
Hari berganti hari.
Rami merasa luka dihatinya masih belum sepenuhnya hilang,rasa sakit itu masih ia rasa.
Banyak hal yang membuat rami memilih tuk mencoba melupakan rasa sakitnya,walau ia tau tidak mudah untuk menghilangkan luka yang ada dihatinya.
Tahun-tahun berganti,setelah sekian lama pria yang melukainya pergi dengan wanita lain.tiba-tiba pria itu mengirim pesan kepada rami.
Mantan:"Rami,maafkan aku atas semua kesalahanku padamu,jika masih ada sedikit maafmu untuk pria penghianat seperti aku."
Setelah beberapa hari rami baru melihat pesan yang pria itu kirim kepadanya.
Ramipun menjawab pesan itu.
Rami:"aku sudah memaafkan kamu sejak lama,tapi aku mohon jangan pernah hubungi aku lagi.aku sudah cukup merasakan sakit karena kamu & kini aku jauh bahagia tanpamu.jadi jangan pernah hubungiku lagi."
Akhirnya nomor pria itupun rami blokir dari hp nya.
__ADS_1
Setelah beberapa tahun berlalu akhirnya rami bekerja dikantornya saat ini.rami merasa menemukan seseorang yang ia sukai,namun tak mudah bagi rami mendapatkan hati jio.
Yaa seperti yang kaliyan tau bahwa rami & jio jarang sekali bertegursapa bahkan untuk saling tersenyum saja tidak.rami hampir melupan perasaannya kepada jio saat ia bertemu dengan kakak kelasnya namun tetap saja ada beberapa hal yang membuat rami mengingat jio. diantara sibuknya ia bekerja.
Akhirnya rami naik pangkat dari karyawati biasa menjadi sedikit meningkat.ia mulai sering bertemu jio.namun berbulan-bulan setiap mereka bertemu tak ada perubahan.hingga suatu saat rami dapat piket untuk mengerjakan pekerjaannya dan ia hanya tinggal berdua bersama bosnya.namun disana masih ada jio yang juga sedang menulis laporannya.terkadang rami dan jio pulang bersama.walau hanya satu jalan namun mereka hanya saling bertatapan tanpa bicara apapun.
Rami & jio masih saja canggung walau sudah beberapa bulan bersama.
Namun entah mengapa tiba-tiba jio memulai pembicaraan dengan rami.
Saat itu rami terlihat terburu-buru menyeleaaikan pekerjaannya,namun saat ia menghitung dia selalu mengulangi hitungannya karena diganggu oleh beberapa temannya yang hendak pulang lebih dulu.
Jio:"kamu menghitung apa gak selesai-selesai?"sambil mulai usil tangannya memegang penggaris dan sesekali di tunjukan ketangan rami.
Rami menjawab dengan nada sebal karena ia tak kunjung selesai dengan pekerjaannya.
Rami:"apa sih mas?kepo aja.ganggu-ganggu,bukannya bantuin".
__ADS_1
Jio:"makanya kalu menghitung itu dimulai dari angaka 1,2,3 & bla bla bla".
Rami:"ihh,mas nih bikin aku malah gak fokus.tu kan jadi lupa tadi sampe mana hitungnya."
jio pun tertawa senang melihat tingkah lucu rami.
jio berkata"ayo pulang,yang lain udah pada sampe rumah,u masih disini aja berhitung gak sampe-sampe"
rami:"massss,udah jangan gangguin aku apa.kalau sampai hitungan aku salah mas ya yang kerjain kerjaan aku?"
jio:"hehe,gak lah,salah siapa hitung gak urut ya salah mulu lah"tersenyum.
akhirnya rami bisa menyelesaikan pekerjaannya dan ia pun bergegas untuk pulang kerumah.jio pun berjalan dibelakangnya namun kali ini dia juga hanya diam dan tak bicara.sesekali rami menoleh kearah jio dan jio pun berpura-pura tak melihatnya.padahal rami melihat jio dari hp nya kalau jio menatap kearahnya.rami tetap berjalan kearah parkir dan mengambil jaket yang ada dimotornya.
sesampainya rami dirumah ia tersenyum sambil menghela nafas.ia bertanya dalam hati"benarkah tadi jio mengajakku berbicara?kita serasa sudah kenal lama.sikapnya usil dan membuatku jengkel.tapi aku suka dia yang apa adanya seperti itu."
__ADS_1
rami tak bisa tidur karena masih saja teringat jio,seakan rasa kantuknya hilang seketika.ia memandang hp nya yang menyala.laporan jio pun masuk ke hp nya.