MAHENDAR

MAHENDAR
eps 3


__ADS_3

Istirahat usai semua murid sudah berhamburan masuk kelas seperti bisa kelas ips 2 jarang guru masuk karan akan langsung sakit 7 hari 7 malem.


"kapan dua anak ayam tuh pindah" tanya Hanifa


"mungkin besok tapi beda kelas" jawab Aca


"ck,gak seru kalo pisah kelas" cemberut Keysa


"mau gimana lagi, orang mereka kembar jadi harus bareng terus" ucap Laras


"huh"


Sedangkan di bangku sebelah Haikal, Icung, dan Cahyo bermain game dengan serius sedang Mahen,Jeno,pansos dan Reyhan membaca, sedangkan Si Nana bengong melihat Keysa yang sedang cemberut.


"bangsat gagal lagi" pekik Haikal pas di telinga Nana membuat si empun terlonjak


"anjir lo, kalo teriak gak usah di kuping gue" pekik Nana kesal


"abisnya lo gak kicep-kicep gue takut kesurupan setan lagi" ucap Haikal polos


"najis, nih muka gak udah di sok-soan di polosin jir" gemes Reyhan sambil mengusap muka Haikal


"cih, tangan lo bau" kesel Haikal


"haha makan tuh bau ketiak gue" gelak Reyhan di ikuti semua orang


Sedangkan para mubar saling pandang dan mengidikan bahunya.


"kalian mubar"tanya Nana di angguki kelimanya "itu yang di kanan siapa namanya" lanjut Nana


"huh modus lo" teriak Haikal


"sirik turutin kalo gak bisa sini gue ajarin" celetuk Nana


"tau aja lo"


"oh jelas Nana gitu loh" ucap Nana membuat Aca dkk ketawa

__ADS_1


"gue gak percaya ada orang yang kaya gitu haha" ucap Laras


"emang kenapa"tanya Nana


"Nana" ucap bareng kelima gadis itu lalu tertawa terpingkal-pingkal di ikuti yang lain membuat si empun malu


"nama sialan, eh tapi emak gue yang ngasih nih nama" batin Nana malu


"sabar bro"


Bel pulang pun terdengar di sekolah itu para siswa/i berhamburan ke luar kelas untuk pulang.


"Hen, mau nongki dulu gak" tanya Nana


"gak, gue balik dulu ganti baju" jawab Mahen


"tumben biasanya lo bawa baju ganti" ucap Reyhan


"gak tau" ucap Mahen lalu naik ke motor


"jadi lah"


"tenang nanti babang Cahyo yang servis motor yang suka balapan ke bengkel terkenal dah" ucap Cahyo sambil memakai hlem


"gue demen nih sama besti kaya gini" celetuk Haikal


"demen bagi lu yang suka kantong aman tapi nyusahin temen" sinis Jeno


"mulut cabe, bisa tidak tuh mulut gak usah pedes dah tau hati aku tuh sedih" alay Haikal


"bacot"


Kini Mahen sudah sampai di rumahnya di ruang Tv ada adik nya sedang main sendiri seperti biasa hanya menggunakan popok dan kaos.


"dek, budna mana"tanya Mahen kepada Gala sambil duduk


"nda pul" jawab Gala tanpa menengok

__ADS_1


"di dapur" di angguki Gala


"Gala mau ikut abang gak" tanya Mahen dan Gala langsung nengok


"na bang"


"jalan-jalan cari telur kodok mau" jawab Mahen sambil menahan tawa


"mu tel goyeng yah"


"iya nanti kasih ke bunda telur kodoknya biar di goreng" gelak Mahen saat ingat selasih yang mirip telur kodok


"hoyee yu" ajak Gala sudah berdiri


"ganti baju dulu sana" tanpa menjawab Gala berlari sambil berteriak membuat Mahen tertawa


"nda ala au tut bang eli telul dok dok" pekik Gala


Kini adik, kaka itu sudah ada di mall dengan Mahen mengendong Gala banyak mata yang menatap mereka namun keduanya acuh.


"bang uyun" pinta Gala dan di turunkan oleh Mahen


"mau main apa" tanya Mahen


"tu" tunjuk Gala kepada kora-kora mini


"bahaya dek, kita naik itu aja" tunjuk Mahen kepada mandi bola


"keh, kuy" Gala langsung lari tanpa melihat membuat dia menabrak seseorang dan Mahen yang khawatir


"adik gak apa-apa"tanya wanita itu


"atat ala atit" ringis Gala


"maaf ya, kaka Aca gak liat" ucap gadis itu bukan lain Aca


"iyah, tan atuh adoan" celetoh Gala membuat Aca gemes

__ADS_1


__ADS_2