Love In Campus

Love In Campus
Bab 5


__ADS_3

Enjel berlari dan menuruni tangga tanpa sengaja bertabrakan dengan se orang pria.


“Auhhhc”.Enjel terjatuh dan lututnya sedikit berdarah mengenai tangga


“ Maaf lo nggakpapa kan “ ? tanya pria itu yang hendak  membantu Enjel untuk berdiri. namun tanganya di tepis dengan kasar oleh Kevin yang saat itu berlari ke arah mereka.


“ Sayang lutut kamu berdarah “.Kata Kevin  yang membantu Enjel untuk berdiri.Kevin yang langsung di landa kemarahan memandangi pria itu .


“ Loh “.Kata Kevin yang langsung memukul Pria itu tanpa ampun.Kevin tak menghiraukan teriakan Enjel. Kejadian itu menjadi tontonan banyak mahasiswa di situ. Banyak yang memuji Enjel banyak pula yang mencibirnya.Namun  Enjel tak menghiraukan semua itu. Ia  yang merasakan Perih pada lututnya berusaha memeluk Kevin dari arah belakang untuk menghentikan Kevin.


“ Kevin plis stop, loh nggak boleh kaya gini.lo bisa di laporin polisi.” Kata Enjel sambil berusaha memeluk Kevin dengan erat agar bisa meredahkan amarah Kevin. Kevin melepaskan pria itu dan berbalik Membopong Enjel.Enjel melingkarkan tanganya pada Leher Kevin dan menyembunyikan wajahnya di dada Kevin. Setelah sampai di UKS Kevin mendudukan Enjel dan mencari Kotak P3k untuk membersihkan Darah pada lutut Enjel.


“ Kevin nggak usah gue bisa sendiri “ Kata Enjel sambil menahan tangan Kevin untuk menyingkap sedikit gaunya.


“ Oh jadi nggak mau gue liat,tapi si cowo itu kamu mau di nolongin kamu gitu “ ? Tanya Kevin yang belum bisa melupakan kejadian tadi.


“ Apaan sih Vin, maunya kaya gitu “ ?  Jawab Enjel dan mengalihkan pandangan dari Kevin.


“ Oh jadi kayak gitu. Yaudah rencananya aku mau bilang suster di sini ngobatin kamu.tapi kayanya nggak jadi deh aku yang harus ngobatin.Jawab Kevin yang sudah mengurung Enjel dengan kedua tanganya.


“ Kevin “. Teriak Enjel. “ yaudah maaf aku becanda doang nanti suster yang ngobatin. Jawab Enjel


“ Ok.tapi jangan larang aku untuk keluar dari sini sayang.karna aku mau nemanin kamu.Kata Kevin dan membuat Enjel menganggukan kepalanya.Dan hal itu membuat Kevin tersenyum.


“ Sus udah boleh di obatin kok, pacar aku udah diem “. Kata Kevin sambil memilih duduk Di samping Enjel dan Mendekap Enjel.


“ Kevin jangan bilang perwat itu udah dari tadi di situ.” Tanya Enjel sambik memandang Kevin


“ Yah emang udah dari tadi. Kenapa emang.”? Tanya Kevin dan membuat Enjel tidak bisa betanya lagi.


“ Sus nggak apapa kan ? Tanya Kevin


Perawat perempuan muda itu tau maksud dari perkataan Kevin. Dan ikut menggoda Enjel.

__ADS_1


“Ia Den,nggakpapa kok Saya ngerti “. Jawab Perawat itu sambil tersenyum.


“ Nah udah dengarkan sayang “.Kata Kevin dan mendapat cubitan dari Enjel di perutnya.


“ Auhh sakit sayang  jangan di cubit dong, di cium boleh “ . Kata Kevin sambil memegang tangan Enjel dan menahan tawanya,karna pipi Enjel memerah dengan perkataanya.


“ Auhh sakit sus “ . Kata Enjel sambil berusaha mengangkat kaki nya namun tidak bisa karna Kevin begitu Erat mendekapnya.


“ Sedikit lagi sayang. Ada aku “. Kata Kevin yang berusaha membujuk Enjel agar melupakan sakit nya,sambil ia mengecup kepala Enjel berulang-ulang.


Setelah luka Enjel di bersihkan dan di obatin sama Perawat.Perawat itu meninggalkan mereka berdua.Kevin mendengar dengkuran halus dari Enjel didadanya.


“ tadi teriak-teriak,sekarang udah tidur,ngegemesin banget sihhh. “ Kata Kevin sambil mengecup seluruh wajah Enjel dalam pelukanya.Kevin membaringkan Enjel dan ikut tertidur di samping Enjel .dan menjadikan lenganya sebagai bantalan Enjel sambil memeluknya ,Kevin menghirup aroma dari rambut Enjel dan mencium Kepala Enjel. Tak berselang lama Kevin tertidur di samping Enjel.


Rere dan Anggi menunggu Enjel di kantin.karna meresa terlalu lama mereka meninggalkan Kantin dan mencari Enjel.


“ Tunggu Re,sini de loh dengar gak anak-anak itu bilang apa” ?.Tanya Anggi


“ Hei ! “. Maksud kalian apaan berani bangat yah ngatain sahabat gue.kalian pikir kita berdua budek, ha.! Kata Rere sambil menggebrak meja mereka.


“ Asal lo tau yah sahabat loh itu belum cukup godain Kevin,e tau-taunya pura-pura jatuh untuk godain Natan. Emang yah sahabat kalian itu.


Perkataan mahasiswa itu langsung di potong oleh Anggi yang berusaha tenang agar tidak terpancing perkataan anak-anak itu.


“ Apa loh bilang . Mulut loh harus di cabein ni biar kuwalat.Kata anggi yang langsung menarik rambut perempuan itu dan cili yang ada di piring kecil di atas meja langsung di taruh pada wajah perempuan itu.


“ Anggi, udah “ . Kata Rere sambil berusaha menarik Anggi. Namun rambut rere di tarik sama teman perempuan itu dan terjadilah aksi tarik menarik antara mereka. Anggi dan Rere yang mengikuti belada diri dengan muda mengalakan mereka. Dan terdengar suara bariton di kantin itu.


“ Kalian ber empat,Ikut Bapak sekarang “. Kata Pak Anton dengan tegas.mereka ber empat dengan terpaksa mengikuti Pak Anton.


 


Siang itu di jam makan siang Ayah Kevin yaitu Pa Edwin dan Ayahnya Enjel Pa Burhan bersama Brayen,baru selesai dengan mating pagi itu membicarakan perihal proyek baru mereka,yang rencananya akan di bangun pada sebuah kota. Mereka ke Restoran yang sudah di pesan oleh Bryen dan Restoran itu tak lain punya Enjel.

__ADS_1


Saat mereka telah tiba,Pa Edwin menelpon Kevin namun tidak di jawab oleh Kevin.


“ Maaf yah Han,sepertinya masi jam kuliahnya Kevin .” Kata Pa Edwin.


“ Nggakpapa Win, masi ada waktu. “ Jawab Pak Burhan.


“ Iya Om, benar kata Papa.Mendingan kita makan ajah duluh, pasti dia nyusul ke sini Om “. Ucap Brayen.


“ Kalau gitu kita makan ajah dulu,aku baru pertama makan di sini Han.” Jawab Pak Edwin. “ Enak banget makanan di sini.Brayen kamu biasa makan di sini yah? Tanya Pak Edwin.Perkataan Pak Edwin membuat Pak Burhan dan Brayen tersenyum.


“ Iya Om.”Jawab Brayen sambil tersenyum.


“ Oh ia Win kapan-kapan kita olahraga bareng yah “. Kata Pak Burhan


“ Ia Han boleh. Brayen kamu juga ikut yah?. Tanya Pak Edwin.


“ Maaf Om, sepertinya aku nggak bisa soalnya lusa aku harus berangkat ke Paris Om.”. Jawab Brayen.


“ Ia Win,Brayen harus ke Paris untuk lihat perusahan kita di sana, sekalian tinjau proyek baru nya. “.  Kata Pak Burhan.


“ Brayen kamu luar biasa loh,pintar,masi muda tapi sudah bisa bangun perusahan kamu sendiri.”Jawab Pak Edwin.


“ Makasih Om.Semua ini berkat dukungan Papa juga Om.”.Jawab Brayen


“ Kalau Papa kamu orangnya hebat sudah dari dulu mala.” Kata Pak Edwin.


“ Ah Win biasa aja. Kamu juga saking hebatnya ngalahin pesona aku waktu kuliah”. Jawab Pak Burhan dan di sambut gelak tawa oleh mereka.makan siang itu penuh dengan candaan dari kedua orang tua yang sudah terpisah seja lama. Brayen pun larut dengan candaan mereka.


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2