan tuan" ucap diandra sambil unduru diri dari ruangan tersebut
ken mengantarkan vano dan diandra sampai ke depan kantor, ken tidak bisa ikut karna ken harus mempersiapkan meeting dengan investor besar "ken biar aku bawa mobil sendirian"
"baik tuan, hati²"
Bersambung..
__ADS_1