
..."meyakinkan hati tanpa perduli dengan opini orang yang belum pasti...
...menyertakan tuhan dalam setiap langkah yang di yakini...
...berharap apa yang di perjuangkan akan sepadan dengan hasil ****yang di dapatkan****....
...****************...
rain memasuki rumah setelah menyelesaikan semua yang bersangkutan dengan pekerjaan. Ia tiba pukul 10 malam namun masih mendapati lampu ruang tv menyala. Rain mendekat melihat siapa yang ada di sana.
"udah pulang sayang....??? Mama kangen sama rain...",
ucap sang mama langsung memeluk putri tunggal kesayangannya,
sedangkan rain hamya bisa diam mematung mendapa pelukan sang mama.
"jam segini anak gadis baru pulang...??? Apa pantas...???
pergaulan bebas bisa menghancurkan nama baik km ",
ucapan ketus sang papa kembali terdengar & mampu membuat mood rain sontak buruk.
"rain kerja bukan jual diri apa lagi korupsi",
Ucapan ketus rain mampu membuat emosi sang papa meledak karena merasa tersindir dengan ucapan sang putri.
"rain feronica...!!!",
suara sang papa kembali menggelegar di penjuru rumah mewah tersebut.
bukannya takut rain justru tersenyum menatap mata sang papa tanpa rasa takut
"yes l'am mr. david alexander",
jawab rain dengan suara menahan amarah
"anak tak tau di untung...! Tidak berguna...! Hanya bisa membuat malu..!",
bentak sang papa dengan melayangkan 1 tamparan di pipi mulus rain dengan penuh emosi. Rain diam mematung dengan air mata mengalir
"udah pa..., tolong pa..., udh malem.. , jangan teriak-teriak.
rain masuk kamar terus istirahat yah sayang..., besok kita bicara lagi.
Mmama ambil kompres dulu biar pipi km gk bengkak",
ucap sang mama menengahi pertikaian suami & anaknya.
Rain langsung berjalan masuk ke dalam kamarnya. Ia menangis di balik pintu kamarnya. Kehadiran orang tua justru membuat Rumah terasa seperti neraka baginya. Rain yang sangat merindukan orang tua nya..., bukannya bahagia ia justru merasakan hati yang hancur.
berharap memiliki keluarga harmonis terasa mustahil untuknya.
ia bukan anak yang berharga untuk mereka..., setidaknya itu yang rain yakini sejak kecil hingga saat ini.
__ADS_1
Rain menangis tanpa suara menahan semua sakit hati & fisiknya dengan perlakuan sang papa yang selalu seperti itu. Ia menangis hampir 1 jam...,
mengabaikan ketukan pintu sang mama yang akan mengompres pipinya.
rain sangat hancur..., ia kembali merasakan sakit di saat luka lama belum pulih.
Rain menyandarkan tubuh lelahnya pada sofa kamar, menatap langit-langit kamar dengan fikiran yag entah sudah sehancur apa.
Rain merasakan sakit di seluruh tubuhnya..., ia menelfon sarah dengan suara yang sudah sangat lemah. Sarah yang panik langsung masuk ke kamar rain tanpa menyadari kehadiran orang tua rain yang ada di ruang makan.
dari lantai atas yaitu kamar rain tepatnya..., sarah memanggil sang sopir untuk membantunya menggendong rain yang sudah pingsan dengan wajah pucat.
mama rain yang melihat hal itu langsung berlari menghampiri sang putri dengan deraian air mata, sedangkan sang papa nampak tetap tenang.
pagi itu rain di larikan ke rumah sakit & dokter mewajibkan nya rawat inap untuk beberapa hari ke depan. Sarah langsung mengabari perusahaan sky untuk meminta maaf tak bisa melanjutkan pemotretan karena rain tengah di rawat.
Sky yg mendengar hal itu pun bergegas hendak menghampiri rain ke kamar rawatnya. Namun ia berhenti di depan pintu kamar rawat terswbut karena mendengar suara ribut dari dalam.
sky senantiasa mendengarkan obrolan orang-orang di dalam dengan bersandar pada dinding samping pintu kamar rawat.
"berhenti menjual tubuh mu. Diam di rumah & menikahlah dengan anak rekan bisnis papa", ucap papa rain dengan ketus tanpa perduli dengan perasaan sang anak yang kini tengah terbaring lemah dengan jarum infus menancap di punggung tangannya.
berapa yang mereka tawarkan..??? apa proyek besar...???",
ucap rain dengan suara lemah sembari menatap sang papa.
"anak tak tau di untung...! Sudah sakit pun masih kurang ajar!
Memalukan..! Tidak berguna...!.",
ucap sang papa dengan suara yang kembali meninggi penuh emosi
"rain gk pernah minta di lahirkan sebagai anak papa...!
memalukan...???!!!! kpn rain prnah bikin malu papa...???!
kapan..???! Rain diam dengan semua hinaan papa...! Rain diam saat papa memukul rain sekalipun gk merasa salah...!
harus sehancur apa lagi rain pah...???!!!! Aaaahhhh...!!!!!!!!!
bunuh rain aja biar papa puas...! Bunuh rain...!!!",
rain histeris dengan tangis yang mampu menghancurkan hati siapapun yang mendengarnya. Sarah memeluk rain untuk menenangkan.
"atur nafas rain..., tenang rain...",
sarah berusaha menenangkan dengan terisak memeluk erat rain.
__ADS_1
"rain gk nglakuin kesalahan apapun..., kenapa orang itu terus nyakitin rain...??? Kenapa orang itu terus ngehancurin rain...???
rain gk minta di lahirin..., rain cape...",
suara rain melemah & akhirnya tak sadarkan diri. Sarah menekan tombol darurat & tak lama kemudian seorang dokter datang bersama 2 suster di belakangnya.
mama rain masih terus terisak melihat kondisi sang putri yang selama ini i kira baik-baik saja. Ia merasa bersalah karena tak mampu menjadi kekuatan untuk sang anak.
ia merasa gagal karena tak bisa melindungi putri tercintanya.
ia menatap sang suami yang kini terduduk terdiam dengan tatapan ke arah ranjang sang putri.
Dokter telah selesai memeriksa rain lalau berdiri di berhadapan dengan mama & papa rain.
"tolong ciptakan situasi yang nyaman untuk pasien...,
jangan sampai stress atau bmemikirkan sesuatu terlalu keras.
konsisi tubuh pasien sangat lemah..., tolong di jaga dengan baik",
"terima kasih banyak dok...,"
ucap mama rain dengan sopan lalu mengjampiri rain setelah dokter serta suster keluar dari ruangan rawat tersebut.
"maaf rain..., maafin mama sayang..., mama gagal menjadi pelindung buat rain..., mama gk bisa njagain rain..., maaf sayang"
ucap mama rain dengan terisak penuh rasa bersalah membuat papa rain pun ikut menunduk melihat kondisi sang putri yang selama ini hanya diam menerima perlakuan buruk darinya.
"rain anak yang manis om.., tante..., dia manja dengan rekan wanita tapi sangat menjaga jarak dari laki-laki. Ia tak pernah minum alkohol.
rain akan langsung pulang setelah pekerjaan selesai...,
dia merindukan kalian tapi terus memaklumi kesibukan kalian.
dia semangat krja nyari uang dengan harapan kalian akan lebih sering di rumah saat dia sudah mapan.
rain gadis lugu & bersih om..., dia selalu berusaha keras melindungi diri dari laki-laki hidung belang. Rain hampir selalu bersama sarah ",
Sarah menjelaskan pada papa rain dengan harapan baik.
papa rain masih terdiam mencerna semua kejadian & kondisi sang putri.
Sky masih terdiam di depan posisi yang sama , ia semakin bertekat untuk memilih rain sebagai pendamping.
gadis cantik.., lugu..., sexy..., suci tanpa sentuhan laki-laki.
Sky memilih pergi & berencana akan kembali ke sana setelah situasinya lebih baik.
...****************...
Thanks :)
__ADS_1