
sedangkan di rumah sakit terpancar kebahagiaan dari wajah irene karna rencana perjodohannya berhasil
" mommy, apa yang sedang mommy rencanakan" tanya caca (kalo para readers lupa siapa caca baca dari prolog yaa)
" kenapa bertanya seperti itu?" irene menautkan kedua alisnya karna pertanyaan caca tersebut
" karna dari wajah mommy aku bisa tau kalau rencana yang mommy jalankan berhasil" ujar caca
" siapa yang tidak bahagia, sebentar lagi devano ku akan menikah dengan wanita pilihanku"
"apa maksud mommy" kali ini harry yang membuka suara (suami irene)
" vano menerima perjodohannya dengan diandra, wanita pilihanku" senyumnya
" Diandra yang kau ceritakan kepadaku waktu itu mom" tanya harry memastikan
" betul dad, diandra yg aku ceritakan kepada mu, apakau tidak setuju dengan perjodohan ini dad?" bertanya dengan lesu
" aku terserah padamu saja, karna ku yakin wanita pilihanmu itu pasti yang terbaik" jawab harry
" kenalkan juga pada ku mom, kenapa kalian tidak memberitahu" caca memang wajah yang di buat cemberut
" ohh baiklah nanti akam ku kenalkan pada mu" ujar irene dengan senyum penuh mistery
harru selalu mendukung keputusan irene karna irene tidak pernah salah langkah dalam menanggapi suatu hal, karna itu dia setuju" saja dengan keputusan irene
raut penuh bahagia menghiasi wajah orang" yang ada di dalam kamar rumah sakit itu, tetapi berbanding balik dengan seorang pria yang berada di cafe untuk mencurahkan keluh kesalnya kepada sahabatnya
" heii broo" menepuk pundak vano
" kapan lu nyampe sam"
__ADS_1
" kemaren, lu kenapa van, kek nya ada masalah berat"
" hhhhhh" membuang nafas kasar, jadi gini..."
vano menceritakan semua yang terjadi kepada sam tentang perjodohan yang di minta oleh irene, dan mereka berbincang bincang sampai vano lelah dan memutuskan untuk pulang
•
•
"SRIUSSS lu dii!!" kaget meymey dengan cerita dari diandra
" gua harus apa mey, ngeliat nyonya irene dengan wajah kek gitu gua merasa bersalah, gue harus apa" rengek diandra
"kalo masalah itu, gue nggak bisa kasih lu saran di, tapi apapun keputusan lu gua dukung dii, karna kalo jadi elu gua juga pusing" jelas meymey
"yaudah sekarang lo istirahat aja dulu, gua juga mau pulang soalnya udah tengan malem"
"kek sama siapa aja lo" tawa meymey
" oh iya mey, jangan cerita sama siapa" ya, soal ini" diandra mencekal tangan meymey yang hendak keluar
" iyaa di lo tenang aja, yaudah gih sono tidur dah malem"
"hemm, hati" mey"
"iya, byee"
"byee mey"
•
__ADS_1
•
ke esokan harinya meymey yang beru keluar dari bus langsung buru masuk ke dalam kantor dan ke ruangannya karna ia tidak mau bertemu dengan vano
tapi hal yang meymey harapkan langsung musnah karna ia berpapasan dengan vano. dengan langkah kaki seribu meymey berjalan supaya bisa lari dari vano
sesampainya diandra di ruangannya ia langsung mengerjakan pekerjaan nya supaya pikirinnya teralihkan
sudah saatnya makan siang diandra hendak keluar dari ruangnnya tiba" di panggi oleh ken untuk ke ruangan ceo
diamdra bertanya tanya kenapa ia di panggil, apakan ia akan membicarakan masalah itu, atau ia akan di pecat.
pikiran diandra melayang hingga ia tak sadar bahwa ia sudah sampai di depan ruangn ceo
tok"
tok"
masuk!!
diamdra segera masuk ketika mendengar suara dari dalam, hatinya semakin merdegup kencang
" aa calon mematuku sudah datang rupanya" suara irene
diandra membelalakan matanya karna ia melihat irene disana dan terdapat banyak jenis makana yang sudah siap di atas meja di ruangan itu
Bersambung......
**jangan lupa vote yaa para readers, karna vote kalian akan membuat othor semangat untuk nulisnya
** dan jangan lupa komen di bawah kalo author ada kesalahan kata atau kalimat, semoga karya author ini bisa membantu para readers yaa
__ADS_1