
"kaka bagaimana kau bisa terluka, siapa yang melukainya?" tanya Bai Xue panik
"tenanglah Xue'er kakakmu hanya terluka sedikit dan sudah di obati" jawab Jin Long Yun
"tapi siapa yang berani melukai kakak Long?"
"aku terluka karna kecerobohanku sendiri, untungnya mereka datang dan membantu mengalahkan girallon itu, jadi aku selamat" jelas Long Qian
"girallon?! bukankah itu hewan suci legendaris? kudengar harga organnya sangat mahal dan sangat di butuhkan para alchemist" ucap Xiao Ji antusias
"hais kau ini, orang lain sedang mengkhawatirkan kakak, kau malah menghitung harga girallon itu" gerutu Xiao Yue pada saudarinya itu
"eh? sifat kalian sepertinya sama dengan kakak ke-3 dan ke-4" ucapan Xiao Yi itu sontak mendapat tatapan tajam dari kedua kakaknya tersebut namun dia. tak mengerti
"maksudmu?" tanya Xiao Ji bingung
"ya waktu di hutan misteri kakak mo juga mengatakan hal itu, lalu kakak Li menegurnya" ucap Li Xiao Yi lagi
"oh yang waktu itu ya, kupikir kau memang benar" ucap Xue Lang membetulkan perkataan Xiao Yi
"heh, ka... kalian ini bicara apa, kami tidak seperti itu kok" bantah Mo Liancheng
"sudahlah bukankah kalian memang seperti itu, kakak menjadi adik dan adik menjadi kakak" celetuk Zhang Yu sambil melirik kesal
"heh kakak Zhang, maksudmu aku ini anak kecil yang selalu dinasehati oleh kakek tua apa?" geram Mo Liancheng
"heh maksudmu aku ini kakek tua begitu?" protes Yi Chen akan ucapan Mo Liancheng
akhirnya terjadilah perdepatan antara kaka beradik yang entah berawal dari mana
"EHEM... apa sudah selesai bertengkarnya?" ucap Xue Lang menapat tajam kedua adiknya dengan kesal
"ma-maaf" ucap Mo Liancheng dan Lin Yie chen bersamaan sambil tertunduk takut
'ya ampun kakak Lang seram sekali, sudah lama aku tak meligat tatapan menyeramkan dari kakak Lang' batin Chen Xu yang sedari tadi hanya diam melihat perdebatan kedua kakaknya
"kepala sekte, aku minta maaf atas perbuatan kedua adikku yang tidak sopan ini, mereka memang biasanya selalu bertengkar, jadi ketika ada sedikit salah saja mereka langsung seperti ini" jelas Xue Lang meminta maaf
__ADS_1
"tidak apa-apa, para putriku juga biasanya sering bertengkar tentang sesuatu" jawab Jin Long Yun santai
"ayo silahkan nikmati hidangannya" sambung Jin Long Yun
merekapun makan dengan tenang, beberapa orang makan dengan rasa damai sedangkan beberapa lagi makan dengan rasa takut karna Xue Lang selalu memperhatikan mereka
setelah acara makan malam bersama selesai mereka semua kembali ke kamar mereka masing - masing
*******
"kaka sekarang kita sudah menemukan mereka lalu apa rencana kita selanjutnya?" tanya Li Xiao Yi pada kaka kakaknya
"bagaimana kalau kita tentukan target masing masing saja," usul Chen Xu
"nah ide bagus," ucap Mo Liancheng setuju
"hem....., bagaimana kalau begini,"
"apanya yang begitu?" tanya Li Xiao Yi ketika Lin Yie ingin menjelaskan
alhasil karna pertanyaan yang dilontarkannya Li Xiao Yi mendapat hadiah sebuah pukulan di kepalanya dan tatapantajam dari kakak - kakaknya
"siapa suruh kau memotong pembicaraan ku seperti itu, masih untung Liancheng hanya memukul kepalamu" celetuk Lin Yie kesal
"ais kenapa aku yang di salahkan" kesal Li Xiao Yi
"sudahlah, Yie! lanjutkan" titah Xue Lang yang dibalas dengan angukan singkat Lin Yie Chen
"jadi masing - masing dari kita akan mendekati para gadis secara perlahan, ketika mereka sudah terjebak perasaan pada kita maka akan lebih mudah untuk mendapatkan pusaka - pusaka itu dari mereka" jelas Lin Yie
"bagaimana kalau mereka
sama sekali tidak tertarik dengan kita?" tanya Zhang Yu
"kak sekarang aku bertanya padamu" ucap Li Xiao Yi serius
"apa?"
"memangnya ada wanita yang bisa menolak ketampanan kita? bahkan ayam jantan pun akan bertelur karenanya" ucap Li Xiao Yi bangga
__ADS_1
"sejak kapan kau jadi merak yang bangga seperti ini Xiao Yi? seperti bukan dirimu saja" celetuk Chen Xu bingung
Merak yang bangga: (orang yang sombong atau membanggakan diri sendiri)
"kurasa virus Tuan besar Mo sudah menjangkit adik Li" ucap Lin Yie sambil tersenyum mengejek
"heh! kau pikir aku ini wabah berjalan apa, kau saja yang iri dengan ketampanku" ujar Mo Liancheng sedikit kesal namun masih membanggakan diri
"heh kalian! tidak bisakah kalin tidak bertengkar satu hari saja, apa kalian akan sakit jika tidak bertengkar hah" keluh Zhang Yu Jian yang mulai lelah dengan pertengkaran kedua adiknya tersebut
"tidak bisa" ucap Mo Liancheng dan Lin Yie Chen bersamaan lalu melanjutkan perdebatan mereka
"kompak sekali" gumam Zhang Yu sambil menyenderkan tubuhnya pada tiang penyangga di sampingnya
"kalian pergilah ke kamar masing - masing dan tidurlah" ucap Xue Lang pada semua saudaranya
"tapi kak, kita belum menentukan siapa yang akan menjadi target kita, jika tidak kita akan salah bertindak dan malah berebut target" jelas Chen Xu pada kakaknya
"baiklah kalau begitu aku akan mendekati nona Xue" ucap Xue Lang spontan
"kakak bukannya nona Xue putri ke dua, lalu siapa yang akan mendekati putri pertama?" tanya Li Xiao Yi heran
"biarkan saja, nona Yue biar aku yang urus, sekarang tinggal kalian berempat saja yang belum memutuskan target" jawab Zhang Yu masih ada di posisi yang sama
"hem.... ini keputusan yang sulit" ucap Lin Yie Chen sambil berpikir keras
"kau benar, ini sangat sulit" timpal Mo Liancheng
"aih kalian ini lama sekali, ini kan hanya memlih target bukan ajang pencarian istri" keluh Zhang Yu Jian yang mulai bosan menunggu
"DIAMLAH SEBENTAR AKU SEDANG BERPIKIR" ucap Mo Liancheng, Lin Yie Chen dan Li Xiao Yi bersamaan, sedangkan Chen Xu Kai masih termenung larut dalam pikirannya
"bagaimana kalau Lin Yie dengan nona Jiang, Liancheng dengan nona Xiao, Chen Xu dengan nona Xiao Ran dan Xiao Yi dengan si bungsu nona Yan" usul Xue Lang pada keempat adiknya
"TIDAK!" tolak mereka berempat serempak
"ais ya sudah lah kalian putuskan seja sendiri, aku akan tidur" ucap Zhang Yu Jian lalu membaringkan diri di lantai lalu tidur
mereka pun berpikir dan saling mengeluarkan pendapat sambil sesekali berdebat hingga semua tertidur di kamar Xue Yue Lang
__ADS_1